Didukung oleh
Regulation & Legal

Saylor dan Strategy Secara Resmi Mendukung RUU CLARITY untuk Industri Kripto AS

Strategy Inc. dan Michael Saylor menyatakan dukungan mereka terhadap RUU CLARITY pada 31 Juli, di tengah tekanan yang semakin meningkat terhadap para anggota Senat untuk mempercepat pembahasan peraturan komprehensif mengenai mata uang kripto. Dukungan mereka mengaitkan RUU tersebut dengan adopsi oleh lembaga-lembaga, pertumbuhan pasar, serta perlindungan yang lebih jelas bagi kepemilikan aset digital.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
Saylor dan Strategy Secara Resmi Mendukung RUU CLARITY untuk Industri Kripto AS

Poin-Poin Utama

  • Strategy dan Michael Saylor secara terbuka mendukung RUU CLARITY.
  • Usulan Senat tersebut membagi pengawasan kripto antara dua regulator.
  • Langkah ini mendapat dukungan seiring meningkatnya minat institusional terhadap kripto.

Strategy dan Saylor Bergabung dalam Kampanye RUU CLARITY

Strategy Inc. (Nasdaq: MSTR) mengumumkan dukungannya terhadap RUU Digital Asset Market Clarity Act pada 31 Juli, sehingga perusahaan pemegang bitcoin korporat terbesar di dunia ini turut bergabung dalam kampanye legislatif tersebut. Perusahaan tersebut memaparkan RUU tersebut sebagai kerangka kerja bipartisan yang mendukung perluasan pasar, partisipasi institusional, perlindungan konsumen, dan kepemilikan aset digital oleh individu.

Strategy menyatakan:

“Kami mendukung RUU CLARITY bipartisan. RUU ini menetapkan kerangka kerja yang jelas untuk pertumbuhan pasar aset digital, mempercepat adopsi institusional, memperkuat perlindungan konsumen, dan menjamin hak individu untuk memiliki dan mengendalikan aset digital mereka.”

Dukungan Michael Saylor terhadap Undang-Undang CLARITY menambah salah satu suara korporasi paling berpengaruh di industri kripto ke dalam kampanye untuk undang-undang struktur pasar. Sebagai ketua eksekutif pemegang bitcoin korporasi terbesar di dunia, dukungannya mencerminkan minat institusional yang semakin besar dalam menetapkan kerangka kerja regulasi yang kokoh untuk aset digital sebelum adopsi yang lebih luas semakin meningkat.

Saylor menulis:

“Saya mendukung upaya memajukan RUU CLARITY melalui kerja sama bipartisan untuk menetapkan aturan yang jelas dan kokoh, melindungi hak milik, mendorong inovasi, serta memperkuat pasar modal Amerika. Bitcoin akan berhasil dengan atau tanpa undang-undang, tetapi Amerika membutuhkan kejelasan terkait aset digital.”

Dukungan ini muncul saat Senat sedang mempertimbangkan kerangka kerja struktur pasar yang membagi tanggung jawab antara Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC), sekaligus menetapkan jalur pendaftaran bagi bursa, pialang, dealer, dan penyimpan aset.

Komite Perbankan Senat menyetujui langkah tersebut dengan suara 15-9 pada 14 Mei. Senator AS Cynthia Lummis (R-WY) merilis teks RUU CLARITY yang telah diperbarui pada 22 Juli saat para pembuat undang-undang mempersiapkan langkah tersebut untuk pertimbangan Senat yang lebih luas.

Strategi Bitcoin Strategy Melampaui Batas Regulasi

Hasil kuartal kedua Strategy, yang dirilis pada 30 Juli, menunjukkan bagaimana volatilitas bitcoin terus memengaruhi keuangan, model pendanaan, dan strategi pasar modal yang lebih luas. Perusahaan melaporkan kerugian bersih sebesar $8,22 miliar, termasuk kerugian aset digital yang belum direalisasi sebesar $8,32 miliar, sementara pendapatan naik 6,9% menjadi $122,4 juta. Strategy memegang 843.775 bitcoin dan telah mengumpulkan $17,06 miliar melalui program at-the-market hingga 26 Juli.

Di luar hasil kuartalannya, Strategy terus memperkuat cadangan bitcoin-nya melalui saham biasa, sekuritas preferen, dan program modal lainnya. Struktur pembiayaan tersebut menjadikan regulasi aset digital memiliki relevansi langsung bagi pemegang saham, kreditor, dan lembaga yang mengevaluasi baik eksposur bitcoin perusahaan maupun kemampuannya untuk menggalang modal.

Saylor juga mengaitkan nilai jangka panjang bitcoin dengan kepastian regulasi dan aturan protokol yang stabil. Ia memperkirakan bitcoin dapat naik 100 kali lipat, menjelaskan kapan penjualan bitcoin dalam jumlah terbatas dapat masuk akal secara finansial, dan menolak BIP 110 karena kekhawatiran bahwa soft fork dapat melemahkan netralitas dan prediktabilitas Bitcoin. Secara keseluruhan, posisi-posisi tersebut menunjukkan bagaimana prioritas kebijakan Strategy melampaui ranah legislatif hingga mencakup aturan keuangan dan teknis seputar bitcoin.

Tekanan Politik Meningkat Seiring Semakin Ketatnya Jadwal Senat

Para pendukung telah meningkatkan tekanan terhadap Kongres, dengan menghasilkan hampir 1 juta kontak yang mendesak para pembuat undang-undang untuk mempercepat undang-undang struktur pasar aset digital. Kampanye tersebut diperkuat oleh argumen institusional bahwa tanggung jawab SEC dan CFTC yang lebih jelas dapat mengurangi ketidakpastian bagi pengembang, bursa, penyimpanan, investor, dan penerbit token.

Persetujuan undang-undang tersebut masih belum pasti setelah Galaxy Research menurunkan perkiraan probabilitas pengesahannya dari 50% menjadi 30%, dengan alasan adanya perselisihan yang belum terselesaikan dan persyaratan pemungutan suara Senat yang sulit. Pada saat yang sama, hampir 70% pemilik kripto yang disurvei menyatakan bahwa posisi para calon terkait aset digital dapat memengaruhi pilihan suara mereka dalam pemilu tengah masa jabatan, sehingga meningkatkan tekanan politik seiring dengan semakin sempitnya jendela legislatif Senat.

Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.