Presiden NYSE, Lynn Martin, mengatakan bahwa bursa tersebut sedang membangun platform untuk penyelesaian transaksi sekuritas yang telah ditokenisasi secara on-chain, bekerja sama dengan lembaga kliring Wall Street dalam upaya memindahkan perdagangan saham ke platform blockchain.
NYSE Mengembangkan Infrastruktur Penyelesaian Transaksi On-Chain untuk Sekuritas yang Ditokenisasi

Poin-Poin Utama
- Presiden NYSE, Lynn Martin, mengonfirmasi rencana penyelesaian transaksi on-chain yang dibangun berdasarkan uji coba DTCC pada bulan Juli.
- NYSE berpartisipasi dalam uji coba tokenisasi DTCC pada bulan Juli, menjelang peluncuran penuh pada bulan Oktober.
- Langkah ini merupakan kelanjutan dari rencana NYSE pada Januari untuk perdagangan saham dan ETF AS yang ditokenisasi 24/7.
Upaya Terbaru NYSE di Bidang On-Chain
Presiden NYSE, Lynn Martin, mengatakan bahwa bursa tersebut sedang mengembangkan platform penyelesaian on-chain untuk sekuritas yang ditokenisasi dan mengonfirmasi bahwa NYSE telah berpartisipasi dalam uji coba tokenisasi Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) pada bulan Juli. Martin mengatakan NYSE akan terus mengeksplorasi bagaimana teknologi ini dapat berfungsi sebagai infrastruktur inti bagi pasar keuangan global, dan menggambarkannya sebagai cara untuk menjembatani keuangan tradisional dengan keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Pada bulan Januari, bursa tersebut memaparkan sebuah platform untuk perdagangan dan penyelesaian on-chain 24/7 atas saham AS dan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), yang dirancang untuk mendukung kepemilikan saham fraksional, penyelesaian instan, dan pendanaan berbasis stablecoin. Rencana tersebut mencakup dukungan dari BNY dan Citi terhadap setoran yang ditokenisasi di seluruh lembaga kliring yang dijalankan oleh Intercontinental Exchange (ICE), perusahaan induk NYSE.
Secara terpisah, NYSE telah mengembangkan kemampuan tokenisasinya melalui kemitraan dengan Securitize, yang kini bertindak sebagai agen transfer digital pertama bursa tersebut, mengubah saham tradisional dan ETF menjadi token berbasis blockchain yang dapat diperdagangkan sepanjang waktu sambil tetap mempertahankan hak-hak pemegang saham sepenuhnya.
Program Percontohan DTCC Menjadi Pelopor
Platform penyelesaian NYSE akan diluncurkan bersamaan dengan peluncuran tokenisasi DTCC sendiri, inisiatif tokenisasi skala produksi terbesar yang pernah dicoba oleh lembaga kliring tersebut hingga saat ini. DTCC menetapkan peluncuran penuh pada bulan Oktober untuk platform yang mencakup saham Russell 1000, dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) utama, dan instrumen Treasury AS yang penting.
Program percontohan ini telah melewati tahap perencanaan, dengan DTCC dilaporkan akan segera memasukkan saham, ETF, dan surat utang pemerintah AS yang telah ditokenisasi ke dalam perdagangan langsung—sebuah tonggak penting yang digambarkan oleh lembaga kliring tersebut sebagai langkah besar bagi infrastruktur blockchain di Wall Street. Lebih dari 50 perusahaan telah turut membentuk upaya ini melalui masukan mereka, termasuk Blackrock, Goldman Sachs, JPMorgan, serta perusahaan-perusahaan yang berfokus pada kripto seperti Anchorage dan Circle.
Bagian dari Perebutan Pasar Tokenisasi yang Lebih Luas
NYSE bukanlah satu-satunya pemain besar yang berlomba-lomba membangun infrastruktur sekuritas yang ditokenisasi tahun ini. Bitcoin.com News melaporkan bahwa ICE, induk perusahaan NYSE, berinvestasi di bursa kripto OKX dengan valuasi $25 miliar, dengan rencana untuk memungkinkan pengguna OKX memperdagangkan saham dan derivatif yang ditokenisasi yang terkait dengan aset yang terdaftar di NYSE pada akhir tahun 2026.
Bullish, bursa kripto yang diperdagangkan dengan kode saham BLSH, juga mengumumkan kesepakatan senilai $4,2 miliar untuk mengakuisisi agen transfer Equiniti pada bulan Mei, dengan tujuan menghubungkan bisnis aset digitalnya dengan sistem pencatatan pemegang saham tradisional. Securitize pun mulai diperdagangkan di NYSE dengan kode saham SECZ pada bulan Juli, setelah kesepakatan SPAC senilai $400 juta ditutup (sehingga spesialis tokenisasi ini mendapatkan pencatatan publik di bursa yang sama yang sedang dibantunya untuk diintegrasikan ke dalam blockchain).
Regulator juga telah bergerak sejalan dengan industri ini, dengan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) menyetujui aturan NYSE untuk ekuitas yang ditokenisasi pada bulan April, dan laporan-laporan sejak saat itu menunjukkan bahwa lembaga tersebut sedang mempersiapkan kerangka kerja pengecualian yang lebih luas khusus untuk saham AS yang ditokenisasi, yang akan memberikan landasan hukum yang lebih jelas bagi penerbit dan bursa untuk memperluas cakupan di luar program percontohan.
Jika NYSE dan DTCC berhasil memindahkan penyelesaian sekuritas arus utama ke blockchain, hal ini akan menjadi salah satu tanda paling jelas hingga saat ini bahwa infrastruktur blockchain sedang bermigrasi dari platform kripto-asli ke dalam infrastruktur inti keuangan tradisional.
Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.












