India sedang menilai kembali regulasi cryptocurrency-nya karena kebijakan global yang berkembang, dengan pejabat-pejabat meninjau kembali makalah diskusi yang dapat mengubah pendekatan negara terhadap aset digital.
India Mempertimbangkan Kembali Regulasi Kripto saat Kebijakan Global Mengalami Perubahan Radikal
Artikel ini diterbitkan lebih dari setahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah tidak terkini.

India Mungkin Melunak Terhadap Crypto saat AS Merangkul Bitcoin
India sedang meninjau kembali posisinya terhadap regulasi cryptocurrency seiring perubahan perspektif internasional tentang aset digital, lapor Reuters pada hari Minggu, mengutip Sekretaris Urusan Ekonomi Ajay Seth. Pejabat tersebut menyatakan:
Lebih dari satu atau dua yurisdiksi telah mengubah pendirian mereka terhadap cryptocurrency dalam hal penggunaannya, penerimaan mereka, dan di mana mereka melihat pentingnya aset crypto. Dalam langkah itu, kami sedang meninjau kembali makalah diskusi tersebut.
Komentarnya menunjukkan bahwa India sedang mengevaluasi kembali kerangka regulasinya sebagai respons terhadap kebijakan global yang berkembang mengenai cryptocurrency.
Perubahan dalam kebijakan crypto AS telah mempengaruhi penilaian ulang ini, terutama setelah perintah eksekutif dari Presiden Donald Trump yang memberi sinyal dukungan untuk aset digital. Pendekatan Trump berbeda dengan pendekatan pemerintahan Biden. Selain itu, perubahan regulasi di AS dapat menunjukkan lingkungan yang lebih menguntungkan bagi cryptocurrency. Pengunduran diri Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) Gary Gensler, yang dikenal karena pengawasannya yang ketat, bersama dengan penunjukan seorang czar kripto dan seorang Menteri Keuangan pro-bitcoin, menunjukkan kemungkinan regulasi yang lebih jelas dan lunak. Perkembangan ini disambut dengan optimisme dalam industri crypto.
Selain perubahan regulasi, diskusi di AS muncul tentang pengakuan bitcoin sebagai aset cadangan strategis. Beberapa negara bagian telah mengusulkan undang-undang untuk mengklasifikasikan bitcoin dengan cara ini, yang berpotensi menguatkan perannya dalam keamanan finansial. Negara lain juga mempertimbangkan kebijakan serupa, yang menunjukkan tren global yang lebih luas menuju integrasi bitcoin ke dalam kerangka ekonomi nasional.
Ketidakpastian terus menyelimuti pendekatan regulasi India terhadap aset digital. Pemerintah sebelumnya berencana untuk merilis makalah diskusi tentang cryptocurrency pada September 2024, tetapi proses penilaian ulang ini telah menimbulkan keraguan pada jadwal tersebut. Anggaran nasional terbaru tidak membahas cryptocurrency, meskipun ada seruan dari industri untuk reformasi pajak. Saat ini, India mengenakan pajak sebesar 30% pada keuntungan dari transaksi crypto dan pajak dipotong di sumber (TDS) sebesar 1%, sebuah kebijakan yang banyak orang argumen menghambat inovasi dan aktivitas pasar.








