Bitmine menambah 32.447 ETH ke kasnya pekan lalu, seiring dengan kenaikan mingguan ether yang paling kuat sejak Mei 2025. Perusahaan tersebut kini memiliki 5,85 juta ETH, dengan lebih dari 5,06 juta token yang di-stake.
Bitmine Menambah 32.447 ETH Seiring Kenaikan Harga Ether Sebesar 30% dalam Seminggu

Poin-poin Utama
- Bitmine membeli 32.447 ETH pekan lalu, sehingga total kepemilikannya naik menjadi 5,85 juta ETH.
- Harga Ethereum melonjak 30% saat Bitmine melakukan staking terhadap 5,06 juta ETH, sehingga meningkatkan proyeksi imbal hasil tahunannya menjadi $330 juta.
- Bitmine hampir mencapai target 5% ETH-nya, dengan potensi hadiah staking mencapai $381 juta per tahun.
Tom Lee Mengatakan Kenaikan Mingguan ETH Sebesar 30% Dapat Menandakan Pergerakan yang Lebih Besar
Bitmine Immersion Technologies melanjutkan akumulasi ether secara agresif pekan lalu, dengan membeli 32.447 ETH saat cryptocurrency tersebut melonjak 30% dalam kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari setahun.
Pembelian tersebut memperpanjang rentetan pembelian yang terus berlanjut setiap minggu sejak Bitmine meluncurkan strategi perbendaharaan ethereum pada 30 Juni 2025.
Per 23 Agustus, Bitmine memegang 5.847.611 ETH, yang bernilai sekitar $14,3 miliar dengan harga ether $2.440. Jumlah tersebut mewakili sekitar 4,8% dari perkiraan pasokan ethereum sebanyak 120,7 juta token, sehingga membawa perusahaan ini mendekati target yang telah ditetapkan untuk memiliki 5%.
Portofolio investasinya yang lebih luas juga mencakup 210 bitcoin, $308 juta dalam bentuk uang tunai dan sekuritas yang dapat diperdagangkan, serta kepemilikan saham di Beast Industries dan Eightco Holdings.
Lee Melihat Kenaikan Harga Ether sebagai Sinyal Potensial Terjadinya Breakout
Kenaikan mingguan Ether sebesar 30% merupakan yang terkuat sejak Mei 2025 dan, sebelumnya, Juli 2021.
Ketua Bitmine, Tom Lee, menunjuk kedua periode tersebut sebagai preseden historis. Ether kemudian menguat 170% setelah pergerakan pada Mei 2025 dan 167% setelah lonjakan pada Juli 2021.
"Dalam dua contoh sebelumnya tersebut, kenaikan mingguan >30% ini menandakan titik awal untuk pergerakan yang lebih besar pada ETH," kata Lee. Namun, kinerja masa lalu tidak menjamin bahwa pola tersebut akan terulang.
Lee mengatakan bahwa membaiknya kondisi keuangan, dorongan Wall Street ke arah tokenisasi, serta meningkatnya penggunaan blockchain oleh agen AI dapat memberikan dukungan tambahan.
"Kami memperkirakan pelonggaran kondisi keuangan akan menjadi angin segar bagi kripto," katanya.
Dia juga memperkirakan ethereum akan menguat relatif terhadap bitcoin selama siklus kripto berikutnya, dengan alasan bahwa reli ETH/BTC sebelumnya didorong oleh kasus penggunaan baru seperti penawaran koin perdana (ICO), NFT, dan stablecoin.
ETH yang Di-stake Melampaui 5 Juta
Bitmine juga mengalokasikan porsi yang lebih besar dari kasnya untuk staking.
Perusahaan tersebut menyatakan bahwa 5.067.309 ETH, senilai sekitar $12,4 miliar berdasarkan harga saat ini, telah di-stake per 23 Agustus. Jumlah tersebut mewakili sekitar 87% dari total kepemilikan ether perusahaan.
Pendapatan staking tahunan kini diproyeksikan mencapai sekitar $330 juta, berdasarkan aktivitas saat ini. Bitmine menyatakan bahwa operasi staking-nya baru-baru ini menghasilkan imbal hasil tahunan selama tujuh hari sebesar 2,67%.
Pada skala penuh, termasuk aset yang diinvestasikan melalui Made in America Validator Network dan mitra staking eksternal, Bitmine memperkirakan imbalan staking tahunan dapat mencapai sekitar $381 juta.
Kombinasi antara pembelian yang berkelanjutan, kenaikan pendapatan staking, dan pemulihan harga ether yang tajam semakin memperkuat eksposur Bitmine terhadap ethereum di berbagai aspek. Bagi para investor, strategi ini semakin terlihat bukan hanya sebagai taruhan kas terhadap harga ETH, tetapi juga sebagai upaya untuk mengubah salah satu kepemilikan ether korporat terbesar menjadi aset dengan imbal hasil berulang.
Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.












