ETF staking Ether dari Blackrock telah menarik dana sebesar $307,72 juta selama 20 hari arus masuk sejak akhir Juli tanpa mencatat satu hari pun penarikan bersih. Tren ini memperkuat argumen bahwa ETF Ethereum yang memberikan imbal hasil dapat menjadi pilar kedua yang penting dalam permintaan institusional terhadap ETH.
ETF Staking Ether Blackrock Mengumpulkan $308 juta dalam 20 Hari Seiring Total Aset Melampaui $1 miliar

Poin-Poin Utama
- ETHB milik Blackrock menarik dana sebesar $307,72 juta selama 20 hari arus masuk sejak 28 Juli, tanpa adanya hari dengan arus keluar bersih.
- Staking hingga 95% dari ETH berpotensi memperketat pasokan likuid dan memperluas daya tarik ethereum bagi para pencari imbal hasil.
- Para investor akan mengamati apakah ETHB dapat terus berkembang sejalan dengan dana ETHA Blackrock yang jauh lebih besar.
Blackrock Menyisihkan 75% dari ETHB Seiring Meningkatnya Arus Masuk
ETF ether terbaru dari Blackrock secara diam-diam membangun salah satu tren akumulasi yang paling konsisten di antara dana kripto.
Antara 28 Juli dan 11 September, ETF Ether Staking Blackrock, ETHB, mencatat 20 hari arus masuk dengan total $307,72 juta, tanpa ada satu hari pun yang mencatat arus keluar selama periode tersebut. Permintaan meningkat pesat menjelang akhir Agustus dan awal September. Dana tersebut menarik $42,64 juta pada 28 Agustus dan tambahan $52,91 juta pada 2 September.
Sejak diluncurkan di Nasdaq pada 12 Maret, ETHB telah mengumpulkan arus masuk bersih sebesar $830,67 juta, menurut SosoValue. Data Blackrock menunjukkan aset bersih mencapai sekitar $1,05 miliar hanya dalam waktu enam bulan sejak peluncuran.

Blackrock Menjual Ether Plus Yield
ETHB berbeda dari ETF ethereum spot standar karena ia melakukan staking antara 70% hingga 95% dari kepemilikannya.
Per 11 September, dana tersebut memegang sekitar 313.789 ETH yang di-stake, senilai $802,9 juta dan mewakili 74,55% dari total aset. Sebanyak 107.128 ETH lainnya, senilai $274,1 juta, tetap tidak di-stake. Tingkat imbal hasil staking selama 30 hari berada di angka 1,52%, sedangkan volume perdagangan harian rata-rata selama 30 hari sekitar 566.753 saham.

Komponen imbal hasil tersebut penting. ETF spot memberikan eksposur kepada investor terhadap harga ethereum. ETF staking menambahkan aliran pengembalian yang terkait dengan jaringan itu sendiri, yang berpotensi membuat ether lebih menarik bagi lembaga-lembaga yang membandingkan kripto dengan aset penghasil pendapatan.
ETHA Masih Mendominasi Permintaan Institusional
Pertumbuhan ETHB memang menonjol, namun dana spot ether andalan Blackrock tetap jauh lebih besar.
ETHA telah mengumpulkan arus masuk bersih sekitar $13 miliar dan memiliki aset bersih sekitar $9,11 miliar, menjadikannya instrumen Blackrock yang lebih disukai untuk eksposur ethereum institusional. Selisih tersebut menunjukkan bahwa staking melengkapi, bukan menggantikan, permintaan ETF spot tradisional.
Namun, tidak adanya arus keluar dari ETHB selama periode terakhir ini cukup signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa investor yang masuk ke produk tersebut sejauh ini berperilaku lebih seperti alokator strategis daripada pedagang jangka pendek.

Apa Artinya Hal Ini bagi Harga Ethereum
Bagi pasar kripto secara luas, ETF staking menciptakan sumber tambahan permintaan struktural terhadap ETH.
Arus masuk ETF yang baru membutuhkan eksposur terhadap ether yang mendasarinya. Ketika sebagian besar ETH tersebut kemudian di-stake, sebagian dari pasokan tersebut secara efektif keluar dari pasokan yang dapat diperdagangkan dengan mudah. Jika arus masuk terus berlanjut baik di ETHB maupun produk spot yang lebih besar seperti ETHA, kombinasi tersebut berpotensi mengetatkan pasokan likuid dan mendukung harga ethereum.
Dampak ini tidak boleh dilebih-lebihkan. ETHB masih jauh lebih kecil daripada ETHA, dan kondisi makro, selera risiko kripto, serta arus dana ETF secara luas akan tetap mendominasi pergerakan harga jangka pendek.
Namun, sinyal jangka panjangnya lebih sulit untuk diabaikan.
Wall Street tidak lagi membeli ethereum semata-mata untuk eksposur harga. Mereka mulai mengemas ETH sebagai aset produktif yang dapat menghasilkan imbal hasil, yang berpotensi memperluas basis investor institusional dan memperkuat alasan investasi di balik token tersebut.
Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.












