Pada hari Rabu, platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) Defillama dan bank investasi Web3 Forgd mengumumkan peluncuran Universal Token Ratings, sebuah sistem pemeringkatan untuk aset digital yang mirip dengan kerangka kerja evaluasi yang digunakan oleh lembaga pemeringkat kredit Moody's dan Fitch.
Peringkat Kripto Terbaru dari Defillama Menyoroti 128 Token

Universal Token Ratings Hadirkan Peringkat Gaya Wall Street ke Dunia Kripto
Sejauh ini, lebih dari 100 token telah menerima peringkat mulai dari AAA hingga CCC, menurut pengumuman yang dibagikan kepada Bitcoin.com News. Sistem ini dinamai Universal Token Ratings (UTR) dan kedua perusahaan tersebut menjelaskan bahwa peringkat tersebut tidak bersifat statis. UTR diperbarui secara berkala, dan Defillama serta Forgd menyatakan bahwa “peringkat suatu proyek dapat menurun hampir secara real-time ketika struktur pasarnya goyah, meskipun pengungkapan informasinya tetap tidak berubah.”
Melihat dasbor UTR, aset kripto DeFi Uniswap (UNI) menjadi kandidat teratas dengan peringkat AAA satu-satunya. Meteora (MET), Curve DAO (CRV), Raydium (RAY), Olexchange (O), Jito (JTO), Ether.fi (ETHFI), Dogecoin (DOGE), Zama (ZAMA), dan Pyth Network (PYTH) memiliki peringkat AA. Dasbor tersebut juga menampilkan metrik kinerja lainnya serta kapitalisasi pasar. Per Rabu, 26 Agustus 2026, UTR Defillama menyoroti 128 aset unik.

“Misi Defillama selalu menyajikan data yang jujur dan tidak bias,” jelas Ryan Celaj, Kepala Riset di Defillama. “Peringkat yang dihitung dari data pasar real-time merupakan kelanjutan alami dari misi tersebut, dan memberikan cara yang cepat serta terstandarisasi bagi pengguna kami untuk mengidentifikasi proyek-proyek yang memberikan hasil.”
Dari Moody’s ke Crypto: Model Peringkat Berusia Satu Abad Mendapat Sentuhan Baru
UTR memiliki kesamaan dengan apa yang telah dimanfaatkan oleh lembaga pemeringkat seperti Moody’s Ratings, Standard & Poor’s (S&P), dan Fitch Ratings selama puluhan tahun untuk menilai risiko gagal bayar. Moody’s mulai menerapkan hal ini pada obligasi pada tahun 1909, Fitch memulai proses tersebut beberapa tahun kemudian pada tahun 1924, dan S&P mengikuti jejak Fitch kira-kira pada periode yang sama. Peringkat triple A dianggap sebagai kualitas kredit tertinggi, sementara triple C dan di bawahnya sering disebut sebagai “junk.”
Moody’s dan S&P juga terlibat dalam industri aset digital terkait penambahan kerangka kerja evaluasi mereka sendiri. Moody’s memiliki Metodologi Peringkat Stablecoin khusus, sedangkan S&P menggunakan Penilaian Stabilitas Stablecoin skala 1 hingga 5 untuk mengukur kelayakan kredit dan risiko yang terkait dengan aset stablecoin tertentu. UTR baru dari Forgd dan Defillama bertujuan untuk menjadi “standar peringkat pertama dalam aset digital yang secara terus-menerus memverifikasi apakah kinerja pasar dunia nyata dari sebuah proyek token selaras dengan pengungkapan publiknya.”
Forgd Mengatakan Peringkat Token Harus Diperoleh, Bukan Hanya Diberikan
“Kripto memang telah memiliki daftar periksa transparansi, tetapi industri ini belum pernah memiliki sistem peringkat yang terus diperbarui,” kata Shane Molidor, Pendiri dan CEO Forgd, dalam pengumuman tersebut. “Peringkat kami memberi tahu Anda apakah pasar sedang berfungsi dengan baik saat ini. Universal Token Ratings dirancang sedemikian rupa sehingga skor adalah sesuatu yang harus terus Anda peroleh.”
Defillama dan Forgd Yakin Peringkat Dapat Membangun Kepercayaan Institusional
Kedua perusahaan tersebut menyatakan bahwa peluncuran ini terjadi pada saat kesadaran institusional terhadap aset kripto, blockchain, dan aplikasinya sedang berada di puncaknya. Defillama dan Forgd yakin bahwa standar yang ditetapkan industri, serupa dengan peringkat obligasi, akan membantu meningkatkan kepercayaan dan akuntabilitas. Tim-tim tersebut juga mencatat bahwa koin-koin baru yang diluncurkan melalui Token Generation Events (TGE) “memiliki peringkat sementara” sejak awal.
Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.












