Volume penyelesaian transaksi stablecoin Visa telah melonjak melampaui tingkat tahunan sebesar $20 miliar, naik lebih dari 15 kali lipat dibandingkan setahun yang lalu. Pertumbuhan ini memaksa penerbit kartu, pemberi pinjaman, dan bank untuk meninjau kembali cara mereka membiayai proses penyelesaian transaksi di pasar kripto yang selalu aktif.
Nilai Transaksi Stablecoin Visa Melampaui $20 Miliar Seiring Melonjaknya Volume Transaksi Kartu

Poin-Poin Utama
- Penyelesaian stablecoin Visa telah melampaui tingkat tahunan sebesar $20 miliar, dengan lebih dari 160 program kartu yang sudah beroperasi.
- Kredit on-chain memangkas biaya pembiayaan hingga 30% dan memungkinkan penyelesaian transaksi kartu dalam 7 hari.
- Pemberi pinjaman yang terhubung dengan Visa berupaya meningkatkan modal kerja dengan cukup cepat untuk mengimbangi pertumbuhan kartu stablecoin.
Kartu Stablecoin Visa Meluas ke Lebih dari 160 Program di Seluruh Dunia
Bisnis stablecoin Visa mulai terlihat bukan sekadar eksperimen, melainkan lebih sebagai jalur pembayaran baru.
Volume penyelesaian stablecoin di jaringan ini telah melampaui tingkat pertumbuhan tahunan sebesar $20 miliar, lebih dari 15 kali lipat dari level yang tercatat setahun sebelumnya. Pada saat yang sama, lebih dari 160 program kartu yang terhubung dengan stablecoin telah beroperasi secara global pada kuartal fiskal kedua Visa.
Volume pembayaran di seluruh program tersebut meningkat hampir 200% secara tahunan.
Inti beritanya bukan sekadar bahwa kartu kripto sedang berkembang. Melainkan bahwa infrastruktur keuangan di baliknya mulai berubah seiring dengan perkembangan tersebut.
Kartu Stablecoin Menciptakan Masalah Pendanaan Baru
Setiap program kartu harus memenuhi kewajiban penyelesaian hariannya sebelum pemegang kartu melunasi utang mereka.
Bagi penerbit besar, selisih tersebut biasanya dibiayai melalui fasilitas pinjaman sementara atau sekuritisasi. Namun, banyak program kartu stablecoin tahap awal hanya membutuhkan beberapa juta dolar pada satu waktu. Mereka juga melakukan penyelesaian tujuh hari seminggu.
Hal ini menimbulkan ketidaksesuaian yang canggung. Fasilitas kredit tradisional bisa jadi terlalu mahal dan proses dokumentasinya terlalu lambat bagi program-program kecil yang membutuhkan penarikan dan pelunasan modal setiap hari.
Visa menyatakan bahwa beberapa bisnis kartu yang terhubung dengan kripto oleh karena itu dibatasi bukan oleh permintaan pengguna, melainkan oleh akses ke modal kerja yang dirancang untuk siklus penyelesaian yang berjalan terus-menerus.
Credit Coop Hadirkan Pembiayaan Penyelesaian Transaksi On-chain
Credit Coop, bekerja sama dengan Visa, telah membangun fasilitas kredit bergulir yang denominasi stablecoin untuk mengatasi kesenjangan tersebut.
Sistem ini menggunakan kontrak pintar bernama Spigot untuk mengarahkan piutang penyelesaian dan secara otomatis memproses pembayaran kembali. Sistem ini dirancang untuk menjalankan peran yang serupa dengan lockbox pemberi pinjaman tradisional, namun melalui kode.
Di seluruh platform, lebih dari 9.000 pembayaran telah dieksekusi secara on-chain.
Credit Coop juga menerima file penyelesaian resmi dari Visa secara langsung, sehingga pemberi pinjaman dapat membandingkan data jaringan dengan riwayat pembayaran on-chain. Seiring semakin banyaknya pemberi pinjaman yang merasa nyaman dengan struktur ini, biaya pinjaman untuk program-program yang berpartisipasi telah turun hingga 30%.
Pendanaan Senilai $2,5 Miliar Tanpa Kasus Gagal Bayar
Bukti paling kuat sejauh ini datang dari Rain, Anggota Utama Visa yang telah menggunakan Credit Coop untuk mendanai penyelesaian harian sejak Agustus 2023.
Di seluruh platformnya, Credit Coop menyatakan telah membiayai volume kumulatif lebih dari $2,5 miliar, memproses lebih dari 3.000 transaksi pinjaman dan 9.000 pembayaran kembali, tanpa satupun kasus gagal bayar.
Karta kemudian menggunakan model yang sama saat membangun riwayat kreditnya sebelum mendapatkan fasilitas kredit institusional sebesar $125 juta sebagai bagian dari paket pembiayaan yang lebih besar senilai $140 juta. Perkembangan tersebut penting bagi bank dan pemberi pinjaman.
Kartu yang terhubung dengan stablecoin tidak hanya memperluas pembayaran kripto. Kartu tersebut juga menciptakan kelas baru kredit yang didukung piutang yang dapat dipantau dan dilayani secara real-time.
Bagi Visa, angka $20 miliar ini sangat signifikan karena menunjukkan bahwa stablecoin semakin merasuk ke dalam infrastruktur pembayaran arus utama. Hambatan pertumbuhan berikutnya mungkin bukanlah adopsi. Melainkan, pembiayaan lapisan penyelesaian yang cukup cepat untuk mengimbangi perkembangan tersebut.
Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.











