Pembelian token terbesar yang diungkapkan oleh World Liberty Financial ternyata terkait dengan seorang pengusaha Tiongkok yang sedang diselidiki oleh pihak berwenang Inggris atas dugaan pencucian uang, demikian dilaporkan The New York Times, dengan dana hingga $75 juta mengalir ke keluarga Trump dan entitas-entitas yang terkait dengan Witkoff.
NYT: WLFI yang Didukung Trump Menerima $100 juta dari Seorang Tersangka Pencucian Uang

Poin-poin Utama
- Aqua1 Foundation membeli token WLFI senilai $100 juta pada 26 Juni, menurut The New York Times.
- Aqua1 terkait dengan Guren "Bobby" Zhou, yang ditangkap di Inggris pada tahun 2021 atas dugaan pencucian uang.
- Dua karyawan Zhou didakwa pada September 2025; persidangan mereka dijadwalkan pada tahun 2028.
Pembelian WLFI Terbesar Hingga Saat Ini
The New York Times melaporkan bahwa investasi senilai $100 juta dalam token tata kelola WLFI milik World Liberty Financial—yang merupakan pembelian tunggal terbesar yang diungkapkan ke publik hingga saat ini—dapat ditelusuri kembali ke Guren "Bobby" Zhou, seorang pengusaha Tiongkok yang saat ini sedang diselidiki secara aktif oleh penegak hukum Inggris atas dugaan pencucian uang.
Pembelian tersebut dilakukan pada 26 Juni melalui Aqua1 Foundation yang berbasis di UEA, sebuah peristiwa yang diliput oleh Bitcoin.com News saat kesepakatan itu terwujud, dengan menggambarkan Aqua1 sebagai investor individu terbesar WLFI pada saat itu. Yang tidak diketahui saat itu, dan kini menjadi fokus liputan NYT, adalah siapa yang berada di balik modal Aqua1.

Sebanyak hingga $75 juta dari total $100 juta tersebut dialokasikan ke entitas-entitas yang dikendalikan oleh keluarga Trump dan afiliasi pendiri bersama World Liberty Financial, Zach Witkoff. World Liberty Financial, yang diluncurkan pada tahun 2024 sebagai proyek keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang menghubungkan keuangan tradisional dengan sistem berbasis blockchain, didirikan bersama oleh keluarga Trump dan keluarga Witkoff, dengan keluarga Trump berhak atas 75% dari seluruh hasil penjualan token WLFI berdasarkan struktur token proyek tersebut. Token WLFI memberikan hak tata kelola dan hak suara, bukan kepemilikan saham di perusahaan.
Siapakah Bobby Zhou
Zhou ditangkap di Inggris pada Maret 2021 atas dugaan pencucian uang. Sebuah berkas pengadilan Inggris yang diajukan pada November lalu menuduhnya terlibat bersama lima orang lainnya dalam operasi pencucian uang yang bermula sejak 2019. Dua karyawan lama Zhou didakwa pada September 2025, dan salah satunya telah mengaku bersalah; persidangan bagi para terdakwa dijadwalkan pada 2028.
Pejabat Inggris mengonfirmasi bahwa penyelidikan terhadap Zhou masih berlangsung hingga akhir Juli 2026. Terpisah dari itu, pengadilan Tiongkok telah mengeluarkan putusan perdata terhadap Zhou dengan total sekitar 19,4 juta yuan, atau sekitar $2,4 juta, terkait pinjaman yang belum dilunasi. Meskipun demikian, Zhou belum secara resmi didakwa dengan tindak pidana apa pun hingga saat ini.
Terakhir, perlu disebutkan bahwa Zhou bertemu dengan Eric Trump di Dubai untuk membahas investasi tersebut dan menggambarkan keterlibatannya sebagai partisipasi dalam “usaha kripto keluarga Trump.” Sumber dana sebesar $100 juta yang digunakan Aqua1 untuk membeli saham WLFI masih belum jelas, dan laporan tersebut mencatat bahwa belum ada bukti yang dipublikasikan yang mengaitkan dana spesifik yang digunakan dalam pembelian tersebut dengan aktivitas pencucian uang apa pun.
Pola Aliran Modal Asing ke WLFI
Ini bukan pertama kalinya investasi WLFI yang terkait dengan pihak asing menjadi sorotan, mengingat Senator Elizabeth Warren telah meminta Menteri Keuangan Scott Bessent awal tahun ini untuk meninjau kesepakatan WLFI terpisah yang lebih besar senilai $500 juta karena kekhawatiran keamanan nasional, setelah sebuah entitas investasi yang terkait dengan UEA mengakuisisi 49% saham dalam proyek tersebut tepat sebelum pelantikan Trump.
Kesepakatan sebelumnya itu juga telah memicu penyelidikan oleh Komite Khusus DPR. Baik World Liberty Financial, Eric Trump, maupun Zach Witkoff belum mengeluarkan pernyataan publik menanggapi laporan The Times mengenai latar belakang Zhou. Perusahaan tersebut sebelumnya telah menyatakan bahwa penjualan tokennya mematuhi persyaratan pengungkapan yang berlaku.
Bagaimanapun, pengungkapan ini menambah daftar pertanyaan yang semakin panjang mengenai praktik uji tuntas di balik penggalangan dana WLFI, yang telah mengumpulkan ratusan juta dolar dari penjualan token (baik di dalam negeri maupun luar negeri). Dengan penyelidikan terhadap Zhou di Inggris yang masih berlangsung dan persidangan pidana bagi rekan-rekannya yang baru dijadwalkan pada tahun 2028, kasus ini tampaknya tidak akan segera terselesaikan.
Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.










