Indonesia telah memblokir akses ke platform pasar prediksi berbasis kripto Polymarket setelah situs tersebut membuka pasar taruhan mengenai apakah Presiden Prabowo Subianto akan mundur dari jabatannya sebelum masa jabatannya berakhir pada tahun 2029.
Indonesia Memblokir Polymarket Setelah Pengguna Bertaruh Bahwa Prabowo Akan Mengundurkan Diri Sebelum 2029

Poin Utama
- Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia memblokir Polymarket pada 22 Mei 2026, dengan mengacu pada undang-undang perjudian online.
- Larangan tersebut dilakukan setelah Polymarket membuka pasar taruhan mengenai kemungkinan Presiden Prabowo Subianto mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029.
- Pihak berwenang Indonesia telah membekukan lebih dari 33.000 rekening bank pada tahun 2026 sebagai bagian dari tindakan keras yang lebih luas terhadap taruhan online.
Pemerintah Indonesia Memblokir Polymarket Berdasarkan Undang-Undang Perjudian Online
Pemblokiran tersebut diumumkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia, yang dikenal secara lokal sebagai Komdigi, pada atau sekitar tanggal 22 Mei 2026, menurut beberapa media lokal. Langkah ini diambil beberapa hari setelah pasar Polymarket diluncurkan pada 21 Mei, yang memungkinkan pengguna bertaruh pada kemungkinan Prabowo mundur lebih awal dari jabatannya. Pasar tersebut segera menarik perhatian di media sosial Indonesia, media berita, dan mempercepat tindakan pemerintah.
Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital di Komdigi, tegas mengenai posisi pemerintah. "Pemerintah tidak akan membiarkan bentuk perjudian online apa pun di Indonesia," katanya, menambahkan bahwa aktivitas yang melibatkan "taruhan dan spekulasi atas peristiwa yang belum pasti" melanggar hukum Indonesia terlepas dari apakah menggunakan infrastruktur blockchain atau kripto.
Komdigi mengklasifikasikan Polymarket sebagai platform perjudian online yang beroperasi dengan kedok pasar prediksi. Berdasarkan hukum Indonesia, bertaruh pada peristiwa masa depan yang tidak pasti, termasuk politik, olahraga, dan hasil ekonomi, memenuhi ambang batas hukum untuk perjudian. Pejabat mengatakan pemblokiran tersebut dimaksudkan untuk melindungi masyarakat, terutama pengguna muda, dari kerugian finansial yang terkait dengan aktivitas spekulatif.
Kementerian tersebut juga menyatakan sedang melacak dan membatasi akun media sosial yang terkait dengan Polymarket untuk menerapkan larangan yang lebih menyeluruh di berbagai platform.
Polymarket belum mengeluarkan pernyataan publik sebagai tanggapan atas pemblokiran tersebut hingga laporan awal ini. Pengguna Indonesia yang diblokir melalui pembatasan tingkat DNS di tingkat ISP masih dapat mengakses platform tersebut melalui VPN.
Larangan ini merupakan bagian dari upaya nasional yang telah berlangsung lama. Judi dilarang di Indonesia, negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang berjumlah sekitar 280 juta orang dan memiliki larangan ketat terhadap segala bentuk taruhan. Otoritas telah memblokir jutaan domain terkait judi dan membekukan lebih dari 33.000 rekening bank yang terkait dengan aktivitas taruhan online dalam tindakan penegakan hukum pada awal 2026. Pemerintah mengoordinasikan penegakan hukum di berbagai lembaga, termasuk regulator keuangan OJK dan penegak hukum.
Pasar Polymarket terkait Prabowo muncul tak lama setelah presiden mengumumkan rencana untuk mengonsolidasikan kendali atas ekspor komoditas kunci, termasuk minyak sawit, batu bara, dan nikel, melalui lembaga negara. Kebijakan tersebut menuai sorotan ekonomi dan mungkin berkontribusi pada meningkatnya popularitas pasar tersebut secara online.
Indonesia bukan satu-satunya negara yang membatasi platform pasar prediksi. Polymarket telah menghadapi pemblokiran atau pembatasan akses di Singapura, Brasil, dan India, dengan pembatasan tambahan di Taiwan dan Thailand. Pasar prediksi secara global menghadapi tekanan regulasi terkait klasifikasi perjudian, operasi tanpa izin, dan kekhawatiran tentang manipulasi spekulatif.
Pemerintah Indonesia telah merumuskan sikap penegakan hukum digitalnya dengan tujuan membangun lingkungan online yang "aman, sehat, dan produktif", sebagaimana dijelaskan oleh pejabat terkait. Dalam praktiknya, hal ini berarti platform yang memfasilitasi segala bentuk taruhan, termasuk yang menggunakan infrastruktur terdesentralisasi, akan diperlakukan secara hukum sama dengan situs taruhan tradisional.
Polymarket diluncurkan pada tahun 2020 dan telah berkembang menjadi salah satu platform pasar prediksi yang paling banyak digunakan secara global, dengan pasar yang mencakup pemilihan umum, peristiwa geopolitik, dan indikator ekonomi. Struktur desentralisasinya dan penyelesaian berbasis kripto tidak membuatnya kebal terhadap pembatasan tingkat nasional.
Bagi pengguna Indonesia, platform ini bergabung dengan daftar layanan yang diblokir yang terus bertambah. Bagi Polymarket, Indonesia menambah satu yurisdiksi lagi di mana akses bergantung pada VPN.

















