Peneliti on-chain ZachXBT telah menerbitkan laporan investigasi mendalam mengenai LAB, sebuah proyek terminal perdagangan berbasis AI dengan valuasi sepenuhnya terdilusi sebesar $6 miliar, yang menuduh bahwa pihak dalam mengendalikan lebih dari 95% pasokan token sambil menjalankan setidaknya empat mekanisme secara bersamaan untuk mengeruk keuntungan dari para investor ritel.
ZachXBT Mengatakan 95% Token LAB Dikendalikan oleh Pihak Dalam, Sementara Penyelidikan Mengungkap Skema Penipuan Terhadap Investor Ritel di Berbagai Sektor

Poin Utama
Proyek senilai $6 Miliar yang Dibangun di Atas Pasokan Tersembunyi
LAB meluncurkan acara pembangkitan token pada Oktober 2025, memposisikan dirinya sebagai terminal perdagangan yang didukung AI. Pada awal Mei 2026, harga token melonjak lebih dari 350% dalam waktu kurang dari 72 jam, sempat menyentuh valuasi sepenuhnya terdilusi (FDV) sebesar $6 miliar sebelum anjlok lebih dari 65% dalam hitungan jam, sebuah pergerakan yang menurut ZachXBT dirancang secara terkoordinasi dengan pembuat pasar yang tidak dikenal dan pihak dalam Bitget.

Penyelidikan menunjukkan dompet yang terkait dengan tim LAB menyetor 96 juta token LAB ke akun Bitget sesaat sebelum lonjakan harga. Antara Maret dan April 2026, pihak dalam mengumpulkan 226 juta LAB di alamat Bitget, di mana token tersebut tidak aktif. Kemudian, seperti yang dilaporkan Bitcoin.com News, 100 juta LAB senilai sekitar $480 juta
dipindahkan ke 10 dompet yang baru dibuat dalam rentang waktu 12 jam antara 11 dan 12 Mei.Empat Cara Tim Mengekstraksi Dana dari Investor Ritel
ZachXBT memaparkan beberapa mekanisme pengambilan dana yang berjalan secara bersamaan:
(i) Pinjaman OTC pribadi: Co-founder Vova Sadkov menandatangani perjanjian pinjaman dengan suku bunga bulanan 7,5% selama enam bulan, dengan transaksi OTC dihargai dengan diskon 60–80% dari harga pasar. Beberapa perjanjian mewajibkan tokoh berpengaruh (KOL) untuk memposting promosi proyek berulang kali sebelum token mereka dapat dicairkan, persyaratan promosi yang terintegrasi langsung dalam ketentuan keuangan.
(ii) Perubahan periode vesting: Tim LAB secara sepihak memperpanjang periode cliff bagi peserta penjualan publik dari tiga bulan menjadi sembilan bulan tanpa persetujuan pembeli. Peserta yang menyetujui ketentuan lockup tertentu mendapati ketentuan tersebut diubah setelah fakta.
(iii) Penarikan kembali hadiah pemasaran: Para kreator yang menjalankan kampanye promosi untuk LAB melaporkan harus menunggu berbulan-bulan untuk pembayaran, tanpa klarifikasi dari tim mengenai jadwal atau apakah pembayaran akan dilakukan sama sekali.
(iv) Pembuatan pasar yang tidak transparan: ZachXBT mengidentifikasi perjanjian pembuatan pasar antara LAB dan pihak lawan yang tidak disebutkan namanya, di mana syarat-syaratnya tidak pernah diungkapkan kepada pemegang token, sebuah struktur yang memungkinkan pengelolaan harga yang terkoordinasi tanpa transparansi sama sekali.
Sudut Pandang Bitget
Dalam semua ini, ZachXBT secara khusus menyebut Bitget, menyebut bursa tersebut sebagai bagian dari "kartel CEX Tiongkok" yang memfasilitasi skema-skema ini. Ia juga menyebut Shawn Liu, bukan CEO yang tampil di publik Gracy Chen, sebagai operator di balik layar, dengan tuduhan bahwa Liu memfasilitasi pengaturan ini sementara Chen bertindak sebagai wajah publik bursa.
ZachXBT juga menawarkan hadiah $10.000 yang ditujukan kepada pendiri LAB, Vova Sadkov, untuk mencari kontrak, catatan obrolan, atau dokumen internal terkait aktivitas market-making di berbagai bursa. Perkembangan ini mengikuti pengungkapannya mengenai token RAVE, di mana ia menuduh bahwa kelompok yang mengendalikan lebih dari 90% pasokan beredar token tersebut mengoordinasikan perdagangan di berbagai bursa untuk melakukan skema pump-and-dump.
Pendiri LAB, Vova Sadkov, dan rekan pendiri Mark sebelumnya menjalankan Eesee, sebuah proyek yang membuat investor merasa ditinggalkan ketika tim tersebut beralih haluan tanpa memenuhi komitmen mereka.















