Stablecoin USDT milik Tether sempat menyalip ether dan menjadi mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan nilai sekitar $186,06 miliar dibandingkan dengan $185,66 miliar milik ether. Penerbitan stablecoin dan melemahnya nilai ether tampaknya menjadi faktor utama di balik perubahan posisi yang jarang terjadi ini.Key Takeaways
USDT dari Tether Menggeser Ether dalam Kapitalisasi Pasar Seiring Stablecoin Tersebut Melonjak ke Angka $186 Miliar

- </span></p>
- <p><span style="font-weight: 400;">Poin-Poin Penting: </span></p>
- <ul>
- <li><span style="font-weight: 400;">USDT sempat melampaui ether berdasarkan kapitalisasi pasar dengan angka sekitar $186,06 miliar berbanding $185,66 miliar, untuk pertama kalinya dalam kurun waktu sekitar 8 tahun. </span></li>
- <li><span style="font-weight: 400;">Pertumbuhan Tether yang didorong oleh penerbitan bertepatan dengan penurunan harga ether mendekati $1.500, sehingga menutup celah yang telah menyempit selama berbulan-bulan. </span></li>
- <li><span style="font-weight: 400;">Ether kemudian merebut kembali posisi kedua seiring menguatnya harga, namun kenaikan USDT yang terus berlanjut mencerminkan dominasi stablecoin yang semakin meningkat hingga melampaui $320 miliar.</span></li>
- </ul>
- <p><span style="font-weight: 400;">
Penerbitan Meningkat, Harga Ether Turun
Perubahan posisi ini menempatkan USDT di depan ether (ETH), aset asli jaringan Ethereum, dalam peringkat di bawah bitcoin. Pada saat perubahan tersebut, ether diperdagangkan dalam kisaran $1.500 hingga $1.560, level yang menekan valuasi totalnya meskipun pasokan Tether terus bertambah.
Mekanisme pergerakan ini cukup sederhana karena USDT dipatok satu banding satu terhadap dolar AS, sehingga kapitalisasi pasarnya hanya mencerminkan jumlah token yang beredar. “Yang menekan kapitalisasi pasar ether adalah harganya, sedangkan yang memperluas kapitalisasi pasar USDT adalah penerbitannya,” kata para analis, merangkum perbedaan yang telah berkembang selama berbulan-bulan.

Pertumbuhan Tether tak terbendung, dengan USDT perusahaan tersebut terus menambah pasokan baru senilai miliaran selama setahun terakhir seiring melonjaknya permintaan likuiditas dolar di blockchain, dan dominasi Tether di sektor stablecoin tetap berkisar antara 58% hingga 59%. Kapitalisasi pasar Tether telah melampaui beberapa tonggak penting selama perjalanannya ke atas, dan CEO Paolo Ardoino telah berulang kali menyatakan bahwa ekspansi token ini merupakan tanda evolusi Tether yang semakin berkembang menjadi infrastruktur inti pasar.
Selain itu, perlu disebutkan bahwa pasar stablecoin secara keseluruhan baru-baru ini melampaui ambang batas $320 miliar, sekali lagi menunjukkan betapa pentingnya token yang dipatok terhadap dolar bagi sistem dasar kripto. Seiring dengan hal tersebut, Tether juga mengumumkan kemarin bahwa mereka telah berhasil mentransfer nilai sebesar $100 miliar melintasi berbagai jaringan hanya dalam waktu 525 hari (yang juga merupakan rekor waktu tercepat).

Angka-angka tersebut sebagian besar didorong oleh kasus penggunaan USDT yang semakin luas, seperti adopsi oleh pengguna individu dan entitas.
Meskipun demikian, bagi Ether, situasi ini patut dikhawatirkan, mengingat valuasinya terus merosot selama berbulan-bulan. Tidak hanya itu, fakta bahwa sebuah stablecoin sempat melampaui nilai platform kontrak pintar terbesar kedua menandakan pergeseran yang tampaknya mendefinisikan siklus pasar saat ini, di mana modal tampaknya mengalir ke token dolar demi kegunaan dan keamanan, bahkan saat aset spekulatif kehilangan pijakan.
Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.
















