Layanan perdagangan saham AS yang baru diluncurkan oleh Binance telah mengumpulkan aset kelolaan lebih dari $400 juta hanya dalam waktu satu minggu setelah diluncurkan, sebuah tanda awal tingginya permintaan seiring dengan upaya bursa tersebut untuk mengembangkan saham yang ditokenisasi.
Layanan Perdagangan Saham AS Terbaru Binance Mengumpulkan $400 Juta pada Minggu Pertama

Poin Utama
Awal yang Cepat untuk Upaya Perluasan Saham Binance
Binance, bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan, mengonfirmasi bahwa layanan perdagangan saham barunya telah melampaui $400 juta dalam aset yang dikelola (AUM) hanya satu minggu setelah peluncuran. Layanan ini diluncurkan pada 1 Juni, membuka akses ke lebih dari 7.000 saham dan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang terdaftar di AS bagi pelanggan yang memenuhi syarat di luar Amerika Serikat.

Binance menawarkan saham-saham tersebut tanpa komisi perdagangan dan posisi fraksional mulai dari hanya $5, yang didanai dengan stablecoin tether (USDT) dan usd coin (USDC) serta token aslinya, BNB. Saham-saham yang mendasari disimpan oleh pialang kliring yang diatur oleh AS, dan pembeli tetap berhak atas dividen dan tindakan korporasi yang berlaku.
Peluncuran saham ini merupakan langkah terbaru Binance dalam upayanya menjadi "super app" keuangan yang mencakup kripto, saham, dan pembayaran. Bagi generasi pengguna yang sudah mengelola uang mereka di dompet kripto, penawaran ini mencakup tidak adanya akun pialang terpisah, tidak terikat pada jam operasional perbankan tradisional, serta penyelesaian transaksi menggunakan stablecoin yang sudah dimiliki pengguna.Mengumpulkan $400 juta dalam tujuh hari menunjukkan bahwa penawaran ini telah diterima secara luas, bahkan di tengah aksi jual pasar yang meluas yang telah menghantam harga token. Hal ini juga menempatkan Binance tepat di tengah persaingan yang kini melibatkan perusahaan kripto asli dan pialang tradisional, yang semuanya berlomba-lomba untuk menggabungkan saham dan aset digital menjadi satu pengalaman.
'Bstocks' yang Ditokenisasi Adalah Tujuan Akhir yang Sebenarnya
Layanan perdagangan saham hanyalah langkah awal karena, bersamaan dengan peluncuran yang disebutkan di atas, Binance juga telah memperkenalkan Bstocks, versi token dari saham dan ETF AS tertentu yang dapat dicetak oleh pengguna dengan mengonversi saham yang memenuhi syarat menjadi token digital di BNB Chain. Token ini dirancang untuk penyelesaian yang hampir seketika dan untuk terhubung langsung ke aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), sesuatu yang tidak pernah dapat dilakukan oleh sertifikat saham konvensional.
Struktur ini didukung oleh rekayasa regulasi, dengan Bstocks akan diterbitkan oleh BTECH Holdings Ltd, sebuah entitas khusus (SPV) yang terdaftar di Abu Dhabi Global Market (
yurisdiksi yang telah mendukung proyek-proyek tokenisasi). Produk ini masih menunggu persetujuan regulasi dan direncanakan akan diluncurkan dalam beberapa minggu ke depan, bukan pada saat peluncuran.Jika Bstocks berhasil, mereka berpotensi mengubah eksposur ekuitas pasif menjadi aset on-chain yang dapat diintegrasikan (dapat digunakan sebagai jaminan, diperdagangkan 24 jam, dan dipindahkan di seluruh ekosistem BNB). Itulah jembatan antara keuangan tradisional dan kripto yang telah dijanjikan industri selama bertahun-tahun.
Pasar yang Melaju Menuju Triliunan
Dari sudut pandang luar, Binance bertaruh pada sektor yang saat ini masih kecil namun tumbuh pesat. Aset ekuitas yang ditokenisasi telah naik dari di bawah $300 juta pada awal 2025 menjadi sekitar $1,5 miliar, dan Binance Research berargumen bahwa peluangnya jauh lebih besar, dengan proyeksi aset yang ditokenisasi dapat mencapai $1,6 triliun pada 2030, bahkan dengan tingkat adopsi yang moderat.
Pasar aset tokenized yang lebih luas, dipimpin oleh Treasurys, telah melampaui $34 miliar, lonjakan 10 kali lipat yang menunjukkan bahwa infrastruktur institusional sedang dibangun kembali di atas rel blockchain. Namun, regulasi tetap menjadi faktor penentu. Seperti dilaporkan Bitcoin.com News sebelumnya, saham AS yang ditokenisasi perlahan mendekati kerangka pengecualian SEC yang lebih jelas, dan pimpinan Binance sendiri menyebut 12 hingga 18 bulan ke depan sebagai titik balik penentu bagi tokenisasi.
Aturan yang lebih ramah di Washington akan memungkinkan produk seperti Bstocks berkembang melampaui struktur SPV luar negeri dan menjangkau pasar utama. Untuk saat ini, angka $400 juta hanyalah cerita momentum, bukan cerita yang sudah selesai, karena angka-angka tersebut masih perlu terus naik untuk membuktikan bahwa permintaan tersebut berkelanjutan, bukan sekadar keingintahuan pada minggu peluncuran.
















