ETF kripto spot AS menutup pekan yang penuh gejolak dengan arus masuk positif ke produk-produk bitcoin, ether, XRP, dan solana. Ether memimpin dengan arus masuk bersih sebesar $104 juta, sementara dana HYPE mengalami penarikan dana untuk pekan kedua berturut-turut.
ETF Ether Menambah $104 Juta Saat Arus Modal Mingguan Tiga Kali Lipat dari Total Bitcoin

Poin Utama
- ETF ether memimpin pada 20–24 Juli dengan $103,90 juta, sementara dana bitcoin hanya menambah $33,79 juta.
- IBIT milik Blackrock mengalami kerugian sebesar $95,5 juta karena institusi lebih memilih ether daripada bitcoin.
- HYPE mengalami kerugian sebesar $8,6 juta untuk minggu kedua berturut-turut karena ETF berbiaya rendah meningkatkan tekanan pada bursa kripto.
ETF Ether Mengungguli Bitcoin karena Aksi Jual di Akhir Pekan Mengikis Keuntungan Dana Kripto
Investor dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) kripto memulai pekan ini dengan membeli secara meyakinkan dan mengakhirinya dengan bergegas keluar. Perubahan arah ini tajam, tetapi tidak cukup kuat untuk menghapus keuntungan awal pada dana bitcoin dan ether.
Dari 20 Juli hingga 24 Juli, ETF bitcoin spot AS menarik arus masuk bersih sebesar $33,79 juta. Dana Ether menarik $103,90 juta, kira-kira tiga kali lipat dari total Bitcoin. ETF XRP menambah $8,15 juta, sementara produk Solana mengumpulkan $7,2 juta.
ETF HYPE bergerak ke arah yang berlawanan, mencatat arus keluar bersih sebesar $8,61 juta.

Kenaikan Awal Bitcoin Memudar
ETF Bitcoin dibuka dengan tiga sesi yang kuat. Produk-produk tersebut menarik $227 juta pada Senin, $203 juta pada Selasa, dan $69 juta pada Rabu, memperpanjang tren arus masuk yang dimulai pada pekan sebelumnya.
Momentum tersebut terhenti pada Kamis dengan arus keluar sebesar $225 juta. Pada hari Jumat, dana sebesar $240 juta kembali keluar dari dana-dana tersebut, sehingga mengurangi total mingguan menjadi kurang dari $34 juta.
IBIT milik Blackrock menutup pekan ini dengan arus keluar bersih sebesar $95,5 juta, sementara GBTC milik Grayscale mengalami kerugian sebesar $83,7 juta. BTCW milik Wisdomtree dan EZBC milik Franklin Templeton juga mencatat penarikan sebesar $5,1 juta dan $5,6 juta.
ARKB milik ARK 21Shares memimpin daftar pemenang dengan arus masuk sebesar $78,1 juta. Bitcoin Mini Trust milik Grayscale bertambah sebesar $85,8 juta, sementara FBTC milik Fidelity menarik $35,2 juta. MSBT milik Morgan Stanley naik sebesar $15,7 juta, dan BITB milik Bitwise mengumpulkan $7,2 juta.
Arus masuk mingguan Bitcoin turun sekitar 55% dari $75,67 juta pada pekan sebelumnya. Dibandingkan dengan total aset akhir sebesar $77,82 miliar, penambahan tersebut hanya mewakili sekitar 0,04% dari total aset.
Ether Memimpin Saat Investor Altcoin Menjadi Lebih Selektif
ETF Ether mencatatkan kinerja mingguan yang lebih kuat. Mereka mencatat arus masuk sebesar $38 juta pada hari Senin, $37 juta pada hari Selasa, $73 juta pada hari Rabu, dan $26 juta pada hari Kamis.

Hasil ini menunjukkan bahwa permintaan institusional tetap condong ke arah ether. Daya tariknya melampaui eksposur harga, mencakup aktivitas di stablecoin, keuangan terdesentralisasi, penyelesaian transaksi berbasis blockchain, dan strategi kas korporasi.
Arus dana ETF altcoin lebih terkendali. Dana XRP menarik $2,49 juta pada hari Senin dan $5,66 juta pada hari Selasa, menutup pekan ini dengan $8,15 juta. ETF Solana memperoleh $2,64 juta dan $5,83 juta pada dua sesi pertama, kemudian kehilangan $1,27 juta pada hari Rabu. Tidak ada arus dana lanjutan setelah itu.
Dana HYPE terus mengalami kesulitan. Setelah hari Senin yang sepi, dana tersebut kehilangan sekitar $698.000 pada hari Selasa, $1,02 juta pada hari Kamis, dan $6,89 juta pada hari Jumat.
Pola dua bagian pada pekan ini mencerminkan pergeseran selera risiko yang lebih luas. Permintaan awal terhadap kripto berganti menjadi kehati-hatian seiring laporan keuangan sektor teknologi yang memicu kembali kekhawatiran mengenai pengeluaran untuk kecerdasan buatan, sementara kenaikan harga minyak menambah risiko inflasi dan imbal hasil obligasi.
Pertumbuhan ETF juga mengubah wajah perdagangan kripto itu sendiri. Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, berpendapat bahwa dana berbiaya rendah mengancam perantara dengan margin tinggi, karena investor dapat memperoleh eksposur kripto melalui ETF hanya dengan beberapa basis poin. Bagi bursa asli, tekanan persaingan ini tidak lagi sekadar teori.

Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.
















