ETF bitcoin dan ether di AS mengalami penurunan total sebesar $520,09 juta pada hari Rabu, seiring dengan keputusan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023. XRP, Solana, dan dana HYPE justru mampu menahan tekanan tersebut dengan arus masuk dana yang moderat.
ETF Bitcoin dan Ether Kehilangan $520 juta Saat XRP Mengalami Penjualan Massal Akibat Kenaikan Suku Bunga The Fed

Poin-Poin Utama
- ETF Bitcoin dan Ether mengalami penurunan sebesar $520,09 juta pada hari Rabu setelah kenaikan suku bunga pertama oleh Fed sejak 2023.
- Dana XRP, Solana, dan HYPE menarik arus masuk dana, menunjukkan permintaan selektif meskipun kondisi pasar semakin ketat.
- Pasar akan memantau kemungkinan kenaikan suku bunga Fed berikutnya pada 2026, sementara permintaan terhadap ETF Bitcoin tetap berada di bawah tekanan.
Blackrock Memimpin Aksi Jual ETF Bitcoin dan Ether
Upaya baru Wall Street dalam memerangi inflasi berdampak langsung pada pasar kripto pada Rabu, 16 September.
ETF (exchange-traded funds) Bitcoin mencatat arus keluar bersih sebesar $295,98 juta, memperpanjang masa sulit bagi permintaan institusional karena kondisi keuangan yang lebih ketat membebani selera risiko.
IBIT milik Blackrock memimpin arus keluar dengan $144,11 juta, diikuti oleh ARKB milik Ark & 21Shares sebesar $84,40 juta. FBTC milik Fidelity kehilangan $52,72 juta, sementara GBTC milik Grayscale mengalami penurunan sebesar $18,22 juta. MSBT milik Morgan Stanley menjadi satu-satunya yang mencatat arus masuk sebesar $3,47 juta.
Nilai perdagangan ETF Bitcoin mencapai $2,81 miliar, sementara aset bersih turun menjadi $95,19 miliar. Penarikan terbaru ini menambah hambatan lain bagi harga Bitcoin, meskipun harganya telah pulih di atas $76.000.

Ether Kembali Mengalami Gelombang Penjualan Besar-besaran
ETF Ether mengalami kinerja yang lebih buruk dibandingkan dengan basis asetnya, dengan mencatat arus keluar bersih sebesar $224,11 juta.
ETHA milik Blackrock menyumbang $110,03 juta dari penurunan tersebut. FETH milik Fidelity kehilangan $55,58 juta, sementara ETHB milik Blackrock yang berfokus pada staking mengalami penurunan sebesar $19,76 juta. ETHV milik Vaneck mencatat arus keluar sebesar $14,03 juta. ETHE milik Grayscale dan TETH milik 21Shares masing-masing mengalami kerugian sebesar $13,93 juta dan $10,78 juta.
Tidak ada dana ether yang melaporkan arus masuk. Nilai perdagangan mencapai $1,20 miliar, dengan aset bersih menurun menjadi $15,16 miliar. Penurunan ini terjadi setelah arus keluar sebesar $141,47 juta pada hari Selasa, yang membuat ETF ether berada di bawah tekanan berkelanjutan setelah beberapa minggu permintaan institusional yang tangguh.
XRP, HYPE, dan Solana Menarik Pembeli
Kategori ETF kripto yang lebih kecil menunjukkan ketahanan yang lebih besar.
ETF XRP menarik $3,50 juta, seluruhnya melalui XRPZ dari Franklin. Nilai perdagangan harian mencapai $37,30 juta, sementara aset bersih ditutup pada $1,40 miliar. Arus masuk tersebut memberikan sinyal positif yang moderat bagi investor yang memantau korelasi harga XRP dengan arus harian ETF.
ETF HYPE bertambah sebesar $1,67 juta melalui HYPG dari Grayscale. Aset bersih ditutup pada $417,20 juta. ETF Solana naik tipis sebesar $836.930. BSOL dari Bitwise menarik dana sebesar $2,69 juta, diimbangi dengan penarikan sebesar $1,85 juta dari GSOL milik Grayscale. Aset bersih ditutup pada $1,38 miliar.
The Fed Membuka Bab Baru bagi Aset Berisiko
Peristiwa makro yang menentukan hari itu datang dari Washington.
Federal Reserve secara bulat menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75% hingga 4%, kenaikan pertama sejak Juli 2023. Para pejabat menyatakan inflasi masih tinggi dan menegaskan kembali komitmen mereka untuk mengembalikannya ke target 2%.
Proyeksi yang menyertai keputusan tersebut membawa sinyal yang sama pentingnya. 16 dari 18 pembuat kebijakan memperkirakan setidaknya satu kenaikan tambahan sebesar seperempat poin sebelum akhir tahun, sementara proyeksi median menempatkan suku bunga federal funds pada 4,1% pada akhir 2026.
Bagi bitcoin dan pasar kripto secara luas, prospek tersebut membuat biaya pinjaman dan likuiditas tetap menjadi fokus utama. Data ETF pada hari Rabu menunjukkan seberapa cepat posisi institusional dapat merespons ketika ekspektasi terhadap pembatasan moneter yang berkepanjangan meningkat.
Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.












