Nouriel Roubini, yang juga dikenal sebagai "Doctor Doom" berkat prediksinya yang akurat mengenai krisis keuangan 2008, kini bersikap optimis, memperkirakan pertumbuhan ekonomi global yang didorong oleh penerapan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), dengan Tiongkok dan Amerika Serikat sebagai motor penggeraknya.
Dokter Doom Memprediksi Ledakan Ekonomi Global yang Didorong oleh Kecerdasan Buatan

Poin Utama:
- Nouriel Roubini memprediksi AI akan menggerakkan pasar, mendorong pertumbuhan AS di masa depan hingga 4% pada tahun 2030 terlepas dari kondisi politik.
- Dalam Forum Ekonomi Greenwich, Roubini menyatakan bahwa AI bukanlah gelembung, melainkan akan menggerakkan pasar teknologi selama 20 tahun ke depan.
- Menurut Roubini, dinamika teknologi AS tidak terpengaruh oleh politik; inovasi AI akan mendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan hingga 10% pada tahun 2050.
Nouriel 'Doctor Doom' Roubini Memperkirakan Lonjakan Ekonomi Dunia Seiring Pertumbuhan AI
Meskipun beberapa analis menjadi pesimistis mengenai dampak dari meningkatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) secara internasional, yang lain percaya bahwa hal ini akan mengantarkan era produktivitas dan pertumbuhan yang semakin pesat.
Nouriel Roubini, yang dikenal sebagai "Doctor Doom" karena prediksi pesimistisnya yang terus-menerus tentang arah ekonomi global, kini bersikap optimis dalam hal ini dan memperkirakan AI akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan. Era pertumbuhan baru ini, didukung oleh beberapa faktor pendorong, termasuk AI dan semikonduktor, akan terutama menguntungkan AS dan China, yang merupakan inovator utama di bidang-bidang tersebut.

Roubini, yang terkenal karena meramalkan krisis keuangan 2008, berpendapat bahwa AI adalah teknologi yang akan terus berkembang dan bukan sekadar gelembung, seperti yang dikhawatirkan banyak pihak di dunia keuangan. Dalam Forum Ekonomi Greenwich di Hong Kong, ia menyatakan:
"Cerita mendasar itu – terlepas dari geopolitik, terlepas dari perubahan iklim, terlepas dari populisme – adalah pendorong untuk 10 hingga 20 tahun ke depan, dan merupakan hal positif bagi dunia secara keseluruhan"
Bagi Roubini, AI berpotensi mendorong pertumbuhan tahunan sebesar 4% dalam perekonomian AS pada tahun 2030, dan angka ini mungkin naik menjadi 6% pada tahun 2040 serta 10% pada tahun 2050, sebuah percepatan yang tidak akan terpengaruh oleh guncangan geopolitik seperti konflik di Timur Tengah saat ini.
"Saya pikir, pada akhirnya, teknologi akan mendominasi dalam jangka menengah, tetapi kita bisa menimbulkan banyak kerusakan dalam jangka pendek dengan melakukan banyak hal bodoh," katanya.
Menurut SCMP, ekonom tersebut juga mengabaikan relevansi kepemimpinan politik di era baru ini, menekankan bahwa bahkan jika "Mickey Mouse" menjadi presiden AS, perekonomian akan tetap tumbuh karena sektor teknologi AS memiliki dinamika sendiri untuk memastikan tingkat pertumbuhan tersebut.

'Bingung dan Tak Bermoral': Ekonom Nouriel Roubini Kecam Dorongan Kripto Trump sebagai Resep Kehancuran Finansial
Ekonom Nouriel Roubini mengecam agenda crypto Trump untuk periode kedua, memperingatkan bahwa Undang-Undang GENIUS dan CLARITY menciptakan risiko sistemik. read more.
Baca sekarang
'Bingung dan Tak Bermoral': Ekonom Nouriel Roubini Kecam Dorongan Kripto Trump sebagai Resep Kehancuran Finansial
Ekonom Nouriel Roubini mengecam agenda crypto Trump untuk periode kedua, memperingatkan bahwa Undang-Undang GENIUS dan CLARITY menciptakan risiko sistemik. read more.
Baca sekarang
'Bingung dan Tak Bermoral': Ekonom Nouriel Roubini Kecam Dorongan Kripto Trump sebagai Resep Kehancuran Finansial
Baca sekarangEkonom Nouriel Roubini mengecam agenda crypto Trump untuk periode kedua, memperingatkan bahwa Undang-Undang GENIUS dan CLARITY menciptakan risiko sistemik. read more.









