Didukung oleh
Featured

Wisdomtree berpendapat bahwa pasar stablecoin sedang menghadapi penyesuaian harga struktural seiring dengan pergeseran institusi ke arah imbal hasil

Stablecoin menghadapi tekanan yang semakin besar seiring dengan perdebatan mengenai imbal hasil yang mengungkap inefisiensi dalam modal yang menganggur. Perusahaan seperti Wisdomtree Digital Assets mengemukakan dana yang ditokenisasi sebagai cara untuk memperoleh pendapatan tanpa mengorbankan likuiditas.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
Wisdomtree berpendapat bahwa pasar stablecoin sedang menghadapi penyesuaian harga struktural seiring dengan pergeseran institusi ke arah imbal hasil

Poin-poin Utama:

  • Wisdomtree menyatakan bahwa dana pasar uang yang diatur dapat menyamai likuiditas stablecoin sekaligus menghasilkan pendapatan.
  • Stablecoin memicu perdebatan mengenai imbal hasil karena saldo yang menganggur tidak menghasilkan imbal hasil langsung bagi pengguna.
  • Modal terbagi ke jalur yang berbeda karena pergerakan tetap likuid sementara dana yang menganggur beralih ke imbal hasil.

Dana Tokenisasi Menantang Batas Imbal Hasil Stablecoin

Konvergensi likuiditas dan imbal hasil dalam keuangan digital menandakan pergeseran dalam cara modal on-chain dialokasikan. Manajer aset Wisdomtree Digital Assets menerbitkan artikel di platform media sosial X pada 13 April yang menganalisis evolusi ini. Perusahaan tersebut menyoroti dana pasar uang yang ditokenisasi (MMF), termasuk Wisdomtree Treasury Money Market Digital Fund (WTGXX), sebagai instrumen yang menggabungkan aksesibilitas dengan penghasilan.

Wisdomtree menyatakan:

“Untuk pertama kalinya, MMF yang diatur dapat menyamai likuiditas stablecoin sambil menghasilkan pendapatan.”

Analisis tersebut menekankan bahwa stablecoin mendominasi pasar berkat penyelesaian instan dan ketersediaan yang terus-menerus. Namun, keunggulan ini mengakibatkan sebagian besar modal tetap menganggur tanpa menghasilkan imbal hasil. Institusi secara historis menerima keterbatasan ini karena tidak adanya alternatif yang diatur yang menawarkan likuiditas sebanding. Dinamika ini memperkuat posisi stablecoin sebagai pilihan default baik untuk pergerakan maupun penyimpanan modal, bahkan ketika modal tersebut tidak digunakan secara aktif.

Kebijakan regulasi memainkan peran sentral dalam mempertahankan struktur ini. Berdasarkan Undang-Undang GENIUS dan Undang-Undang Clarity, stablecoin pembayaran dilarang mendistribusikan imbal hasil pasif kepada pemegangnya. Ketentuan ini mencerminkan kekhawatiran akan arus keluar simpanan dari sistem perbankan tradisional, di mana dana dapat beralih ke aset digital yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Para pelaku pasar, termasuk Kepala Eksekutif Coinbase Brian Armstrong, semakin mengkritik batasan-batasan ini, dengan alasan bahwa hal tersebut membatasi persaingan di dalam pasar aset digital. Akibatnya, penerbit stablecoin terus menghasilkan imbal hasil dari cadangan yang mendasarinya tanpa menyalurkan pendapatan tersebut secara langsung kepada pengguna. Kerangka kerja ini telah memperkuat pengawasan terhadap bagaimana nilai didistribusikan di seluruh ekosistem.

Perpindahan Alokasi Modal ke Alternatif yang Menghasilkan Imbal Hasil

Tuntutan operasional di seluruh DeFi, manajemen kas perusahaan, dan infrastruktur pembayaran semakin memperkuat ketergantungan pada stablecoin yang tidak menghasilkan imbal hasil. Sistem likuidasi memerlukan akses jaminan yang segera, tim kas membutuhkan likuiditas yang berkelanjutan, dan jaringan pembayaran memprioritaskan finalitas transaksi. Wisdomtree menambahkan:

“Modal yang beredar tetap berada di stablecoin. Modal yang tidak beredar kini memiliki tempat yang lebih baik untuk ditempatkan.”

Perbedaan ini menempatkan MMF yang ditokenisasi sebagai alat pelengkap, yang memungkinkan lembaga untuk memperoleh imbal hasil dari saldo yang menganggur sambil mempertahankan likuiditas. Seiring dengan berkembangnya adopsi, instrumen ini dapat mendukung strategi alokasi modal yang lebih tepat di seluruh pasar digital. Dana yang diperlukan untuk penggunaan segera dapat tetap berada di stablecoin, sementara saldo berlebih dialihkan ke struktur penghasil imbal hasil dalam kerangka kerja yang diatur. Pemisahan ini secara bertahap dapat mendefinisikan ulang bagaimana likuiditas dan pengembalian diimbangi di seluruh sistem keuangan on-chain.

Laporan: Persaingan Imbal Hasil Stablecoin Mendekati Penyelesaian Seiring Tillis dan Alsobrooks Menyempurnakan Rancangan Teks

Laporan: Persaingan Imbal Hasil Stablecoin Mendekati Penyelesaian Seiring Tillis dan Alsobrooks Menyempurnakan Rancangan Teks

Senator Thom Tillis berencana untuk merilis draf ketentuan mengenai imbal hasil stablecoin dalam RUU CLARITY Act minggu ini, sementara bank dan perusahaan kripto masih berselisih. read more.

Baca sekarang
Tag dalam cerita ini