Penawaran umum perdana (IPO) bersejarah SpaceX kembali menarik perhatian pada salah satu kepemilikan bitcoin terbesar yang dimiliki oleh perusahaan publik. Dokumen yang diajukan ke SEC menunjukkan adanya 18.712 BTC dalam neraca keuangan dengan nilai wajar sebesar $1,293 miliar.
Penawaran Umum Perdana (IPO) SpaceX Menarik Perhatian Wall Street Terhadap Cadangan Bitcoin Sebanyak 18.712 Bitcoin

Poin Utama
- SpaceX membawa cadangan bitcoin yang besar ke pasar publik melalui IPO bersejarahnya.
- Posisi 18.712 BTC milik perusahaan ini menyoroti meningkatnya kepercayaan institusional terhadap bitcoin.
- Meningkatnya adopsi korporat dapat memperkuat peran bitcoin dalam strategi kas jangka panjang.
IPO SpaceX yang Bersejarah Menyoroti Salah Satu Cadangan Bitcoin Terbesar di Amerika
Space Exploration Technologies Corp. (Nasdaq: SPCX) memasuki pasar publik dalam debut bersejarah yang menilai perusahaan tersebut sebesar $2,1 triliun, menjadikannya IPO terbesar yang pernah tercatat. Penawaran tersebut menarik perhatian pada bisnis peluncuran SpaceX, jaringan satelit, ambisi kecerdasan buatan, dan cadangan bitcoin yang sangat besar.
SpaceX mengungkapkan 18.712 BTC dalam amandemen Formulir S-1 yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada 3 Juni 2026. Pengajuan tersebut menempatkan posisi bitcoin dalam pengungkapan neraca perusahaan yang lebih luas sebelum debutnya di pasar publik.
Pengajuan tersebut menyatakan:
"Per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, perusahaan juga memegang 18.712 unit bitcoin dengan nilai perolehan sebesar $661 juta dan nilai wajar masing-masing sebesar $1.293 juta dan $1.637 juta."

Aturan akuntansi terbaru yang diadopsi pada tahun 2024 mengubah cara SpaceX melaporkan kepemilikan bitcoin-nya. Penyesuaian tersebut meningkatkan aset digital sebesar $496 juta dan mengurangi defisit akumulasi dengan jumlah yang sama.
Pengajuan tersebut juga menunjukkan bahwa SpaceX memiliki dan mengendalikan aset digitalnya. Perusahaan menggunakan penyimpanan pihak ketiga untuk menyimpan bitcoin dan berencana untuk melanjutkan pengaturan penyimpanan tersebut.
Perusahaan-perusahaan Elon Musk Menjadi Sorotan karena Kepemilikan Bitcoin Korporat
Musk menjadi orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan triliunan dolar setelah IPO SpaceX, yang semakin menarik perhatian pada neraca perusahaan-perusahaannya. Sebelumnya, ia telah mengungkapkan kepemilikan pribadi atas bitcoin (BTC), ethereum (ETH), dan dogecoin (DOGE).
Tesla, perusahaan mobil listrik milik Musk, memiliki 11.509 BTC dalam neracanya. Ditambah dengan 18.712 BTC milik SpaceX, perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Musk memiliki total 30.221 BTC dalam kepemilikan bitcoin korporat.
Data dari Bitcointreasuries.net menempatkan SpaceX di antara pemegang bitcoin perusahaan publik terbesar. Peringkat tersebut menempatkan SpaceX di posisi kedelapan dengan 18.712 BTC, di atas Coinbase Global dan Riot Platforms, sementara Tesla berada di peringkat ke-12 dengan 11.509 BTC. Daftar ini dipimpin oleh Strategy dengan 845.256 BTC.

Jeff Park, mitra dan manajer portofolio di ParaFi Capital serta penasihat di Bitwise, menggambarkan posisi BTC SpaceX sebagai salah satu langkah kas korporat paling ambisius di Amerika. Ia mengaitkan IPO SpaceX dengan kepemilikan Bitcoin-nya dan biaya dasar rata-rata yang rendah.
Pada 12 Juni, Park menulis di X:
"Saat kita merayakan IPO SpaceX hari ini, patut diingat bahwa SpaceX memiliki ~20.000 BTC di neracanya dengan biaya dasar rata-rata terendah sebesar $35.000, yang mewakili salah satu kas korporat paling visioner di Amerika. Dua proyek ambisius, satu neraca."
Ketua Eksekutif Strategy, Michael Saylor, juga mengaitkan debut SpaceX dengan adopsi bitcoin oleh perusahaan, dengan menulis bahwa 25% dari "Mag8" kini memiliki bitcoin di neraca setelah pencatatan SPCX.
















