Hyperscale Data, Inc. menjual sekitar 100 BTC dan membuka fasilitas kredit yang dijamin dengan bitcoin pada 30 Juli 2026, guna mempercepat pembangunan kampus pusat data kecerdasan buatan (AI) miliknya di Dowagiac, Michigan.
Hyperscale Data Menjual 100 BTC untuk Mendanai Pusat Data AI Senilai $3B

Poin-poin Utama
- Hyperscale Data menjual sekitar 100 bitcoin pada 30 Juli 2026, yang nilainya sekitar $6,5 juta pada saat itu.
- Kontrak 20 MW Alliance Cloud Services dengan klien neo-cloud berpotensi menghasilkan pendapatan total melebihi $3 miliar.
- GPUS kini memiliki sekitar 1.006 bitcoin setelah menjaminkan koin yang tersisa untuk fasilitas kredit baru.
Perusahaan yang berbasis di Las Vegas ini, yang diperdagangkan dengan kode GPUS di bursa NYSE American, telah membangun identitasnya di sekitar penambangan bitcoin dan kepemilikan kas. Kini, perusahaan tersebut memanfaatkan sebagian dari kepemilikan kas tersebut dengan cara yang berbeda.
Harga bitcoin diperdagangkan di sekitar $64.800 pada hari pengumuman tersebut. Dengan harga tersebut, 100 BTC setara dengan sekitar $6,5 juta. Perusahaan ini sebelumnya telah mengungkap kepemilikan sekitar 1.106 Bitcoin pada akhir Juli, senilai sekitar $71 juta. Setelah penjualan tersebut, kepemilikannya kini berada di angka sekitar 1.006 BTC. Hal ini menempatkan GPUS sebagai perusahaan publik terbesar ke-44 dalam hal kepemilikan BTC di neraca keuangannya.
Menurut pengumuman pada hari Kamis, fasilitas kredit baru ini memungkinkan perusahaan meminjam dengan jaminan Bitcoin yang tersisa dengan suku bunga variabel sekitar 4,5% hingga 5,0%. Manajemen belum mengungkapkan nama pemberi pinjaman maupun besaran fasilitas tersebut.
Mengapa Perusahaan Melakukan Hal Ini
Membangun pusat data AI membutuhkan dana. Perusahaan biasanya menggalang dana dengan menjual saham atau mengambil utang. Penjualan saham akan mengencerkan kepemilikan pemegang saham yang ada. Utang tradisional bisa jadi mahal.
Hyperscale Data memilih jalur ketiga. Perusahaan ini menjual sebagian Bitcoin-nya dan meminjam dengan jaminan sisa Bitcoin tersebut, menggunakan kas perusahaan itu sendiri sebagai sumber pendanaan, bukan pasar saham.
Ketua Eksekutif Milton "Todd" Ault III mengatakan bahwa perusahaan membangun posisi bitcoin-nya melalui penambangan dan pengelolaan kas, serta menyebutnya sebagai sumber fleksibilitas keuangan. Direktur Utama William Horne menjelaskan bahwa langkah ini tidak menandakan perubahan dalam pandangan jangka panjang perusahaan terhadap bitcoin. Ia menggambarkannya sebagai pertukaran satu aset neraca dengan aset lainnya.
Kontrak di Michigan di Balik Keputusan Ini
Dana tersebut dialokasikan untuk sebuah gedung seluas 617.000 kaki persegi di Dowagiac, Michigan, yang telah dioperasikan oleh Hyperscale Data sebagai lokasi penambangan bitcoin selama bertahun-tahun melalui anak perusahaannya, Alliance Cloud Services.
Pada 24 Juni 2026, Alliance Cloud Services menandatangani perjanjian berdurasi 10 tahun dengan penyedia AI neo-cloud yang berbasis di California untuk kapasitas komputasi sebesar 20 megawatt, yang diperkirakan akan mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun 2026. Dengan dua perpanjangan masing-masing selama lima tahun, kesepakatan ini berpotensi menghasilkan pendapatan lebih dari $1,2 miliar.
Pelanggan tersebut juga memiliki opsi untuk menambah 32 megawatt. Jika opsi tersebut dilaksanakan dalam waktu dua tahun dan diperpanjang melalui kedua periode perpanjangan, total pendapatan kontrak dapat melampaui $3 miliar. Perusahaan telah memperluas lahan di lokasi tersebut menjadi sekitar 83 acre dan menyebutkan potensi daya jangka panjang di atas 300 megawatt, dengan syarat izin, perjanjian utilitas, dan pembiayaan telah disetujui.
Bagian dari Pergeseran yang Lebih Luas di Kalangan Penambang Bitcoin
Hyperscale Data bukanlah satu-satunya. MARA Holdings menjual lebih dari 15.000 BTC untuk tujuan serupa. Bitdeer Technologies memanfaatkan bitcoin untuk mendanai operasi atau infrastruktur AI. Hampir semua sepuluh perusahaan penambang bitcoin teratas yang terdaftar di bursa telah memasukkan AI dan HPC ke dalam model bisnis mereka.
Pola ini konsisten di seluruh kelompok tersebut. Lokasi penambangan sudah memiliki sambungan listrik, lahan, dan sistem pendingin. Mengalihkan infrastruktur tersebut ke hosting AI dapat menghasilkan pendapatan yang lebih stabil daripada penambangan bitcoin, yang bergantung pada fluktuasi harga, penyesuaian tingkat kesulitan jaringan, dan biaya energi.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya
Perusahaan belum mengungkapkan kapan mereka menjual bitcoin tersebut atau pada harga berapa. Mereka juga belum mengungkap total nilai fasilitas kredit maupun ketentuan rasio pinjaman terhadap nilai (loan-to-value).
Para investor akan mencermati apakah pelanggan yang tidak disebutkan namanya tersebut akan menggunakan opsi 32 megawatt, seberapa cepat 20 megawatt awal mulai beroperasi, dan apakah Hyperscale Data akan memanfaatkan fasilitas kredit baru tersebut. Perusahaan juga telah mengumumkan rencana untuk melepas bisnis ekuitas swasta mereka pada kuartal kedua tahun 2027, sehingga mempertajam fokusnya pada pusat data dan aset digital.
Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.
















