Didukung oleh
Crypto News

Strategy Menuntaskan Penjualan Bitcoin Ketiga pada Tahun 2026, Tetap Memegang 842.138 BTC

Strategy telah menyelesaikan penjualan bitcoin ketiganya pada tahun 2026, sehingga meningkatkan cadangan dolar AS-nya menjadi $4 miliar sekaligus mempertahankan salah satu cadangan bitcoin terbesar di dunia dengan jumlah 842.138 BTC.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
Strategy Menuntaskan Penjualan Bitcoin Ketiga pada Tahun 2026, Tetap Memegang 842.138 BTC

Poin-Poin Utama

  • Strategy menjual 1.638 BTC dan masih memegang 842.138 BTC per 2 Agustus 2026.
  • Michael Saylor meningkatkan cadangan dolar AS Strategy menjadi $4 miliar dan membeli kembali STRC senilai $81 juta.
  • Para investor akan menantikan pembaruan cadangan Strategy berikutnya setelah penjualan BTC ketiganya pada tahun 2026.

Strategy Menyesuaikan Kas Tanpa Meninggalkan Bitcoin

Ketua Eksekutif Michael Saylor mengumumkan pada hari Senin bahwa Strategy telah meningkatkan cadangan USD-nya sebesar $250 juta dan membeli kembali saham preferen STRC senilai $81 juta. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa langkah ini memperpanjang masa berlaku cadangan dolar mereka selama 57 hari menjadi sekitar 2,3 tahun sekaligus meningkatkan metrik kredit bitcoin STRC sebesar 5 basis poin. Per 2 Agustus, Strategy memiliki 842.138 BTC bersama dengan cadangan USD sebesar $4 miliar.

Pembaruan ini menyusul penyesuaian kas terbaru Strategy yang diungkapkan dalam Formulir 8-K yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Alih-alih membeli lebih banyak bitcoin, perusahaan berfokus pada penguatan likuiditas, mendukung kewajiban saham preferen, dan membeli kembali sekuritas sebagai bagian dari strategi pengelolaan modal yang lebih luas.

Penjualan Bitcoin Ketiga Mendanai Prioritas Kas

Pengajuan terbaru menunjukkan bahwa Strategy menjual 1.638 BTC antara 27 Juli dan 2 Agustus senilai sekitar $104,7 juta, dengan harga jual rata-rata $63.957 per bitcoin. Menurut perusahaan, sekitar $52,4 juta dari hasil penjualan tersebut digunakan untuk membiayai dividen atas saham preferennya, sementara $52,3 juta lainnya digunakan untuk mendukung pembelian kembali saham STRC.

Ini menandai penjualan bitcoin ketiga Strategy pada tahun 2026, yang mencerminkan pergeseran signifikan dari praktik lama perusahaan yang hampir secara eksklusif mengumpulkan bitcoin. Meski demikian, penjualan tersebut hanya mewakili sebagian kecil dari total kepemilikannya, sehingga cadangan bitcoinnya tetap berada di angka 842.138 BTC dengan harga pembelian agregat sekitar $63,5 miliar dan biaya akuisisi rata-rata sebesar $75.419 per bitcoin.

Cadangan Kas Bertambah Seiring dengan Pembelian Kembali Saham

Selain penjualan bitcoin, Strategy menghasilkan sekitar $290,6 juta melalui penjualan 3.011.361 saham biasa Kelas A. Perusahaan mengalokasikan $250 juta dari hasil tersebut ke cadangan USD-nya, hampir $29 juta untuk pembelian kembali STRC tambahan, dan sisa dana ke saldo kasnya.

Strategy juga mengungkapkan bahwa mereka telah membeli kembali 912.143 saham STRC senilai sekitar $81,2 juta selama periode pelaporan. Setelah pembelian tersebut, masih tersisa hampir $894 juta yang tersedia berdasarkan otorisasi pembelian kembali saham preferen, sementara $1 miliar masih diotorisasi untuk pembelian kembali saham biasa Kelas A perusahaan.

Investor Memantau Alokasi Modal Strategy

Selama bertahun-tahun, investor mengaitkan Strategy dengan akumulasi bitcoin yang agresif di bawah kepemimpinan Saylor. Laporan terbaru menunjukkan bahwa perusahaan kini menyeimbangkan pendekatan tersebut dengan manajemen kas yang lebih luas, menggunakan kombinasi penjualan bitcoin, penerbitan ekuitas, dan cadangan kas untuk mendukung dividen saham preferen, memperkuat likuiditas, serta mengelola sekuritas yang beredar.

Strategy juga mempertahankan tingkat dividen tahunan sebesar 12% untuk STRC dan menyatakan bahwa cadangan sebesar $4 miliar USD dimaksudkan untuk membantu membiayai dividen saham preferen serta pembayaran bunga atas utang yang beredar. Pengungkapan tersebut memberikan konteks tambahan mengenai alasan perusahaan baru-baru ini menjual bitcoin dalam jumlah terbatas meskipun tetap memegang cadangan bitcoin korporat terbesar.

Ke depan, investor kemungkinan akan memantau apakah Strategy akan kembali melakukan pembelian bitcoin atau terus memprioritaskan pengelolaan neraca. Laporan SEC mendatang, pembaruan kas, dan perubahan tambahan apa pun pada strategi alokasi modalnya dapat memberikan indikasi selanjutnya mengenai bagaimana perusahaan berencana mengelola kepemilikan bitcoinnya yang mencapai rekor tertinggi sambil memenuhi komitmen pembiayaannya.

Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.