Bitcoin.com News
Didukung oleh

CEO Ripple Mengatakan Pengujian BIS dengan XRP Ledger Bukanlah Hal yang Mengejutkan Baginya

CEO Ripple Brad Garlinghouse mengatakan bahwa keputusan tim riset BIS untuk menguji XRP Ledger tidaklah mengejutkan, dengan menyoroti biayanya, kecepatannya, dan rekam jejaknya. Eksperimen tersebut menggunakan XRPL untuk membantu mengautentikasi dataset statistik resmi.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
CEO Ripple Mengatakan Pengujian BIS dengan XRP Ledger Bukanlah Hal yang Mengejutkan Baginya

Poin-Poin Utama

  • Garlinghouse menyoroti biaya rendah dan kecepatan penyelesaian XRPL.
  • Para peneliti menguji sistem verifikasi data di XRPL DevNet.
  • Bukti konsep tersebut tidak berarti BIS mengadopsi XRPL.

Garlinghouse Menyoroti Rekam Jejak Teknis XRP Ledger

CEO Ripple Brad Garlinghouse bereaksi pada 4 Sept. setelah Bank for International Settlements (BIS) menerbitkan riset yang menjelaskan sebuah sistem verifikasi data yang diimplementasikan di XRP Ledger. Komentarnya menyusul prediksi yang lebih luas dari para eksekutif Ripple bahwa adopsi institusional atas XRPL dapat berkembang secara signifikan pada 2026.

Garlinghouse membingkai pemilihan jaringan tersebut sebagai hasil yang dapat diperkirakan dari karakteristik teknisnya, alih-alih eksperimen institusional yang tak terduga. Dalam responsnya di X pada 4 Sept. ia menyatakan:

“Apakah mengejutkan bahwa BIS menguji dengan XRPL… biaya rendah (cek) penyelesaian cepat (cek) dan rekam jejak yang terbukti (cek).”

Daftar periksa tiga poin eksekutif Ripple tersebut menggabungkan dua fitur yang didokumentasikan oleh para peneliti BIS dengan penilaiannya sendiri terhadap XRPL. Makalah itu menyebutkan biaya nominal yang rendah dan finalitas konsensus yang cepat, sementara pernyataannya tentang “rekam jejak yang terbukti” merujuk lebih luas pada sejarah operasional jaringan tersebut. Eksperimen ini mengukur seberapa cepat XRPL dapat melakukan anchoring dan memverifikasi data, bukan penyelesaian pembayaran.

Para Peneliti BIS Menguji XRPL untuk Statistik Resmi yang Dapat Diverifikasi

Working paper BIS tertanggal 2 Sept. memaparkan sebuah sistem bukti konsep untuk mengonfirmasi asal-usul dan integritas statistik resmi yang didistribusikan melalui Statistical Data and Metadata Exchange, atau SDMX. Kerangka ini memungkinkan pengguna memastikan apakah informasi yang dipublikasikan telah diubah setelah dirilis.

Sistem tersebut mengubah setiap dataset statistik menjadi sidik jari kriptografis dan menggabungkan beberapa sidik jari melalui pohon Merkle sebelum melakukan anchoring terhadap root yang dihasilkan di XRPL. Hanya root tersebut yang dicatat secara onchain, sementara informasi dasarnya tetap offchain. XRP Ledger menggunakan proses konsensus berbasis validator alih-alih penambangan proof-of-work.

Uji terkontrol menghasilkan median waktu publikasi tiga hingga lima detik dan waktu verifikasi satu hingga dua detik. Para peneliti menjalankan setiap pengujian yang dilaporkan di XRPL DevNet, sebuah jaringan uji tempat XRP tidak memiliki nilai dunia nyata, dengan dataset sintetis yang dihasilkan dari struktur statistik publik BIS. Sebuah transaksi mainnet yang sebanding akan dikenakan biaya minimum 10 drops, atau 0.00001 XRP, dalam kondisi jaringan normal, menurut spesifikasi biaya transaksi XRPL. Drop adalah denominasi terkecil dari XRP, setara dengan sepersejuta token.

Makalah ini ditulis oleh Mario Rusev dari d-fine Austria dan staf BIS Rafael Schmidt, Edward Lambe, Christian Schmieder, serta Glenn Philip Tice. Working paper BIS menyajikan pandangan para penulis dan tidak serta-merta mewakili posisi institusi atau bank sentral anggotanya.

Bukti Konsep Belum Sampai pada Adopsi BIS

Eksperimen ini masih lebih sempit dibandingkan penerapan produksi atau adopsi institusional terhadap XRP Ledger. Para penulis makalah BIS menggambarkan arsitekturnya sebagai blockchain-agnostic, artinya jaringan lain dapat menggantikan XRPL, dan mengatakan hasil kinerja tersebut tidak membuktikan ketahanan di bawah beban mainnet yang berkelanjutan atau kondisi adversarial. Ripple secara terpisah sedang mengembangkan stack infrastruktur XRPL yang lebih luas yang mencakup tokenisasi, stablecoin, perdagangan, kustodi, dan kredit.

Para penulis juga menguraikan kemungkinan perluasan yang melibatkan informasi regulasi, oracle data ekonomi, instrumen yang ditokenisasi, dan verifikasi otomatis oleh sistem kecerdasan buatan. Konsep-konsep tersebut masih bersifat prospektif, tetapi XRPL sudah mendukung aktivitas otomatis terpisah, termasuk lebih dari 1 juta transaksi yang dikaitkan dengan agen AI. Implementasi referensi dari prototipe BIS dirilis sebagai perangkat lunak open-source.

Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.

Tag dalam cerita ini