Didukung oleh
Crypto News

Circle Menggalang Dana $222 Juta dari Blackrock dan A16z untuk Meluncurkan Blockchain Arc dengan Valuasi $3 Miliar

Circle Internet Group berhasil mengumpulkan dana sebesar $222 juta melalui prapenjualan privat token ARC-nya, yang terintegrasi dengan blockchain layer-one (L1) berbasis stablecoin baru bernama Arc, dengan valuasi setelah dilusi penuh sebesar $3 miliar.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
Circle Menggalang Dana $222 Juta dari Blackrock dan A16z untuk Meluncurkan Blockchain Arc dengan Valuasi $3 Miliar

Key Takeaways

  • Circle mengumpulkan $222 juta dalam prapenjualan token ARC dengan valuasi sepenuhnya terdilusi (FDV) sebesar $3 miliar, dengan A16z memimpin investasi sebesar $75 juta.
  • Blackrock, Apollo, dan ICE bergabung dalam putaran ini, menandakan semakin besarnya taruhan TradFi pada infrastruktur blockchain native stablecoin.
  • Arc mainnet beta ditargetkan pada tahun 2026, dengan batas waktu transisi PoS pada 8 Mei 2028, atau saat investor memicu hak pembayaran kembali.

Circle Menutup Prapenjualan Token Senilai $222 Juta dengan Selusin Pendukung Institusional pada FDV $3 Miliar

Perusahaan mengumumkan penggalangan dana ini pada 11 Mei 2026, bersamaan dengan laporan keuangan kuartal pertama 2026, dan CNBC menjadi media pertama yang memberitakannya. Circle menjual 740 juta token ARC seharga $0,30 per token dalam prapenjualan, dengan partisipasi dari sekitar selusin investor institusional dan crypto-native.

Andreessen Horowitz berkomitmen $75 juta sebagai investor utama. Peserta lainnya termasuk Blackrock, Apollo Funds, Intercontinental Exchange, Ark Invest, Bullish, Haun Ventures, Standard Chartered Ventures, SBI Group, Janus Henderson Investors, General Catalyst, Marshall Wace, dan IDG Capital.

Circle menggambarkan Arc sebagai "Sistem Operasi Ekonomi" untuk internet. Jaringan ini dibangun untuk mendukung stablecoin, aset yang ditokenisasi, kontrak ekonomi, pasar on-chain, dan aktivitas pembayaran yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI). Berbeda dengan kebanyakan blockchain, Arc menggunakan USDC untuk biaya transaksi alih-alih token gas asli yang fluktuatif, sehingga memberikan biaya yang dapat diprediksi dan denominasi dolar bagi institusi.

ARC berfungsi sebagai aset koordinasi jaringan. Ia menangani tata kelola, keamanan validator, operasi jaringan, dan keselarasan ekonomi di seluruh protokol. Pasokan awal ditetapkan sebesar 10 miliar token, dengan sekitar 25% dialokasikan kepada Circle untuk operasi validator dan staking, 60% diberikan kepada peserta dan kontributor jaringan, serta 15% disimpan dalam cadangan jangka panjang.

Ketentuan bagi investor mencakup periode penguncian multi-tahun minimal satu tahun setelah Arc beralih ke proof-of-stake (PoS), dengan potensi periode penguncian diperpanjang hingga empat tahun. Jika Circle tidak menyerahkan token atau menyelesaikan transisi ke PoS hingga 8 Mei 2028, investor memiliki hak pengembalian dana dan hak darurat.

Circle menerbitkan white paper Token ARC pada 11 Mei 2026. Perusahaan menyatakan bahwa jaringan uji publik Arc diluncurkan pada Oktober 2025, dengan lebih dari 100 institusi berpartisipasi, termasuk Blackrock, Visa, dan HSBC.

CEO Jeremy Allaire mengatakan kepada CNBC bahwa infrastruktur blockchain menjadi sama mendasar dengan sistem operasi seluler dan platform cloud, dan bahwa Circle memposisikan diri sebagai perusahaan platform internet yang lebih luas. Ia menyoroti peran Arc dalam mendukung agen AI yang menangani pembayaran, manajemen kas, dan kontrak dalam USDC.

Arc mendukung finalitas deterministik dalam hitungan detik, kontrol privasi berbasis opt-in yang dirancang untuk kepatuhan regulasi, dan kompatibilitas penuh dengan EVM. Circle menyatakan bahwa versi beta mainnet ditargetkan pada 2026, dengan arah menuju jaringan proof-of-stake yang terdesentralisasi dan dikelola oleh komunitas.

Laporan keuangan Q1 2026 Circle menunjukkan pendapatan dan pendapatan cadangan sebesar $694 juta, naik 20% year-over-year, meskipun sedikit di bawah perkiraan analis sebesar $715 juta. Adjusted EBITDA mencapai $151 juta, naik 24% year-over-year. Laba bersih sebesar $55 juta.

USDC yang beredar mencapai $77 miliar, naik 28% secara tahunan. Volume transaksi on-chain mencapai $21,5 triliun pada kuartal pertama, melonjak 263% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Saham CRCL bergerak sedikit naik dalam perdagangan pra-pasar setelah pengumuman tersebut.

Circle menyatakan ini adalah kali pertama perusahaan yang terdaftar di bursa melakukan prapenjualan token dalam struktur yang sesuai regulasi semacam ini. Penggalangan dana ini menandakan bahwa lembaga keuangan besar memperlakukan infrastruktur blockchain yang didukung stablecoin sebagai kelas aset yang serius, bukan sekadar taruhan spekulatif sampingan.

Putaran pendanaan ini ditutup dengan cepat. Partisipasi dari bursa, manajer aset, bank, dan firma modal ventura dalam kesepakatan yang sama mencerminkan keselarasan institusional yang semakin kuat seputar keuangan on-chain yang diatur serta dorongan regulasi yang lebih luas dari undang-undang seperti GENIUS dan CLARITY Acts yang sedang dibahas di Kongres.