MBS Global Investments, yang berbasis di Dubai, berencana menginvestasikan $8,8 miliar selama lima tahun untuk mendirikan pusat blockchain dan aset digital di Maladewa. Inisiatif ini bertujuan untuk mendiversifikasi ekonomi negara tersebut, yang saat ini sangat bergantung pada perikanan dan pariwisata.
$8.8 Miliar Pusat Blockchain: Perubahan Besar untuk Ekonomi Maladewa?

Mendiversifikasi Ekonomi Maladewa
MBS Global Investments yang berbasis di Dubai dilaporkan akan menggelontorkan $8,8 miliar untuk membangun pusat blockchain dan aset digital di Maladewa. Investasi tersebut, yang akan tersebar selama lima tahun, merupakan bagian dari tujuan kepulauan Samudra Hindia untuk mengurangi ketergantungannya pada industri perikanan dan pariwisata.
Menurut laporan Financial Times, investasi tersebut, yang melebihi produk domestik bruto (PDB) tahunan Maladewa sebesar $7 miliar, diharapkan dapat membantu negara tersebut menghadapi krisis utang yang mengancam. Negara ini telah menyaksikan total utangnya melonjak dari $3 miliar pada 2018 menjadi $8,2 miliar pada Maret 2024. Dengan tingkat pertumbuhan saat ini, utang tersebut diproyeksikan melebihi $11 miliar pada 2029.
Peningkatan stok utang Maladewa telah menimbulkan kekhawatiran akan gagal bayar kedaulatan, terutama dengan pembayaran utang eksternal substansial sebesar $600 juta yang jatuh tempo pada 2025 dan $1 miliar yang mengejutkan pada 2026. Moosa Zameer, menteri keuangan negara tersebut, dikutip dalam laporan yang menggambarkan investasi oleh kantor keluarga Dubai sebagai sesuatu “untuk membawa kami keluar dari kesulitan tertentu yang kami hadapi.”
Nadeem Hussain, CEO MBS Global Investments, mengungkapkan bahwa proyek tersebut kemungkinan besar akan didanai melalui ekuitas dan utang dengan komitmen lebih dari $4 miliar telah diamankan. Hussain juga mengomentari besarnya investasi dan bagaimana kantor keluarga Sheikh Nayef bin Eid Al Thani telah bekerja untuk memastikan berhasil mengumpulkan dana yang dibutuhkan.
“Kami menghargai sejak awal apa yang terlibat dalam hal pendanaan dan kami telah membuat aliansi yang diperlukan dan membawa mitra yang diperlukan untuk memastikan kami memilikinya. Ini adalah jumlah uang yang besar,” kata Hussain.
Menurut laporan tersebut, pusat blockchain, yang akan dikenal sebagai Pusat Keuangan Internasional Maladewa, akan memiliki luas 830.000 meter persegi. Pusat ini akan menampung 6.500 orang dan menyediakan lapangan kerja untuk 16.000 orang. Selain melipatgandakan PDB Maladewa dalam waktu empat tahun, pusat ini diharapkan dapat menghasilkan lebih dari $1 miliar pada tahun kelima.









