Bursa kripto Afrika, VALR, telah bermitra dengan platform layanan keuangan Mukuru untuk meluncurkan dompet USDC yang terintegrasi ke dalam Whatsapp.
VALR Bermitra dengan Mukuru untuk Meluncurkan Dompet USDC di Whatsapp

Menjembatani Keuangan ke Masyarakat melalui Whatsapp
Bursa kripto terkemuka Afrika, VALR, telah menjalin kemitraan signifikan dengan Mukuru, sebuah platform layanan keuangan terkemuka, untuk meluncurkan dompet USDC. Melalui kolaborasi ini, VALR akan menyediakan infrastruktur kripto penting yang memungkinkan basis pelanggan Mukuru mengakses USDC, menawarkan alternatif untuk menabung dan lindung nilai terhadap volatilitas mata uang lokal.
Dalam sebuah rilis media, VALR mengatakan dompet USDC baru ini akan terintegrasi langsung ke dalam platform Whatsapp populer Mukuru. Ini memungkinkan jutaan pengguna Mukuru—khususnya di pasar yang berjuang dengan inflasi—untuk membeli, menyimpan, dan menjual USDC tanpa hambatan, secara dramatis mengurangi paparan mereka terhadap fluktuasi mata uang lokal tanpa perlu perdagangan yang rumit.
“VALR bangga mendukung Mukuru dengan infrastruktur kripto yang diperlukan untuk meluncurkan penawaran ini,” kata Farzam Ehsani, salah satu pendiri dan CEO VALR. “Kemitraan ini adalah langkah mendalam menuju mewujudkan visi bersama kami tentang ekosistem keuangan inklusif yang menyatukan umat manusia, memajukan layanan keuangan dalam masyarakat.”
Andy Jury, CEO Grup Mukuru, menekankan pentingnya strategi ini: “Kemitraan dengan VALR ini adalah langkah maju yang jelas dalam strategi kami untuk memungkinkan konsumen yang berkembang di Afrika mengirim, menyimpan, dan membelanjakan nilai dengan mulus. Ini mencerminkan evolusi Mukuru menjadi platform yang tidak hanya memfasilitasi transaksi keuangan sehari-hari tetapi juga membuka pintu bagi peluang menabung dan berinvestasi.”
Dorongan Permintaan Regional dan Kejelasan Regulasi
Pengenalan dompet USDC secara langsung menangani tingginya permintaan akan aset digital stabil di Afrika sub-Sahara, di mana stablecoin sudah menyumbang 43% dari volume transaksi kripto, dengan Afrika Selatan dan Nigeria yang memimpin. Menurut VALR, stablecoin USDC berfungsi sebagai penyimpanan nilai penting di wilayah dengan akses terbatas ke mata uang keras.
Inisiatif ini lebih lanjut didukung oleh lingkungan regulasi yang mendukung yang telah melihat Afrika Selatan melisensikan lebih dari 200 penyedia layanan aset kripto (CASPs) sejak April 2024. VALR telah secara aktif membangun kehadiran yang diatur, telah memperoleh lisensi penyedia layanan keuangan kripto dan lisensi penyedia derivatif (OTC) over-the-counter masing-masing pada tahun 2024 dan 2025. Bursa ini memproses volume perdagangan $9 miliar selama 12 bulan terakhir, menunjukkan kesiapan melayani layanan institusional skala besar.
Kemitraan ini juga selaras dengan perhatian regulasi global yang meningkat, yang dipaparkan dengan diberlakukannya Undang-Undang GENIUS—legislasi stablecoin federal besar pertama Amerika—pada bulan Juli 2025.
FAQ 💡
- Apa itu kemitraan VALR–Mukuru? VALR dan Mukuru meluncurkan dompet USDC yang terintegrasi ke dalam Whatsapp untuk jutaan pengguna Afrika.
- Mengapa ini penting untuk pasar Afrika? Ini membantu konsumen melindungi nilai terhadap volatilitas mata uang lokal dan inflasi dengan aset digital stabil.
- Wilayah mana yang memimpin dalam adopsi stablecoin? Afrika Selatan dan Nigeria mendorong permintaan, dengan stablecoin menyumbang 43% dari transaksi kripto di Afrika sub-Sahara.
- Bagaimana regulasi mendukung peluncuran ini? Afrika Selatan telah melisensikan lebih dari 200 penyedia kripto sejak 2024, sementara Amerika Serikat mengesahkan Undang-Undang GENIUS pada tahun 2025.








