Didukung oleh
Featured

SpaceX dan Starlink milik Musk 'dibajak' saat memecoin 'SCATMAN' melonjak hingga $32 juta di Robinhood Chain

Para penyerang membobol akun resmi X milik SpaceXAI dan Starlink pada hari Minggu untuk mempromosikan sebuah memecoin bernama Scam Altman (SCATMAN), yang untuk sesaat mencapai kapitalisasi pasar sebesar $32 juta di Robinhood Chain. Lookonchain mencatat bahwa peretas tersebut mencetak 10 triliun token dan menjualnya secara besar-besaran untuk mendapatkan sekitar $135.000 dalam bentuk ether.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
SpaceX dan Starlink milik Musk 'dibajak' saat memecoin 'SCATMAN' melonjak hingga $32 juta di Robinhood Chain

Poin-poin Utama

  • Para peretas menggunakan akun X SpaceXAI dan Starlink pada 12 Juli untuk mempromosikan SCATMAN, yang mencapai kapitalisasi pasar sebesar $32 juta.
  • Lookonchain menyebutkan bahwa penyerang melepas 10 triliun token ke dua dompet dengan nilai 73,7 ETH, sekitar $135.000.
  • Robinhood Chain, yang beroperasi sejak 1 Juli, menghadapi gelombang token penipuan saat Relay Protocol memblokir daftar honeypot.

Serangan Melalui Akun Terverifikasi Menimpa Perusahaan-Perusahaan Elon Musk

Insiden ini terjadi pada hari Minggu ketika kedua akun tersebut—yang dimiliki oleh SpaceX, perusahaan pembuat roket milik Elon Musk, dan unit internet satelitnya, Starlink—mulai memperluas jangkauan postingan promosi untuk token tersebut sebelum perusahaan-perusahaan tersebut kembali mengendalikan akun dan menghapus materi tersebut. Platform data on-chain Solanafloor pertama kali menandai pelanggaran ini di X bersama firma analitik populer Lookonchain, yang kemudian mengungkapkan:

Seorang peretas meluncurkan token bernama SCATMAN dan mempromosikannya setelah meretas akun @SpaceXAI dan @Starlink. Peretas tersebut kemudian mencetak 10T SCATMAN dan menjualnya habis seharga 59 ETH ($108K).

Dompet kedua yang dikendalikan oleh penyerang yang sama menjual 59,28 juta SCATMAN lainnya seharga 14,7 ETH, senilai sekitar $27.000, sehingga total hasil penjualan mencapai sekitar 73,7 ETH. Kapitalisasi pasar token tersebut mencapai $32 juta pada puncaknya sebelum merosot akibat aksi penjualan besar-besaran, sementara volume perdagangan dalam 24 jam naik menjadi $5,7 juta.

Onchain data showing the hackers moving the funds into ETH.
Data on-chain menunjukkan para peretas memindahkan dana ke ETH dan mencairkannya.

Skema ini sudah tidak asing lagi, di mana para penjahat membajak akun perusahaan terverifikasi dengan jutaan pengikut, mengaitkan token dengan kredibilitas merek tersebut, dan menjualnya di tengah hiruk-pikuk pembelian. Nama-nama yang terkait dengan Musk telah lama menjadi umpan favorit bagi para penipu kripto, dan akun SpaceX serta Starlink termasuk di antara merek yang paling dikenal di X.

Rantai Baru, Penipuan Lama

SCATMAN diluncurkan di Robinhood Chain, jaringan layer-2 platform perdagangan yang diluncurkan pada 1 Juli. Desain tanpa izin (permissionless) dari rantai ini memungkinkan siapa saja untuk meluncurkan token secara massal, dan masa-masa awalnya ditandai dengan banjir aset penipuan di samping proyek-proyek yang sah.

Sebagaimana dilaporkan Bitcoin.com News, platform interoperabilitas lintas rantai Relay Protocol telah memperingatkan adanya token honeypot di jaringan tersebut (koin yang diprogram sedemikian rupa sehingga pembeli tidak dapat menjualnya, atau yang mentransfer dana langsung ke penyerang). Platform tersebut menyatakan:

Telah terjadi peningkatan jumlah token penipuan yang dirancang untuk menghapus diri sendiri setelah dibeli. Kami memblokir token semacam itu begitu muncul dan memverifikasi token yang aman.

Insiden SCATMAN menambah lapisan kompromi media sosial di atas lingkungan tersebut. Sebuah token dengan nama lelucon, yang dicetak dalam jumlah triliunan dan dipromosikan melalui akun utama yang dibajak, berhasil menarik nilai nominal sebesar $32 juta dalam hitungan jam pada minggu kedua beroperasinya rantai tersebut. Bagi pembeli yang mengikuti postingan tersebut, kerugian langsung terjadi begitu likuiditas habis.

Baik SpaceX maupun X belum mengeluarkan pernyataan terperinci mengenai bagaimana akun-akun tersebut diretas pada saat artikel ini ditulis. Kedua akun tersebut telah dipulihkan dan postingan promosi dihapus pada Minggu malam.

Bagaimanapun, pertanyaan yang belum terjawab tetaplah soal atribusi, karena jejak dompet dari Lookonchain memberikan titik awal bagi para penyelidik, dan kasus-kasus peretasan akun X terkenal sebelumnya telah menarik perhatian otoritas AS. Apakah kasus ini akan memicu tindakan penegakan hukum atau sekadar menjadi entri lain dalam daftar panjang penipuan token yang melibatkan selebriti dan merek, akan semakin jelas dalam beberapa hari ke depan.

Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.