Didukung oleh
Crypto News

Jepang Akan Memasuki Era Blockchain dengan Perdagangan Obligasi Pemerintah yang Beroperasi 24 Jam Sehari

Pemerintah menargetkan sistem ini mulai beroperasi pada akhir tahun ini, dengan tujuan untuk menekan biaya dan mempercepat transaksi yang melibatkan obligasi pemerintah. Pengembang aset digital Progmat akan bertindak sebagai sekretariat bagi organisasi yang mengelola upaya tokenisasi ini.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
Jepang Akan Memasuki Era Blockchain dengan Perdagangan Obligasi Pemerintah yang Beroperasi 24 Jam Sehari

Poin Utama

  • Dipimpin oleh Progmat, Jepang akan melakukan tokenisasi obligasi pemerintah tahun ini untuk memanfaatkan pasar repo global senilai $4 triliun per hari.
  • Tokenisasi akan mempersingkat waktu penyelesaian dari 1 hari menjadi instan, sehingga meningkatkan likuiditas pasar untuk sekuritas.
  • Selanjutnya, Jepang berharap dapat memperluas pasar sekuritas digital senilai $2,3 miliar untuk menarik modal triliunan yen.

Jepang Memanfaatkan Blockchain untuk Mempercepat Perdagangan Obligasi Pemerintah

Blockchain semakin merambah ke semua aspek pasar keuangan, dan kini mulai diterapkan dalam digitalisasi obligasi pemerintah di Jepang.

Menurut laporan lokal, Jepang sedang memperkenalkan sistem yang akan memungkinkan perdagangan obligasi pemerintah Jepang (JGB) sepanjang waktu, membuka peluang untuk pemanfaatan likuiditas yang lebih efisien, biaya yang lebih rendah, dan waktu penyelesaian yang lebih cepat.

Tujuannya adalah memperkenalkan sistem ini pada akhir tahun ini untuk meluncurkan sekuritas tersebut sebagai bagian dari pasar repo, di mana lembaga keuangan meminjamkan dan meminjam dana dengan obligasi ini sebagai jaminan. Pasar repo global mencakup hingga $4 triliun dalam perjanjian repurchase harian, dan Jepang menyumbang 10% dari volume tersebut.

Japan to Enter the Blockchain Era with Round-the-Clock Government Bond Trading

Untuk mewujudkan tokenisasi obligasi Jepang, sebuah entitas baru akan dibentuk dengan Progmat, pengembang aset digital Jepang, sebagai pemimpin, serta melibatkan kelompok perbankan dan lembaga terbesar di Jepang seperti Tokio Marine Holdings, Daiwa Securities, dan SBI Securities.

Salah satu tujuan paling ambisius dari proyek ini adalah memperpendek waktu penyelesaian obligasi-obligasi tersebut, yang saat ini diperdagangkan dan diselesaikan pada hari kerja berikutnya. Dengan tokenisasi yang diusulkan, perdagangan dan penyelesaian obligasi-obligasi ini akan terjadi hampir seketika, sehingga meningkatkan efisiensi modal dari operasi-operasi tersebut.

Pasar sekuritas digital Jepang masih berada pada tahap awal, dengan nilai penerbitan hanya sebesar $2,3 miliar, yang sebagian besar mewakili aset properti. Meskipun demikian, dengan langkah ini, pasar siap untuk berkembang pesat, karena lembaga-lembaga akan masuk dan membawa triliunan yen modal untuk mendukung operasi obligasi.

Upaya Jepang menuju tokenisasi obligasi ini dilakukan setelah pasar lain, termasuk AS, juga mengalami perubahan serupa. Pada bulan Desember, Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) meluncurkan inisiatif untuk memindahkan treasury AS ke dalam rantai blok.

Tag dalam cerita ini