Didukung oleh
Featured

CEO Coinbase Mengatakan Amerika Membutuhkan Mata Uang yang Didukung Aset Nyata Seiring Utang AS Mendekati Titik Kritis

CEO Coinbase, Brian Armstrong, mengaitkan mata uang kripto dengan kekhawatiran yang semakin meningkat terkait utang AS, dengan berpendapat bahwa Konstitusi tidak memiliki mekanisme pengaman seperti batasan pengeluaran dan mata uang yang didukung aset riil, sementara utang nasional mendekati $39 triliun.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
CEO Coinbase Mengatakan Amerika Membutuhkan Mata Uang yang Didukung Aset Nyata Seiring Utang AS Mendekati Titik Kritis

Poin-Poin Utama

  • Armstrong berpendapat bahwa meningkatnya utang AS menunjukkan perlunya mekanisme perlindungan fiskal dan moneter yang lebih kuat.
  • Kripto digambarkan sebagai bagian dari jalur yang didorong oleh teknologi menuju pertumbuhan dan produktivitas yang lebih cepat.
  • Model konstitusional di masa depan dapat muncul di dunia maya, zona khusus, atau lingkungan perbatasan lainnya.

CEO Coinbase Mengatakan Mata Uang yang Didukung Aset Nyata Tidak Ada dalam Sistem AS

Kripto memainkan peran yang lebih menonjol dalam perdebatan fiskal pada hari Rabu setelah CEO Coinbase (Nasdaq: COIN) Brian Armstrong mengaitkan aset digital dengan solusi potensial untuk utang AS yang terus meningkat. Dalam postingan pada 1 Juli, Armstrong berpendapat bahwa Konstitusi AS tidak memiliki dua perlindungan inti: batasan atas pertumbuhan pengeluaran pemerintah dan persyaratan mata uang yang didukung aset riil.

Kekhawatiran utang menjadi landasan argumen Armstrong mengenai reformasi moneter. Ia menyoroti bahwa Amerika Serikat memiliki utang sebesar $39 triliun dan menambah sekitar $1 triliun kira-kira setiap 100 hari. Ia mencatat bahwa pembayaran bunga kini melebihi anggaran pertahanan, serta menggambarkan sistem tersebut sebagai sistem yang tidak memiliki mekanisme untuk menghentikan ekspansi.

CEO Coinbase tersebut menulis:

“Konstitusi AS adalah inovasi politik terpenting yang pernah ada, tetapi ada dua hal penting yang hilang: 1) Batasan atas pertumbuhan pengeluaran pemerintah 2) Persyaratan mata uang yang didukung aset riil.”

Desain mata uang menjadi inti dari postingan Armstrong. Seruannya untuk uang yang didukung aset riil sejalan dengan argumen kripto yang telah lama ada bahwa sistem moneter memerlukan batasan yang lebih ketat terhadap penerbitan, ekspansi utang, dan diskresi politik. Bagi investor ritel, komentar tersebut menempatkan kripto dalam diskusi yang lebih luas mengenai disiplin fiskal dan ketahanan mata uang cadangan.

Armstrong mengaitkan pinjaman yang tidak terkendali dengan pola berulang dalam demokrasi. Ia menulis bahwa politisi memenangkan dukungan dengan menjanjikan manfaat yang didanai dengan uang orang lain, sementara generasi mendatang menanggung biayanya. Masalah insentif tersebut, menurut pandangannya, membuat pemilih menikmati keuntungan jangka pendek, sementara warga muda menanggung kewajiban jangka panjang.

AI, Robotika, dan Kripto Menjadi Alternatif Berbasis Pertumbuhan Armstrong

Kripto kembali muncul dalam solusi yang diusulkan Armstrong. Ia mencantumkan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dari kecerdasan buatan, robotika, dan kripto sebagai salah satu cara untuk mengungguli inflasi. Kerangka pemikiran tersebut menempatkan aset digital sejajar dengan dua sektor teknologi utama yang sudah dipantau investor untuk peningkatan produktivitas, pembentukan modal, dan ekspansi pasar di masa depan.

Tata kelola di wilayah perbatasan menjadi bagian lain dari jawaban Armstrong. Ia menunjuk Mars, zona ekonomi khusus, dan dunia maya sebagai tempat di mana model konstitusional baru dapat muncul. Dalam konteks tersebut, dunia maya memiliki relevansi langsung bagi kripto, di mana jaringan terdesentralisasi sudah menguji sistem alternatif untuk hak milik, insentif, dan koordinasi.

Armstrong menyimpulkan:

“Apa yang bisa memperbaikinya? Konstitusi baru di suatu tempat di perbatasan (Mars, zona ekonomi khusus, dunia maya), amandemen yang menyelaraskan insentif dalam sistem saat ini (secara politis menantang), atau pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat (AI + robotika + kripto) untuk mengungguli inflasi.”

Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.