Bank Cadangan Zimbabwe (RBZ) telah mendevaluasi Zimbabwe Gold (Zig) sebesar 44%, menyebabkan mata uang tersebut jatuh dari 13,98 menjadi 24,3 terhadap dolar AS. Langkah drastis ini diambil untuk mengatasi volatilitas nilai tukar dan tekanan inflasi yang meningkat, yang telah menghantui ekonomi sejak Agustus. Menurut Gubernur RBZ John Mushayavanhu, keputusan ini diperlukan karena tekanan nilai tukar yang kembali muncul dan inflasi yang meningkat. Meskipun arus masuk valuta asing meningkat, nilai tukar pasar paralel terus melambung tak terkendali, dengan Zig yang didukung emas diperdagangkan dengan premi lebih dari 100%. Komite Kebijakan Moneter (MPC) telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi tantangan ini, termasuk menaikkan suku bunga kebijakan bank dari 20% menjadi 35%. Komite juga meningkatkan persyaratan cadangan wajib untuk deposito demand dan call menjadi 30%. Alokasi valuta asing telah dikurangi dari US$10.000 menjadi US$2.000 per individu.
Zimbabwe Mendevaluasi Mata Uang yang Didukung Emas sebesar 44%
Artikel ini diterbitkan lebih dari setahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah tidak terkini.
DITULIS OLEH
BAGIKAN









