Zimbabwe telah mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk membiarkan mata uang berbasis emas yang cepat terdepresiasi, Zig, berfluktuasi bebas di pasar valuta asing. Seorang pejabat bank sentral mengatakan ini akan membantu mata uang tersebut mencapai penemuan harga tanpa campur tangan administratif. Namun, pejabat tersebut tidak memberikan kerangka waktu kapan bank sentral bermaksud menerapkan kebijakan ini. Sejak diperkenalkan pada tanggal 5 April, mata uang tersebut telah kehilangan posisi terhadap dolar, yang berujung pada keputusan bank sentral untuk mendevaluasinya lebih dari 40% pada bulan September. Bank sentral Zimbabwe, yang telah menghadapi kritik karena mempertahankan mata uang yang dinilai terlalu tinggi, mengatakan berencana untuk campur tangan di pasar valuta asing hanya ketika diperlukan.
Zimbabwe Berencana untuk 'Mengapungkan' Mata Uang Berbasis Emas yang Cepat Menurun Nilainya
Artikel ini diterbitkan lebih dari setahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah tidak terkini.
DITULIS OLEH
BAGIKAN









