Didukung oleh
Technology

Withanage Foundation Bertaruh Besar pada AI Afrika Dengan Peluncuran Program Penelitian dan Investasi

Artikel ini diterbitkan lebih dari setahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah tidak terkini.

Yayasan Withanage meluncurkan program penelitian dan pengembangan serta kendaraan investasi senilai $500 juta untuk mendukung pengembangan AI dalam pertanian, keuangan, dan tata kelola di Afrika.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
Withanage Foundation Bertaruh Besar pada AI Afrika Dengan Peluncuran Program Penelitian dan Investasi

AI untuk Inovasi Berbasis Data

Yayasan Withanage yang berbasis di Swiss telah meluncurkan program penelitian dan pengembangan untuk mendukung platform kecerdasan buatan (AI) yang berfokus pada Afrika. Peluncuran ini mendahului pengumuman yang diharapkan mengenai kendaraan investasi senilai $500 juta yang dipimpin oleh kantor keluarga Withanage, yang akan mendukung platform AI, gamifikasi, dan tokenisasi.

Kantor keluarga tersebut telah menginvestasikan $20 juta dalam platform yang menggunakan AI dan analitik data untuk meningkatkan pengambilan keputusan pemerintah. Program penelitian yayasan ini akan fokus pada penggunaan AI untuk memajukan inovasi berbasis data dalam pertanian dan keuangan di Afrika.

Rayo Withanage, koordinator program di Yayasan Withanage, mengatakan:

AI berada di garis depan kemajuan teknologi. Di Yayasan, kami sangat tertarik untuk fokus pada potensi dampak positif AI. Kami percaya para aktor filantropi di bidang teknologi dapat mengubah cara teknologi eksklusif digunakan untuk memberikan manfaat dan meningkatkan kehidupan di seluruh dunia.

Peluncuran program penelitian dan pengembangan Yayasan Withanage mengikuti upaya Uni Afrika (AU) untuk mengembangkan kemampuan AI. Pada bulan Juli, AU menyetujui Strategi Kecerdasan Buatan Kontinental dan Kompak Digital Afrika untuk mendorong pengembangan digital di benua tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh Bitcoin.com News. Strategi ini bertujuan untuk membimbing negara-negara Afrika dalam memanfaatkan AI sambil mempertahankan identitas, bahasa, dan budaya mereka.

Namun, sebuah laporan oleh Sistem Global untuk Komunikasi Mobile (GSMA) menyoroti tantangan keberhasilan AI di Afrika. Ini termasuk ketersediaan data bahasa lokal dan menangani kesenjangan keterampilan AI. Selain itu, Nardos Bekele, CEO NEPAD, sebelumnya memperingatkan bahwa infrastruktur digital yang terpecah-pecah dan masalah etika dapat menghambat adopsi AI.

Tag dalam cerita ini