Didukung oleh
Crypto News

Tether Membantu Penegak Hukum Global dalam Pembongkaran Kejahatan Kripto senilai $12 Juta

Polisi Kerajaan Thailand dan Dinas Rahasia AS menyita $12 juta dalam USDT yang terhubung dengan jaringan penipuan Asia Tenggara, menangkap 73 tersangka dan menyita aset senilai $15,67 juta.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
Tether Membantu Penegak Hukum Global dalam Pembongkaran Kejahatan Kripto senilai $12 Juta

Peran Tether dalam Melacak dan Membekukan Dana

Polisi Kerajaan Thailand dan Dinas Rahasia AS baru-baru ini melaksanakan operasi kolaboratif yang sukses yang menghasilkan penyitaan sebesar $12 juta dalam stablecoin USDT yang diduga terkait dengan jaringan penipuan besar di Asia Tenggara. Selain penyitaan aset digital, penegak hukum menangkap 73 individu yang terkait dengan penipuan tersebut dan menyita aset tambahan senilai $15,67 juta.

Penerbit stablecoin Tether mengonfirmasi bahwa mereka mendukung operasi ini, yang dilakukan oleh Divisi Penindasan Kejahatan Teknologi Thailand (TCSD). Paolo Ardoino, CEO Tether, menekankan bahwa penyitaan ini menunjukkan bagaimana transparansi bawaan dari blockchain sangat membantu lembaga penegak hukum untuk dengan cepat menutup penjahat.

“Kami berkomitmen untuk mendukung penegak hukum di seluruh dunia dalam membekukan aset ilegal, melindungi korban, dan memastikan bahwa USDT terus berfungsi sebagai alat yang transparan untuk perdagangan global,” kata Ardoino, menegaskan kembali kesiapan perusahaan membantu lembaga global memblokir penjahat dari mengakses aset digital yang diperoleh secara ilegal.

Baca lebih lanjut: Otoritas Thailand Menyita Hampir 1.000 Penambang Bitcoin dalam Penggerebekan Pencurian Listrik

Keterlibatan Tether dalam operasi di Thailand menyoroti upayanya yang konsisten untuk memerangi kejahatan keuangan yang melibatkan aset digital pada skala internasional. Perusahaan melaporkan bahwa mereka kini telah berkolaborasi dengan lebih dari 290 lembaga penegak hukum di 59 yurisdiksi, yang menghasilkan pembekuan lebih dari $3,2 miliar dalam aset yang terkait dengan aktivitas ilegal.

Kasus ini menandai ketiga kalinya dalam waktu kurang dari setahun Tether membantu Dinas Rahasia AS secara khusus. Contoh sebelumnya termasuk membantu USSS dalam membekukan $23 juta dalam dana ilegal yang terkait dengan transaksi di bursa yang dijatuhi sanksi oleh Rusia, Garantex. Tether juga membantu dalam membekukan tambahan $9 juta yang terkait dengan peretasan Bybit.

Secara total, Tether telah memblokir lebih dari 3.660 dompet, termasuk 2.100 kasus, dalam koordinasi dengan lembaga AS, memperkuat posisinya sebagai mitra kunci dalam pencegahan kejahatan kripto global.

FAQ 💡

  • Apa yang terjadi di Thailand? Polisi Thailand dan Dinas Rahasia AS menyita $12 juta dalam USDT yang terkait dengan jaringan penipuan.
  • Bagaimana Tether membantu secara global? Tether mendukung operasi dengan menunjukkan transparansi blockchain dalam melacak dan membekukan dana ilegal.
  • Apa peran lebih luas dari Tether? Mereka telah bekerja dengan 290+ lembaga di 59 yurisdiksi, membekukan lebih dari $3,2 miliar dalam aset di seluruh dunia.
  • Seberapa sering Tether membantu lembaga AS? Tether telah membantu Dinas Rahasia tiga kali dalam setahun, memblokir ribuan dompet ilegal.
Tag dalam cerita ini