Sharplink membeli 10.000 ETH lagi, sehingga total kepemilikannya naik menjadi 886.725 ETH seiring upayanya untuk terus membangun salah satu cadangan ether korporat terbesar. Perusahaan tersebut juga membeli kembali lebih dari 2,1 juta saham, sehingga mengaitkan strategi modalnya dengan pertumbuhan nilai ETH per saham.
Sharplink Menambah 10.000 ETH Seiring Bertambahnya Cadangan Perusahaan Menjadi 886.725 Ether

Poin-Poin Utama
- Sharplink membeli 10.000 ETH, sehingga meningkatkan kepemilikannya menjadi 886.725 ETH per 28 Juni 2026.
- Sharplink membeli kembali 2,13 juta saham, sehingga memperkuat strategi modal ETH per sahamnya.
- Penggalangan dana sebesar $75 juta oleh Sharplink mendukung pembelian ETH lebih lanjut seiring dengan perluasan cadangan ether korporat.
Sharplink Mengaitkan Pembelian Kembali Saham dengan Cadangan ETH dalam Strategi Modal Jangka Panjang
Sharplink telah menambahkan 10.000 ETH ke cadangan perusahaannya, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang ether terbesar yang terdaftar di bursa di dunia.
Pernyataan perusahaan menyebutkan bahwa ETH tersebut dibeli dengan harga rata-rata sekitar $1.611 per token. Akuisisi tersebut meningkatkan total kepemilikan menjadi 886.725 ETH per 28 Juni 2026.
Sharplink juga melakukan pembelian kembali 2.132.773 saham biasa di pasar terbuka dengan harga rata-rata $4,69 per saham. Pembelian kembali tersebut dilakukan dalam rangka program pembelian kembali yang sedang berjalan, yang dimulai pada Agustus 2025.
Sejak peluncuran program tersebut, Sharplink telah membeli kembali 4.071.223 saham.
Strategi Kas ETH Tetap Menjadi Prioritas Utama
Sharplink menyatakan bahwa pembelian ETH terbaru ini mencerminkan komitmen berkelanjutannya untuk menggunakan ether sebagai aset cadangan jangka panjang.
Total kepemilikan ETH perusahaan mencakup 632.719 ETH asli, 181.299 ETH berdasarkan asumsi telah ditebus dari LsETH, dan 72.707 ETH berdasarkan asumsi telah ditebus dari weETH.
Struktur tersebut menunjukkan bahwa Sharplink tidak hanya memegang ETH secara langsung, tetapi juga mempertahankan eksposur melalui aset terkait staking likuid. Instrumen-instrumen ini dapat menawarkan eksposur ethereum sekaligus mempertahankan likuiditas dan partisipasi staking.
Joseph Chalom, CEO Sharplink, mengatakan bahwa strategi keuangan perusahaan berfokus pada peningkatan ETH per saham seiring berjalannya waktu. Chalom mengatakan:
Filosofi alokasi modal kami disiplin dan lugas: setiap keputusan pembiayaan yang kami ambil didasarkan pada tujuan jangka panjang kami untuk meningkatkan jumlah ETH per saham.
Penawaran Senilai $75 Juta Mendukung Rencana Modal
Sharplink juga mengumpulkan $75 juta pekan lalu melalui penawaran langsung terdaftar atas saham biasa dan waran.
Perusahaan menyatakan bahwa pendanaan tersebut memperkuat neraca keuangannya dan menyediakan modal untuk mendukung pengelolaan kas ETH secara aktif. Pada saat yang sama, Sharplink terus melakukan pembelian kembali sahamnya sendiri, yang diyakini sangat undervalued.
Langkah ganda ini menyoroti strategi yang kini umum di kalangan perusahaan treasury kripto: mengumpulkan modal saat kondisi pasar memungkinkan, mengakuisisi aset digital untuk neraca, dan melakukan pembelian kembali saham ketika manajemen menilai ekuitas diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya.
Bagi Sharplink, metrik yang paling penting adalah ETH per saham. Membeli ether meningkatkan eksposur kas perusahaan, sementara pembelian kembali saham dapat mengurangi jumlah saham beredar dan meningkatkan klaim setiap pemegang saham yang tersisa atas basis ETH perusahaan.
Pembaruan terbaru ini juga muncul di tengah persaingan yang terus berlanjut di antara perusahaan publik untuk menarik perhatian investor melalui strategi akumulasi aset digital. Pembelian terbaru Sharplink semakin memperkuat posisinya di antara kelompok pemegang ethereum korporat yang bertaruh bahwa ETH akan menjadi aset cadangan inti untuk fase berikutnya dalam keuangan on-chain.
Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.
















