Robert Kiyosaki menyatakan perang saudara telah dimulai, membunyikan alarm keruntuhan ekonomi dan mendesak untuk beralih ke bitcoin, emas, dan perak saat kepercayaan terhadap fiat menguap.
Robert Kiyosaki Menyatakan Perang Saudara Telah Dimulai—Memperingatkan Musim Panas yang Merusuh

Robert Kiyosaki: Bersiaplah untuk Badai Keuangan yang Keras saat Ketegangan Sipil Meletus
Robert Kiyosaki, penulis buku terlaris Rich Dad Poor Dad, telah mengeluarkan peringatan tegas dan mendesak tentang meningkatnya kekerasan, sistem keuangan yang runtuh, dan apa yang sekarang disebutnya sebagai awal dari perang saudara. Bukunya telah menjadi best seller global selama beberapa dekade, diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa, dan dikreditkan dengan mengubah cara jutaan orang mendekati kekayaan dan pendidikan keuangan.
Kiyosaki membagikan pandangannya yang suram di platform media sosial X pada 9 Juni, menyatakan:
Perang saudara telah dimulai. Penggerebekan ICE di Los Angeles meletus menjadi kekerasan massal. Saya percaya kita dan dunia menghadapi musim panas yang panjang, panas, dan penuh kekerasan.
Penulis terkenal tersebut mengaitkan ketidakstabilan yang meningkat hari ini dengan The Fourth Turning, sebuah teori sejarah oleh William Strauss dan Neil Howe, yang menyarankan bahwa setiap 80 tahun, masyarakat memasuki periode krisis dan transformasi yang mendalam. “4th Turnings di masa lalu adalah Depresi Besar/Perang Dunia II, Perang Saudara, dan Revolusi Amerika,” catat Kiyosaki.
Bagi penulis terkenal tersebut, inti dari keruntuhan global ini adalah ekonomi, khususnya runtuhnya kepercayaan terhadap mata uang fiat. Dia menyalahkan bank sentral dan kebijakan inflasi atas apa yang dia sebut “pencurian yang dilegalkan.” Dia menekankan: “Masalahnya adalah para banker kita mencuri kekayaan rakyat melalui uang palsu, uang tiruan yang dicetak oleh bank sentral.”
Kiyosaki menyatakan keyakinannya bahwa sistem saat ini mencapai titik puncaknya: “Saya percaya era banker yang merampok dunia akan segera berakhir. Uang sound, emas, perak, dan bitcoin mengambil kekuasaan dari banker korup.” Konsisten dengan pandangannya yang telah lama dipegang, Kiyosaki mengulangi seruannya agar individu merebut kembali kendali keuangan:
Seperti yang saya katakan selama bertahun-tahun, emas dan perak adalah ‘uang Tuhan.’ Bitcoin adalah ‘uang rakyat.’ Simpan emas, perak, dan bitcoin.
Penulis yang diakui ini terus memperingatkan tentang keruntuhan dolar AS, bahaya inflasi, dan kebutuhan untuk meninggalkan “uang palsu” demi aset sound. Bagi Kiyosaki, perjuangan untuk kebebasan finansial bukan hanya ekonomi—itu eksistensial.








