Didukung oleh
Economics

Robert Kiyosaki Mengatakan 'Selamat Tinggal Dolar AS'—Peringatkan Hiperinflasi Mungkin Akan Membuat Anda Bangkrut

Robert Kiyosaki meningkatkan kewaspadaannya terhadap pelemahan dolar AS dan tekanan kekayaan yang semakin melebar, mendorong warga Amerika untuk bersiap menghadapi inflasi yang menurutnya akan menekan tabungan tradisional dan mempercepat peralihan menuju penyimpan nilai alternatif.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
Robert Kiyosaki Mengatakan 'Selamat Tinggal Dolar AS'—Peringatkan Hiperinflasi Mungkin Akan Membuat Anda Bangkrut

Kiyosaki Memperbarui Peringatan Dolar seiring Kekhawatiran Inflasi Meningkat

Robert Kiyosaki, penulis buku terlaris Rich Dad Poor Dad, telah mengeluarkan peringatan baru tentang pelemahan dolar AS dan tekanan ekonomi yang semakin meningkat yang menurutnya harus dipersiapkan oleh orang Amerika. Bukunya telah menjadi buku terlaris internasional selama beberapa dekade, diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa dan membentuk cara jutaan orang di seluruh dunia berpikir tentang uang, utang, dan kemandirian finansial.

Kiyosaki berbagi di platform media sosial X minggu lalu: “Bye bye dolar AS!!!!!” Ia memperingatkan para pengikutnya:

Ramalan saya adalah penabung dolar AS menjadi yang paling rugi. Jika Anda memiliki dolar AS… hiperinflasi dapat menghapus Anda. Saya tetap berpegang pada mantra saya, miliki emas, perak, bitcoin, dan ether. Jaga diri, tetap waspada.

Dalam posting yang sama, penulis terkenal itu juga menyampaikan keyakinannya bahwa negara-negara BRICS sedang mengembangkan mata uang yang didukung emas yang disebut “UNIT,” sebuah klaim yang dilaporkan oleh beberapa media tetapi belum dikonfirmasi oleh pengumuman resmi. Negara-negara BRICS meliputi Brasil, Rusia, India, Cina, Afrika Selatan, Iran, Arab Saudi, Mesir, Ethiopia, Uni Emirat Arab (UAE), dan Indonesia. Pesan Kiyosaki tetap terfokus pada apa yang dilihatnya sebagai inflasi yang semakin cepat dan menurunnya daya beli dolar AS.

Baca lebih lanjut: Robert Kiyosaki Menyediakan Saran Crash Dengan Keyakinan Bitcoin Mendalam—Apa yang Investor Perlu Ketahui

Penulis terkenal itu juga menyebutkan data UBS yang menunjukkan peningkatan jumlah miliarder global, mencatat bahwa sekitar 2.900 individu sekarang mengendalikan $15,8 triliun, naik dari 2.700 yang mengendalikan $14 triliun pada tahun 2024. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak termasuk di antara miliarder tua atau baru, mengatakan bahwa ia membangun kekayaannya melalui usaha “low tech” seperti buku dan game yang diproduksi dengan teknologi percetakan lama, dan ia menyimpan uangnya dalam bentuk emas dan perak fisik. Ia menekankan bahwa, menurut pengalamannya, kekayaan tidak ditentukan oleh teknologi baru atau lama tetapi oleh prinsip keuangan tahan lama yang dapat bertahan dari gejolak ekonomi.

Kiyosaki secara konsisten memperingatkan bahwa mata uang fiat—terutama dolar AS—sedang kehilangan kekuatan karena inflasi merosotkan daya beli. Apakah mata uang global baru muncul atau tidak, Kiyosaki mempertahankan bahwa individu harus melindungi diri mereka dengan emas, perak, bitcoin, dan ether—aset yang ia yakini akan tetap tangguh sementara mata uang tradisional terus melemah.

FAQ

  • Apa yang diyakini Robert Kiyosaki sedang terjadi pada dolar AS?
    Ia memperingatkan bahwa daya beli dolar AS sedang melemah dengan cepat karena inflasi yang meningkat.
  • Mengapa Kiyosaki menganjurkan emas, perak, bitcoin, dan ether?
    Ia berpendapat bahwa aset-aset ini menawarkan perlindungan karena mata uang fiat terus kehilangan nilai.
  • Statistik miliarder apa yang disebutkan Kiyosaki?
    Ia merujuk data UBS yang menunjukkan bahwa 2.900 miliarder sekarang mengendalikan kekayaan senilai $15,8 triliun.
  • Apakah mata uang ‘UNIT’ yang didukung emas BRICS sudah dikonfirmasi?
    Belum, Kiyosaki menyebutkannya dalam postingannya, tetapi tidak ada konfirmasi resmi yang ada.