Ripple telah memperbarui kemitraannya dengan NYU Abu Dhabi untuk mendukung penelitian dan inovasi blockchain. Kemitraan ini bertujuan untuk mendorong pengembangan bakat, meningkatkan adopsi aset digital, dan mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam startup dan lembaga mapan di UAE. Ripple telah mendanai banyak beasiswa dan proyek penelitian melalui program UBRI-nya, menunjukkan komitmennya untuk mendorong inovasi di wilayah tersebut.
Ripple Memperbarui Kemitraan NYU Abu Dhabi untuk Penelitian Blockchain
Artikel ini diterbitkan lebih dari setahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah tidak terkini.

Pendanaan Ripple untuk NYU Abu Dhabi Melebihi $1 Juta
Penyedia infrastruktur aset digital, Ripple, telah memperbarui kemitraan strategisnya dengan NYU Abu Dhabi melalui Inisiatif Penelitian Blockchain Universitas (UBRI). Perpanjangan kemitraan Ripple akan membawa total pendanaannya untuk proyek penelitian NYU Abu Dhabi dan inisiatif mahasiswa melebihi $1 juta.
Menurut pernyataan, pembaruan terbaru Ripple atas kemitraan ini adalah bagian dari tujuan yang lebih luas untuk memperdalam kehadirannya di Uni Emirat Arab (UAE) dan Timur Tengah. Hal ini juga menekankan dedikasi perusahaan untuk mengembangkan bakat, mendorong inovasi, dan memajukan adopsi aset digital di wilayah tersebut.
Mengomentari pengumuman perpanjangan kemitraan penyedia infrastruktur, Reece Merrick, Managing Director Ripple untuk Timur Tengah dan Afrika, mengatakan:
“Program UBRI memainkan peran penting dalam mendukung penelitian mutakhir dan eksplorasi akademis, dan kolaborasi yang berkelanjutan ini memperlihatkan dedikasi Ripple untuk mendorong kemajuan dalam keuangan digital.”
Merrick menambahkan bahwa perpanjangan ini, bersama dengan kolaborasi penyedia infrastruktur dengan Dubai International Financial Centre (DIFC) Innovation Hub, menyoroti tujuan Ripple untuk mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam startup dan lembaga mapan di UAE.
Mendorong Ambisi Hub Keuangan Global UAE
Sementara itu, Lauren Weymouth, Direktur Kemitraan Universitas di Ripple, mengungkapkan bahwa dalam tahun lalu saja, perusahaan tersebut mendanai sekitar 313 beasiswa dan proyek penelitian terkait blockchain. Weymouth menambahkan bahwa dukungan untuk UBRI menekankan komitmen Ripple untuk mendorong proyek-proyek transformasional dan mendukung visi UAE untuk menjadi hub keuangan global.
Raša Karapandža, seorang Profesor Tamu Ekonomi di NYU Abu Dhabi, mengatakan bahwa program UBRI Ripple memperkuat komitmen lembaga pembelajaran untuk mendorong inovasi dan membina pola pikir berwawasan ke depan dalam komunitas akademisnya.
Selain mendukung inisiatif di UAE, Ripple juga telah menyediakan pendanaan untuk lembaga lain, termasuk Pusat Fintech Nasional Morgan State University, yang menerima hibah sebesar $1,05 juta, dan Fintech Lab di Sekolah Komputasi Universitas Nasional Singapura (NUS), yang menerima penghargaan senilai $1 juta.
Apa pendapat Anda tentang cerita ini? Bagikan pendapat Anda di bagian komentar di bawah.








