Langkah terbaru Ripple di Afrika menandakan langkah berani untuk keuangan digital, bekerja sama dengan Absa Bank untuk menyediakan layanan penjagaan aset institusional di Afrika Selatan dan memperluas jejak infrastruktur blockchainnya di pasar global yang tumbuh pesat.
Ripple Meluas di Afrika saat Permintaan Kelembagaan untuk Penitipan Digital Meningkat

Ripple Memperluas di Afrika dengan Kesepakatan Penjagaan Besar
Ripple meningkatkan kehadirannya dalam keuangan global seiring permintaan untuk infrastruktur berbasis blockchain meningkat di pasar yang sedang berkembang. Perusahaan mengumumkan pada 15 Oktober 2025 bahwa mereka telah membentuk kolaborasi strategis dengan Absa Bank untuk menyediakan layanan penjagaan aset digital institusional di Afrika Selatan. Perjanjian ini menjadikan Absa sebagai mitra penjagaan utama pertama Ripple di Afrika dan lebih memperluas jaringan perusahaan yang berkembang di seluruh Eropa, Timur Tengah, Asia-Pasifik, dan Amerika Latin.
Reece Merrick, Direktur Pelaksana Ripple untuk Timur Tengah dan Afrika, menyatakan:
Afrika mengalami perubahan besar dalam cara nilai disimpan dan ditukar, dan kemitraan kami dengan Absa menekankan komitmen Ripple untuk membuka potensi aset digital di benua ini.
Ripple menjelaskan bahwa “melalui kemitraan ini, Absa akan memanfaatkan teknologi penjagaan aset digital kelas institusional Ripple untuk menyediakan penyimpanan yang skalabel dan aman untuk aset yang ditokenisasi, termasuk mata uang kripto.”
Perusahaan menjelaskan:
Kemitraan ini adalah akibat dari meningkatnya permintaan untuk infrastruktur aset digital yang aman dan patuh di pasar yang sedang berkembang.
“Jaringan penjagaan global Ripple yang berkembang sekarang mencakup klien di seluruh Eropa, Timur Tengah, Asia-Pasifik, Amerika Latin, dan Afrika, mendukung lembaga keuangan saat mereka mengadopsi peluang yang disajikan oleh teknologi aset digital,” demikian rincian pengumuman tersebut.
Perusahaan kripto itu mencatat bahwa solusi aset digitalnya menarik baik bank tradisional maupun perusahaan native kripto. “Ripple melihat peningkatan permintaan untuk solusi pembayarannya di seluruh Afrika dari perusahaan native kripto dan lembaga keuangan tradisional,” demikian pernyataan perusahaan tersebut. Ekspansi ini mengikuti inisiatif baru-baru ini dari Ripple yang mendukung Chipper Cash dan meluncurkan stablecoin yang didukung oleh USD, Ripple USD (RLUSD), di Afrika. Dengan lebih dari 60 lisensi regulasi secara global, infrastruktur aman dan patuh dari Ripple memposisikannya sebagai penyedia utama jasa penjagaan dan pembayaran kelas institusional bagi lembaga keuangan yang mengeksplorasi integrasi aset digital.
FAQ 🧭
- Apa langkah terbaru Ripple di Afrika?
Ripple telah bermitra dengan Absa Bank untuk menyediakan layanan penjagaan aset digital institusional di Afrika Selatan. - Mengapa Ripple memperluas ke pasar yang sedang berkembang seperti Afrika?
Ripple menanggapi permintaan yang semakin meningkat untuk infrastruktur berbasis blockchain yang aman dan patuh di pasar yang sedang berkembang. - Apa yang ditawarkan Ripple melalui kemitraannya dengan Absa Bank?
Kemitraan ini memungkinkan Absa menggunakan teknologi penjagaan Ripple untuk menyimpan aset yang ditokenisasi dan mata uang kripto secara aman. - Bagaimana ekspansi Ripple bermanfaat bagi lembaga keuangan?
Infrastruktur aset digital yang patuh dan skalabel Ripple mendukung baik perusahaan keuangan tradisional maupun yang native kripto dalam mengadopsi teknologi blockchain.









