Dolar AS menuju kerugian mingguan karena posisi bearish mencapai rekor terendah, namun pergeseran korelasi bitcoin dengan indeks dolar AS mempersulit narasi bullish biasa untuk kripto.
Rekor Bearish Dolar Memicu Debat Korelasi Bitcoin

Ketiadaan Reaksi Bitcoin terhadap Dolar yang Lemah Menguji Hubungan Terbalik Historis
Dolar AS menuju kerugian mingguan, dengan data posisi menunjukkan investor lebih bearish terhadap dolar AS daripada pada titik mana pun dalam lebih dari satu dekade.
Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan sekitar 96,9 pada awal jam perdagangan AS pada Jumat, naik 0,1% pada hari itu tetapi masih mencatat penurunan mingguan sekitar 0,6%. Analis di Bank of America (BofA) Securities mencatat bahwa eksposur underweight terhadap dolar AS telah turun di bawah level yang terlihat pada April 2025, menandai posisi terlemah sejak dataset mereka dimulai pada 2012.
Meskipun kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve telah mereda setelah pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Fed, BofA mengatakan pergeseran tersebut belum terwujud dalam permintaan baru terhadap aset AS atau dolar. Investor dilaporkan meningkatkan rasio lindung nilai valuta asing, mengurangi eksposur terhadap AS, dan mengantisipasi diversifikasi cadangan lebih lanjut dari dolar.
Namun, sebagian besar data survei tersebut diperoleh sebelum laporan tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan, yang dapat meredam sentimen bearish. Data ekonomi yang tangguh dan pergeseran ekspektasi Fed tetap menjadi dukungan jangka pendek bagi mata uang tersebut.
Secara historis, bitcoin cenderung bergerak berlawanan arah dengan dolar AS. Dolar yang melemah membuat BTC lebih murah bagi pembeli global dan melonggarkan kondisi keuangan, seringkali menguntungkan aset berisiko.
Namun, hubungan tersebut telah berubah baru-baru ini. Sejak awal 2025, bitcoin dan DXY menunjukkan korelasi positif. Meskipun dolar AS turun 9% tahun lalu dan tambahan 1% tahun ini, bitcoin turun 6% pada 2025 dan turun 21% year-to-date. Korelasi 90-hari antara BTC dan dolar AS baru-baru ini naik menjadi 0,60, level tertinggi sejak April 2025.

Harvard mengurangi posisi ETF Bitcoin dan mendukung ETF Ether dengan $86 juta.
Harvard Management Company mengurangi kepemilikan ETF bitcoin-nya pada kuartal keempat sambil memulai investasi sebesar $86 juta di Blackrock’s Ishares Ether Trust. read more.
Baca sekarang
Harvard mengurangi posisi ETF Bitcoin dan mendukung ETF Ether dengan $86 juta.
Harvard Management Company mengurangi kepemilikan ETF bitcoin-nya pada kuartal keempat sambil memulai investasi sebesar $86 juta di Blackrock’s Ishares Ether Trust. read more.
Baca sekarang
Harvard mengurangi posisi ETF Bitcoin dan mendukung ETF Ether dengan $86 juta.
Baca sekarangHarvard Management Company mengurangi kepemilikan ETF bitcoin-nya pada kuartal keempat sambil memulai investasi sebesar $86 juta di Blackrock’s Ishares Ether Trust. read more.
Jika korelasi ini berlanjut, penurunan dolar yang lebih dalam mungkin tidak secara otomatis mengangkat bitcoin. Sebaliknya, perdagangan bearish dolar yang terlalu ramai meningkatkan kemungkinan terjadinya short squeeze, di mana rebound mendadak memaksa trader untuk menutup posisi, yang berpotensi mengangkat baik dolar maupun BTC secara bersamaan.
FAQ 💵
- Mengapa dolar AS melemah?
Investor memegang posisi underweight rekor dan mengharapkan diversifikasi lebih lanjut dari USD. - Apakah dolar yang melemah membantu bitcoin?
Secara historis ya, tetapi data terbaru menunjukkan korelasi positif. - Apa korelasi BTC–DXY saat ini?
Sekitar 0,60 dalam periode 90 hari. - Apakah short squeeze dapat mempengaruhi bitcoin?
Ya, rebound tajam dolar AS dapat mengangkat BTC bersamaan dengannya.








