58,000 data pribadi pengguna berpotensi disusupi dalam pelanggaran data Byte Federal.
Raksasa ATM Bitcoin Byte Federal Mengalami Pelanggaran Data: 58.000 Pengguna Terkena Dampak
Artikel ini diterbitkan lebih dari setahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah tidak terkini.

Byte Federal Mengalami Pelanggaran Data
Byte Federal, salah satu penyedia ATM bitcoin terbesar di AS, telah mengungkapkan pelanggaran data yang mempengaruhi sekitar 58,000 pengguna. Ini menurut surat pemberitahuan pelanggaran konsumen yang dikirim Byte Federal kepada penggunanya pada 27 November.
Menurut surat tersebut, Byte Federal menemukan penyusupan pada 18 November setelah terjadi pada 30 September. Mereka mengklaim bahwa seorang peretas anonim menggunakan celah di perangkat lunak pihak ketiga untuk masuk ke jaringan perusahaan. Celah tersebut ditemukan pada platform pengembangan terkenal, Gitlab.
Lebih lanjut, sebuah dokumen yang dikirimkan kepada jaksa agung Maine, Byte Federal menyatakan bahwa peretas berusaha mendapatkan informasi pribadi 58,000 pelanggan, termasuk nama, alamat, nomor telepon, identifikasi pemerintah, nomor jaminan sosial, riwayat transaksi, dan foto pengguna.
Sejak saat itu, Byte Federal yang mengoperasikan lebih dari 1,200 ATM bitcoin (kios elektronik yang memungkinkan pengguna membeli dan menjual cryptocurrency) di seluruh AS telah mengganti kata sandi internalnya dan melakukan reset keras pada semua akun pelanggan.
Perusahaan ini juga sedang melakukan investigasi forensik untuk memastikan penyebab dan jangkauan insiden tersebut dengan bantuan tim keamanan siber independen. Sementara itu, Byte Federal meyakinkan penggunanya bahwa tidak ada kompromi pada dana atau aset pengguna.
Insiden ini sekali lagi menyoroti kekhawatiran tentang keamanan layanan terkait kripto dan informasi yang mereka kelola. Semoga, pelanggaran pada sistem Byte Federal ini adalah insiden satu kali dan pengguna dapat terus mempercayai efektivitas protokol keamanan perusahaan dalam mengelola data pengguna.








