Polymarket semakin memperkuat citra sebagai penyedia prediksi real-time melalui peluncuran bar di Washington, D.C., dan akuisisi baru di sektor DeFi, meskipun pengawasan dari para pembuat undang-undang AS semakin ketat.
Polymarket Memperkuat Langkah Pertumbuhannya Melalui Peluncuran DC Bar dan Kemitraan dengan Brahma DeFi

Peluncuran Bar Polymarket di D.C. dan Kesepakatan dengan Brahma Menandakan Pertumbuhan yang Agresif
Polymarket telah meluncurkan “The Situation Room,” sebuah bar di Washington, D.C. yang dirancang untuk memantau peristiwa global secara langsung, sekaligus mengumumkan akuisisi startup infrastruktur kripto Brahma, menandai ekspansi dua arah ke ekosistem fisik dan on-chain.
Bar yang dijadwalkan dibuka pada 21 Maret ini mengubah perilaku online yang sudah familiar—melacak perkembangan geopolitik dan peluang taruhan—menjadi sebuah tempat fisik. Layar yang menampilkan data pasar prediksi langsung, umpan berita, pelacak penerbangan, dan terminal Bloomberg menjadi inti dari pengalaman ini, menempatkan tempat tersebut sebagai perpaduan antara lantai perdagangan dan pusat sosial.
Polymarket mengungkap konsep ini melalui akun X resminya, di mana pengumuman tersebut dengan cepat menyebar di kalangan perdagangan dan politik. Reaksi awal cenderung mengarah pada humor dan relevansi budaya, dengan pengguna bercanda tentang “memantau situasi” hingga larut malam sambil melacak perkembangan global secara real-time.

Desain tempat tersebut, berdasarkan materi promosi, menonjolkan interior yang ramping dan berteknologi tinggi yang dirancang untuk konsumsi data yang terus-menerus. Meskipun lokasi pastinya belum diungkapkan, lokasi di Washington menandakan keselarasan yang disengaja dengan pembuat kebijakan, jurnalis, dan orang dalam politik yang secara cermat mengikuti peristiwa dunia nyata yang terkait dengan pasar prediksi.
Peluncuran ini terjadi saat pasar prediksi kembali menjadi sorotan para pembuat undang-undang. Senator Chris Murphy (D-Conn.) dan Anggota DPR Greg Casar (D-Texas) baru-baru ini memperkenalkan RUU BETS OFF, yang bertujuan melarang taruhan pada tindakan pemerintah yang sensitif seperti operasi militer dan pembunuhan.
Para pembuat undang-undang menunjuk aktivitas di platform seperti Polymarket dan Kalshi, termasuk taruhan bernilai tinggi yang terkait dengan peristiwa geopolitik, sebagai bukti potensi risiko mulai dari perdagangan orang dalam hingga konflik kepentingan. Para kritikus berargumen bahwa pasar semacam itu dapat mendorong perilaku yang berkaitan dengan masalah keamanan nasional atau keselamatan publik.
Polymarket belum mengindikasikan adanya perubahan operasional sebagai respons terhadap rancangan undang-undang tersebut dan terus memperluas penawarannya seiring berlanjutnya perdebatan mengenai regulasi.
Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Polymarket mengonfirmasi kepada Fortune bahwa mereka telah mengakuisisi Brahma, sebuah startup infrastruktur keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang didirikan pada tahun 2021. Rincian keuangan dari kesepakatan tersebut tidak diungkapkan.
Brahma menyediakan alat non-penyimpanan termasuk akun pintar, sistem eksekusi otomatis, dan infrastruktur penyelesaian yang dirancang untuk menyederhanakan alur kerja kripto yang kompleks. Platform ini telah memproses volume transaksi lebih dari $10 miliar, menurut data yang tersedia.
Polymarket menyatakan bahwa akuisisi ini bertujuan untuk mengurangi hambatan dalam sistem berbasis blockchain-nya, meningkatkan likuiditas, dan memperbaiki pengalaman pengguna secara keseluruhan. Dengan mengintegrasikan alat-alat Brahma, perusahaan berupaya menyederhanakan proses pendaftaran, pengelolaan aset, dan eksekusi perdagangan di seluruh pasarnya.
Kesepakatan ini mengikuti serangkaian langkah strategis Polymarket untuk memperkuat infrastrukturnya. Perusahaan sebelumnya mengakuisisi QCEX, bursa dan kliring yang diatur, serta Dome, platform API pasar prediksi yang berfokus pada pengembang.
Tim Brahma, termasuk para pendirinya, akan bergabung dengan Polymarket untuk mengembangkan produk baru dan memperluas kategori pasar, dengan fokus pada perluasan akses bagi audiens yang lebih luas.

Laporan: Kraken Menunda Rencana Penawaran Umum, Menunggu Kondisi Pasar yang Lebih Baik
Ketahui alasan di balik penundaan penawaran umum perdana Kraken di tengah kondisi pasar yang melemah yang memengaruhi valuasi aset kripto. read more.
Baca sekarang
Laporan: Kraken Menunda Rencana Penawaran Umum, Menunggu Kondisi Pasar yang Lebih Baik
Ketahui alasan di balik penundaan penawaran umum perdana Kraken di tengah kondisi pasar yang melemah yang memengaruhi valuasi aset kripto. read more.
Baca sekarang
Laporan: Kraken Menunda Rencana Penawaran Umum, Menunggu Kondisi Pasar yang Lebih Baik
Baca sekarangKetahui alasan di balik penundaan penawaran umum perdana Kraken di tengah kondisi pasar yang melemah yang memengaruhi valuasi aset kripto. read more.
Secara keseluruhan, peluncuran fisik di Washington dan akuisisi backend menandakan dorongan terkoordinasi: satu bertujuan untuk visibilitas budaya dan keterlibatan pengguna, yang lain untuk skalabilitas teknis dan kedalaman pasar. Namun, waktunya menempatkan kedua inisiatif ini tepat di tengah perbincangan regulasi yang semakin memanas.
FAQ 🔎
- Apa itu ‘Situation Room’ Polymarket?
Sebuah bar di Washington, D.C., yang menampilkan pelacakan acara global secara real-time, peluang prediksi, dan umpan berita langsung. - Mengapa Polymarket mengakuisisi Brahma?
Untuk meningkatkan infrastruktur blockchain, menyederhanakan pengalaman pengguna, dan meningkatkan likuiditas di platformnya. - Apa itu Undang-Undang BETS OFF?
Sebuah rancangan undang-undang AS yang bertujuan melarang taruhan pada peristiwa sensitif seperti perang dan tindakan pemerintah. - Kapan bar Polymarket dibuka?
Tempat ini dijadwalkan dibuka pada 21 Maret 2026 di Washington, D.C.









