Didukung oleh
Mining

Perusahaan Tenaga Nasional Malaysia Kehilangan Lebih dari $1,1 Miliar Akibat Penambangan Kripto Ilegal

Perusahaan utilitas nasional Malaysia, Tenaga Nasional Bhd (TNB) kehilangan lebih dari $1,11 miliar akibat penggunaan listrik ilegal oleh penambang kripto antara tahun 2020 dan Agustus 2025, dengan 13.827 tempat terlibat.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
Perusahaan Tenaga Nasional Malaysia Kehilangan Lebih dari $1,1 Miliar Akibat Penambangan Kripto Ilegal

Penegakan Ditingkatkan dan Kejelasan Regulasi

Perusahaan utilitas nasional Malaysia, Tenaga Nasional Bhd (TNB), mengalami kerugian melebihi $1,11 miliar (4,6 miliar ringgit) akibat penggunaan listrik ilegal oleh penambang mata uang kripto antara tahun 2020 dan Agustus tahun ini. Kementerian Transformasi Energi dan Air mengungkapkan bahwa ditemukan 13.827 tempat melakukan penyalahgunaan listrik, terutama untuk menambang bitcoin.

Kerugian finansial ini mencerminkan masalah yang semakin meningkat; seorang menteri pemerintah Malaysia sebelumnya mengungkapkan pada Juli 2024 bahwa penambang kripto ilegal mencuri listrik sekitar $727 juta antara tahun 2018 dan 2023. Sebagai bagian dari upaya penegakan hukum, pejabat menghancurkan 2.022 peralatan yang disita termasuk mesin penambangan bitcoin yang tidak memiliki sertifikasi Komisi Energi yang sah.

Baca lebih lanjut: Malaysia Kehilangan Lebih dari $700 Juta dalam Bentuk Listrik ke Penambang Kripto Ilegal, Kata Menteri

Menurut laporan Reuters, otoritas Malaysia telah meningkatkan upaya penegakan hukum, dengan TNB bekerja sama dengan polisi, regulator komunikasi, lembaga anti-korupsi, dan badan lainnya untuk menyita mesin penambangan Bitcoin dari tempat yang terlibat.

Meskipun penambangan cryptocurrency sendiri tidak ilegal di Malaysia, memodifikasi meteran atau melewati sambungan merupakan pelanggaran serius di bawah Undang-Undang Penyaluran Listrik. Untuk memerangi pencurian besar-besaran ini, TNB menerapkan langkah-langkah baru. TNB telah membuat database berisi catatan pemilik dan penyewa yang dicurigai melakukan pencurian listrik terkait aktivitas penambangan.

Kementerian mencatat bahwa database ini berfungsi sebagai referensi internal penting untuk mengidentifikasi tempat yang mencurigakan dan memandu operasi inspeksi. Selain itu, meter pintar sedang dipasang di gardu distribusi listrik untuk memantau pola konsumsi dan mendeteksi manipulasi secara real-time, langkah yang diyakini pejabat akan memperkuat pengawasan dan mengurangi kerugian di masa datang.

Skala pencurian ini menunjukkan tantangan yang semakin besar dihadapi oleh pemerintah di seluruh dunia dalam menyeimbangkan kenaikan penambangan cryptocurrency dengan keamanan energi. Penindakan Malaysia menunjukkan risiko finansial dan infrastruktur yang ditimbulkan oleh operasi penambangan tanpa izin.

FAQ 💡

  • Berapa banyak yang hilang Malaysia akibat penambangan kripto ilegal? TNB melaporkan kerugian sebesar 4,6 miliar ringgit ($1,11B) dari tahun 2020 hingga Agustus 2025.
  • Seberapa luas masalah ini? Pihak berwenang menemukan 13.827 tempat yang melakukan penyalahgunaan listrik secara ilegal, terutama untuk penambangan Bitcoin.
  • Apakah penambangan kripto ilegal di Malaysia? Penambangan sendiri legal, namun memodifikasi meteran dan melewati sambungan melanggar Undang-Undang Penyaluran Listrik.
  • Langkah apa yang sedang diambil? TNB menerapkan meter pintar dan database untuk melacak dan membatasi pencurian listrik di seluruh negeri.
Tag dalam cerita ini