Jaksa Prancis telah mengumumkan bahwa seorang hakim penyidik memperpanjang penahanan polisi Pavel Durov, CEO Telegram, pada Senin malam hingga 48 jam. Setelah itu, pihak berwenang Prancis harus membebaskannya atau menuntutnya. Durov ditahan pada Sabtu di bandara Le Bourget di tengah penyelidikan yudisial yang diluncurkan bulan lalu terkait 12 dugaan pelanggaran kriminal, termasuk bersekongkol dalam penjualan materi pelecehan seksual anak dan perdagangan narkoba. Durov memiliki kewarganegaraan Rusia, Prancis, Uni Emirat Arab, dan St. Kitts dan Nevis. Pemerintah Rusia telah menyatakan keberatan keras terhadap penahanannya. Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menjelaskan bahwa penangkapan Durov tidak bermotif politik tetapi merupakan bagian dari proses yudisial independen.
Pengadilan Prancis Memperpanjang Penahanan Polisi CEO Telegram, Pavel Durov
Artikel ini diterbitkan lebih dari setahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah tidak terkini.
DITULIS OLEH
BAGIKAN










