Keputusan kebijakan Federal Reserve bulan Desember tampaknya menjadi pertarungan antara pejabat yang khawatir tentang ketahanan inflasi dan mereka yang berfokus pada melemahnya lapangan kerja dan permintaan.
Pejabat Fed Terbelah saat Pasar Memperkirakan Pemotongan Suku Bunga Desember

Pedagang Bertaruh pada Pemotongan Suku Bunga Meski Fed Terbelah Mengenai Inflasi
Menurut CME Fedwatch Tool, pedagang sekarang menetapkan probabilitas 65,4% bahwa bank sentral akan menurunkan target rentang menjadi 3,50-3,75%, turun dari 3,75-4,00% saat ini, pada pertemuan 10 Desember 2025.
Sisanya 34,6% mengharapkan tidak ada perubahan, yang menunjukkan ketidakpastian pasar tentang apakah inflasi atau pertumbuhan yang melambat akan mendominasi perdebatan.
Pasar prediksi mencerminkan perpecahan tersebut. Di Polymarket, pedagang menempatkan peluang 71% pada pemotongan 25 basis poin, sedangkan Kalshi mencerminkan peluang yang sama. Keduanya menunjukkan hanya probabilitas 2-3% untuk langkah 50 poin yang lebih dalam dan kira-kira 27-28% peluang bahwa Fed akan bertahan.
Di dalam bank sentral, ketegangan itu jelas. Beberapa pejabat memperingatkan bahwa tekanan harga yang dipicu oleh tarif dan inflasi jasa yang membandel dapat menggagalkan kemajuan menuju target 2%. Yang lain, termasuk Presiden Fed San Francisco Mary Daly, berpendapat bahwa melambatnya penciptaan lapangan kerja dan permintaan yang lemah membenarkan pertimbangan pemotongan untuk mencegah pendaratan yang lebih keras.
“Menentukan kebijakan yang tepat akan memerlukan keterbukaan pikiran dan penggalian bukti dari kedua sisi perdebatan,” tulis Daly.
Baca lebih lanjut: Arthur Hayes Mengatakan Lonjakan Berikutnya Bitcoin Terkunci dengan Banjir Likuiditas Fed yang Meningkat
Sentimen pasar berubah dalam beberapa minggu terakhir karena pejabat menyampaikan pesan yang bertentangan. Sementara anggota yang dovish menekankan pasar tenaga kerja yang mendingin, pembuat kebijakan yang hawkish memperingatkan terhadap pelonggaran yang prematur yang mungkin memicu kembali ekspektasi inflasi.
Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic mengatakan bahwa data pasar tenaga kerja saat ini tidak jelas dan membingungkan, membuat sulit untuk menarik kesimpulan yang pasti.
“Mereka tidak cukup jelas untuk menjamin respons kebijakan moneter yang agresif jika dibandingkan dengan risiko yang lebih langsung dari tekanan inflasi yang terus berlanjut,” tambah Bostic dalam sebuah pidato, lapor Reuters Rabu.
Saat hitungan mundur menuju Desember dimulai, pedagang tetap memantau cetakan inflasi dan laporan ketenagakerjaan yang akan datang yang dapat menggeser peluang lebih jauh. Untuk saat ini, pasar menyebutnya miring ke arah pemotongan 25 poin—tetapi dengan keragu-raguan yang tersisa di tengah salah satu pandangan Fed paling terbagi di tahun ini.
FAQ 📊
- 🇺🇸 Kapan pertemuan Fed berikutnya?
Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal berikutnya dijadwalkan pada 10 Desember 2025. - 📉 Apa yang ditunjukkan oleh CME FedWatch Tool?
Ini menunjukkan peluang 65,4% untuk pemotongan suku bunga 25 basis poin. - 💬 Apa yang dikatakan pasar prediksi?
Baik Polymarket dan Kalshi memberikan kira-kira peluang 71% untuk pemotongan 25 poin, sesuai dengan data berjangka. - 📈 Mengapa Fed terbelah?
Para pejabat tidak sepakat apakah inflasi yang terus-menerus atau data ketenagakerjaan yang melemah yang menjadi risiko lebih besar memasuki bulan Desember.








