">Acara bulan April ini diperkirakan akan menarik ribuan peserta seiring dengan penyesuaian kalender konferensi musim semi di industri ini.
">Pembatalan Token 2049 Dubai telah menimbulkan gejolak dalam kalender acara musim semi industri aset digital, dengan banyak perusahaan kini mengalihkan perhatian mereka ke Paris Blockchain Week, yang dijadwalkan pada 15–16 April di ibu kota Prancis.
">Token 2049, salah satu merek konferensi paling terkemuka di industri kripto, semula dijadwalkan menggelar edisi Dubai sebelum mengumumkan bahwa acara tersebut tidak akan dilangsungkan sesuai rencana. Berita ini mendorong para pendiri, investor, dan lembaga yang telah menjadwalkan pertemuan, peluncuran produk, dan diskusi investor seputar acara tersebut untuk mencari alternatif.
">Paris Blockchain Week, yang kini memasuki tahun ketujuh, telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pertemuan terkemuka di Eropa untuk sektor blockchain dan aset digital. Edisi tahun ini diperkirakan akan menarik lebih dari 7.000 peserta, termasuk perwakilan dari perusahaan kripto seperti Coinbase, Binance, Ripple, Circle, dan Chainalysis, serta pemain institusional seperti BlackRock, Deutsche Bank, dan J.P. Morgan.
">Michael Amar, Ketua Paris Blockchain Week, mengakui gangguan yang disebabkan oleh pembatalan acara di Dubai. "Percakapan dan kolaborasi yang mendorong kemajuan industri ini tidak berhenti," katanya, sambil menambahkan bahwa acara ini menantikan kedatangan komunitas yang lebih luas di Paris.
">Konferensi ini telah menempatkan dirinya di persimpangan antara aset digital dan keuangan tradisional, menarik partisipasi dari perusahaan teknologi dan pembuat kebijakan bersama dengan para pelaku industri kripto — profil yang mungkin menarik bagi para peserta yang jadwal musim semi mereka kini menjadi kosong.
">Paris Blockchain Week akan diselenggarakan pada 15–16 April 2026. Rincian lebih lanjut tersedia di parisblockchainweek.com.










