DeFi Technologies Inc, sebuah perusahaan fintech yang terdaftar di Nasdaq, memperluas ke wilayah GCC dan MENA untuk memanfaatkan permintaan institusional yang meningkat terhadap aset digital di Timur Tengah.
Nasdaq-Listed DeFi Technologies Membuka Usaha di Dubai untuk Memanfaatkan Booming Kripto di MENA

Memperluas Jangkauan Global DeFi Technologies
DeFi Technologies Inc, sebuah perusahaan teknologi keuangan yang terdaftar di Nasdaq, telah mengumumkan ekspansi besar ke wilayah GCC dan MENA. Perusahaan ini telah secara resmi mendaftarkan dan mendirikan kantor di Dubai serta membuka meja perdagangan khusus di dalam Dubai Multi Commodities Center (DMCC) di Uni Emirat Arab (UEA).
Langkah ini dipelopori oleh DeFi Technologies dan anak perusahaannya yang mengelola aset digital, Valour, bertujuan untuk memanfaatkan minat institusional yang meningkat terhadap aset digital di Timur Tengah. Ekspansi ini adalah komponen kunci dari strategi lebih luas perusahaan untuk meningkatkan penawaran produknya dan memperluas jangkauan globalnya.
Dianggap sebagai manajer aset digital pertama yang terdaftar di Nasdaq, DeFi Technologies menyediakan investor ekuitas dengan paparan beragam terhadap ekonomi terdesentralisasi sementara Valour menawarkan akses ke lebih dari 65 aset digital melalui produk yang diperdagangkan di bursa yang diatur (ETP). Ada rencana untuk memperluas ini menjadi 100 pada akhir 2025.
Tren global aliran modal institusional ke dana yang diperdagangkan di bursa spot bitcoin dan ethereum (ETF) semakin tercermin di Timur Tengah, khususnya di UEA. Contoh terbaru termasuk dana kekayaan kedaulatan UEA, Mubadala, yang memperluas posisinya di ETF bitcoin Blackrock, menunjukkan preferensi yang semakin meningkat untuk eksposur aset digital non-tradisional yang dikemas dalam bungkus ETF yang sudah dikenal. Total aset yang dikelola (AUM) dalam crypto ETP secara global kini telah mencapai $176,3 miliar.
Andrew Forson, Presiden DeFi Technologies dan Chief Growth Officer Valour, menekankan permintaan pasar.
โKami percaya permintaan untuk ETP aset digital akan meningkat tidak hanya secara global tetapi juga di GCC dan Timur Tengah. Investor, baik dana kekayaan kedaulatan, investor institusional, kantor keluarga, dan bahkan investor ritel, tertarik pada kripto tetapi memerlukan kendaraan yang sudah dikenal dan efisien untuk mendapatkan eksposur,โ kata Forson.
Dia menambahkan bahwa membungkus aset digital seperti bitcoin dan ethereum dalam instrumen keuangan yang diatur seperti ETP tidak hanya akan meningkatkan jumlah investor kripto tetapi juga menawarkan negara-negara seperti UEA, Qatar, Oman, dan Arab Saudi akses ke investasi asing internasional. Ini memungkinkan investor lokal dan internasional untuk mendapatkan eksposur melalui penyedia terpercaya seperti Bursa Efek Abu Dhabi dan Pasar Keuangan Dubai.
Selain ekspansi ke Timur Tengah, DeFi Technologies juga telah memperluas jangkauannya ke Turki melalui kolaborasi dengan Misyon Bank dan Misyon Kripto untuk memperkenalkan ETP, mengakui bahwa lebih dari 50% populasi investor Turki saat ini memegang aset digital. Pada 2024, DeFi Technologies, melalui Valour, bermitra dengan Gulfcap Investment Bank (GCIB) untuk bertindak sebagai Penasihat Transaksi utamanya untuk penetapan silang yang diusulkan dari ETP Valour di Bursa Efek Nairobi (NSE) di Kenya.
Penetapan silang ini akan memungkinkan ETP Valour untuk diperdagangkan dalam Shilling Kenya di NSE, menawarkan investor Afrika Timur paparan ke aset digital terkemuka melalui kendaraan investasi yang diatur. Di Eropa, anak perusahaan DeFi Technologies, Valour saat ini menawarkan lebih dari 65 ETP aset digital yang sepenuhnya terhedge di bursa terkemuka termasuk Xetra, Spotlight, dan Euronext, memperkuat kehadiran kuat di berbagai pasar keuangan global utama.








