Didukung oleh
News Bytes

Mojtaba Khamenei Ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Laporan Media Negara

Majelis Ahli Iran telah menunjuk Mojtaba Khamenei, putra berusia 56 tahun dari Pemimpin Tertinggi Iran yang telah wafat, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi baru negara tersebut, menurut laporan media pemerintah pada Minggu.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
Mojtaba Khamenei Ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Laporan Media Negara

Dalam perkembangan signifikan di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel, media pemerintah Iran mengumumkan bahwa Majelis Ahli yang beranggotakan ulama telah memilih Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya, yang tewas dalam serangan udara pekan lalu. Badan yang bertugas memilih Pemimpin Tertinggi tersebut menyerukan kepada warga untuk tetap bersatu dan bersumpah setia kepada pemimpin baru.

Mojtaba, seorang ulama Syiah yang relatif kurang dikenal, lahir pada 1969 di Mashhad, telah lama menjalin hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang berkuasa dan memainkan peran berpengaruh di balik layar di kantor ayahnya. Ini menandai kali pertama kekuasaan berpindah dari ayah ke anak di Republik Islam sejak didirikan pada 1979, berpotensi mengkonsolidasikan kendali garis keras saat negara menghadapi tekanan eksternal yang intens.

Penunjukan ini terjadi saat Iran menghadapi dampak serangan militer mematikan yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dan tokoh-tokoh senior lainnya. Dengan koneksi kuat ke IRGC dan aparatur keamanan, Mojtaba Khamenei diperkirakan akan mempertahankan sikap tegas pada isu-isu kunci, termasuk program nuklir dan dukungan bagi proksi regional.

Minyak Mentah West Texas Mencapai $115 di Pasar Hyperliquid di Tengah Ketegangan Perang di Timur Tengah

Minyak Mentah West Texas Mencapai $115 di Pasar Hyperliquid di Tengah Ketegangan Perang di Timur Tengah

Harga minyak melonjak menjadi $115 per barel selama akhir pekan di platform pertukaran terdesentralisasi (DEX) Hyperliquid. read more.

Baca sekarang

Namun, suksesi turun-temurun ini telah menimbulkan kekhawatiran internasional, dengan Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut pilihan tersebut tidak dapat diterima dan pejabat Israel memperingatkan mereka akan menargetkan pemimpin rezim. Analis menyarankan transisi ini bertujuan untuk menampilkan stabilitas, tetapi dapat meningkatkan ketegangan di Timur Tengah saat pemimpin baru mengambil alih komando angkatan bersenjata Iran selama perang. Sementara itu, harga minyak global terus melonjak.

Setelah Pemimpin Tertinggi baru terpilih, Trump menulis di Truth Social dan mengatakan, "Harga minyak jangka pendek, yang akan turun drastis setelah ancaman nuklir Iran dihapuskan, adalah harga yang sangat kecil untuk keamanan dan perdamaian AS dan dunia. HANYA ORANG BODOH YANG BERPIKIR LAIN."

FAQ 🇮🇷

  • Siapa Pemimpin Tertinggi Iran yang baru? Mojtaba Khamenei, putra berusia 56 tahun dari Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan udara AS-Israel, telah ditunjuk oleh Majelis Ahli.
  • Apa yang terjadi dengan Pemimpin Tertinggi sebelumnya, Ali Khamenei? Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara AS-Israel pekan lalu, yang menyebabkan putranya menggantikannya.
  • Bagaimana Mojtaba Khamenei dipilih? Majelis Ahli Iran, badan keagamaan yang bertugas memilih pemimpin, menunjuknya di tengah seruan untuk persatuan nasional.
  • Apa artinya ini bagi AS dan Timur Tengah? Penunjukan ini menimbulkan kekhawatiran di Washington dan Yerusalem, dengan potensi konflik yang berlanjut atau meningkat di kawasan tersebut.
Tag dalam cerita ini