Pemegang saham Microsoft menolak dorongan untuk mengadopsi bitcoin sebagai cadangan strategis, dengan menolak klaim bahwa itu bisa menambahkan triliunan nilai pasar dan mengurangi risiko pemegang saham.
Microsoft Memutuskan Tidak pada Cadangan Bitcoin: Upaya Persuasif Michael Saylor Gagal Meyakinkan
Artikel ini diterbitkan lebih dari setahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah tidak terkini.

Penolakan Investasi Bitcoin oleh Microsoft: Apa Artinya bagi Pemegang Saham
Pemegang saham Microsoft telah memilih untuk menolak proposal yang mencakup bitcoin dalam cadangan keuangan perusahaan, sesuai dengan panduan dari dewan direksi untuk menolak tindakan tersebut. Dewan menekankan bahwa perusahaan sudah mengevaluasi berbagai aset yang dapat diinvestasikan, termasuk bitcoin, dalam pendekatan investasi yang lebih luas.
Proposal tersebut, berjudul “Penilaian Investasi dalam Bitcoin,” diperkenalkan oleh National Center for Public Policy Research. Organisasi ini, yang dikenal dengan sikap konservatifnya, berargumen bahwa memegang BTC bisa bertindak sebagai pelindung terhadap inflasi. Para pendukung menyarankan langkah ini akan menempatkan Microsoft di samping perusahaan seperti Tesla dan Microstrategy, yang telah menerima bitcoin dalam neraca mereka.
Ketua eksekutif Microstrategy, Michael Saylor, telah mendorong Microsoft untuk mengadopsi bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangannya. Pekan lalu, Saylor menyampaikan presentasi singkat kepada Dewan Direksi Microsoft, mempromosikan adopsi bitcoin sebagai aset strategis. Dia menekankan bahwa bitcoin mewakili gelombang besar teknologi berikutnya, dengan menyarankan bahwa keterlibatan Microsoft bisa secara substansial meningkatkan valuasi pasarnya. “Microsoft tidak bisa ketinggalan gelombang teknologi berikutnya, dan bitcoin adalah gelombang itu,” kata Saylor dalam sebuah video yang dibagikan di X pekan lalu, dan mendapatkan jutaan tampilan.
Saylor menyoroti pengembalian tahunan bitcoin yang lebih unggul dibandingkan aset tradisional, menegaskan bahwa integrasi bitcoin dalam strategi keuangan Microsoft bisa menambah ratusan dolar pada harga sahamnya dan berpotensi meningkatkan kapitalisasi pasar sekitar $5 triliun selama dekade berikutnya. Dia mengusulkan pengalokasian kembali sumber daya dari pembelian kembali saham dan kepemilikan obligasi ke investasi bitcoin, berargumen bahwa langkah tersebut tidak hanya akan meningkatkan nilai perusahaan tetapi juga mengurangi risiko pemegang saham. Saylor menekankan ketahanan bitcoin terhadap berbagai risiko ekonomi dan geopolitik, menempatkannya sebagai penyimpan nilai yang kuat.
Meskipun argumen Saylor yang meyakinkan, pemegang saham Microsoft memilih menolak proposal untuk berinvestasi dalam bitcoin, sesuai dengan rekomendasi dewan untuk mempertahankan strategi investasi saat ini yang berfokus pada aset yang kurang volatil.
Keputusan Microsoft untuk menolak proposal cadangan BTC menekankan skeptisisme yang berlanjut tentang bitcoin dalam kepemimpinan Microsoft, termasuk salah satu pendirinya Bill Gates, yang telah mengkritik mata uang kripto sebagai spekulatif dan berisiko. Sementara itu, perusahaan lain seperti Amazon dilaporkan sedang mempertimbangkan proposal serupa, membuat perbincangan tentang tempat bitcoin dalam keuangan perusahaan tetap aktif.








