Didukung oleh
Metaverse

Metaverse Meta Aman, Setidaknya Untuk Saat Ini

Meskipun perusahaan sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan layanan Horizon Worlds—dunia digital internal untuk headset VR—kini mereka telah menarik kembali keputusan tersebut. Meskipun demikian, layanan tersebut kini sedang disesuaikan untuk platform seluler, di mana layanan tersebut lebih populer.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
Metaverse Meta Aman, Setidaknya Untuk Saat Ini

Meta Menyimpan Metaverse-nya untuk Headset VR, tetapi Mulai Sekarang Fokus pada Mobile

Meta, perusahaan bernilai miliaran dolar yang pernah menaruh semua telurnya dalam keranjang metaverse, kini berfokus pada transformasi pengalaman ini untuk platform seluler.

Meskipun Meta baru-baru ini mengumumkan bahwa Horizon Worlds, pengalaman metaverse andalannya, tidak akan tersedia bagi pengguna headset virtual reality (VR) seri Quest mulai 31 Maret, reaksi negatif yang muncul membuat perusahaan tersebut mengubah keputusannya.

Pengumuman tersebut memicu reaksi negatif dari pengguna VR, yang menolak langkah ini dengan alasan bahwa versi seluler Horizon Worlds menghadapi banyak masalah dan tidak mampu menghadirkan pengalaman imersif metaverse.

Dalam sesi tanya jawab (AMA) di Instagram baru-baru ini, CTO Meta Andrew “Boz” Bosworth mengungkapkan bahwa perusahaan menarik kembali keputusan sebelumnya dan mempertahankan akses ke Horizon Worlds melalui headset VR. “Kami telah memutuskan, bahkan hari ini, bahwa kami akan tetap membuat Horizon Worlds berfungsi di VR untuk game yang sudah ada,” ujarnya.

Meskipun demikian, ia juga menekankan bahwa tidak ada lagi game yang direncanakan untuk platform Horizon di VR, karena mereka beralih untuk mendukung platform seluler terlebih dahulu. Pernyataan Bosworth sejalan dengan apa yang dijelaskan oleh VP Konten Reality Labs, Samantha Ryan, pada Februari lalu, ketika ia menyatakan bahwa Worlds akan “all in on mobile,” dan mengalami momentum positif di bidang tersebut.

Langkah ini mengikuti serangkaian pemutusan hubungan kerja yang memengaruhi beberapa pengembang game VR, dengan sebagian besar dari 1.500 pekerja berasal dari Reality Labs, divisi metaverse Meta, pada bulan Januari.

Reality Labs telah mencatat kerugian besar sejak didirikan pada 2020, dengan total kerugian operasional lebih dari $80 miliar sejak 2020. Dalam lebih dari 5 tahun beroperasi, divisi ini belum mencapai titik impas. Bosworth sendiri menyatakan bahwa industri ini tidak tumbuh secepat yang mereka harapkan, sehingga membawa divisi ini ke kondisi saat ini.

Ke Mana Metaverse Pergi? Memeriksa Tren yang Gagal (dan Mahal)

Ke Mana Metaverse Pergi? Memeriksa Tren yang Gagal (dan Mahal)

Sementara perusahaan seperti Meta menginvestasikan miliaran untuk membuat metaverse berhasil, investasi ini gagal membuahkan hasil, dan raksasa-raksasa tersebut telah beralih. read more.

Baca sekarang

FAQ

  • Mengapa Meta membatalkan keputusannya untuk menutup Horizon Worlds di VR? Perusahaan memilih untuk mempertahankan akses VR untuk game yang sudah ada setelah mendapat reaksi keras dari pengguna atas rencana penutupan pada 31 Maret.

  • Apakah Meta akan terus membuat game VR baru untuk platform tersebut? Meta mengonfirmasi bahwa tidak ada game VR baru yang direncanakan untuk Horizon Worlds karena perusahaan beralih ke strategi yang sepenuhnya berbasis seluler.

  • Bagaimana pergeseran strategis ini berdampak pada tenaga kerja Meta? Transisi ini terjadi setelah pemecatan sekitar 1.500 karyawan pada Januari lalu, terutama dari divisi Reality Labs.

  • Faktor keuangan apa yang mendorong Meta untuk merestrukturisasi pendekatan metaverse-nya? Divisi Reality Labs gagal mencapai profitabilitas, dengan akumulasi kerugian operasional lebih dari $80 miliar sejak 2020 akibat pertumbuhan industri yang lebih lambat dari perkiraan.

Tag dalam cerita ini