ComTech Gold adalah platform aset digital yang memfasilitasi tokenisasi emas fisik untuk ekonomi digital. Dibangun di atas Jaringan XDC, ComTech Gold menerbitkan CGO — sebuah token yang 100% didukung oleh emas fisik.
Lim Say Cheong dari ComTech Gold: Tokenisasi Emas dan Masa Depan Aset Dunia Nyata

Lim Say Cheong adalah pemimpin di bidang keuangan dan aset digital yang telah meraih berbagai penghargaan, serta menjabat sebagai Penasihat Utama untuk Aset Digital di ComTech Gold, dengan pengalaman mendalam di pasar modal global dan konsultasi suverén. Saat ini ia berfokus pada pengembangan emas yang ditokenisasi dan aset dunia nyata untuk memfasilitasi produk on-chain yang transparan, mudah diakses, dan dapat diinvestasikan secara global. Baru-baru ini ia bergabung dalam Podcast Bitcoin.com News untuk membahas teknologi tersebut:
Selama episode ini, Lim berbagi pengalaman kariernya selama 30 tahun di sektor jasa keuangan, terutama di kawasan GCC, dan menjelaskan bahwa minatnya pada tokenisasi bermula dari pekerjaannya di bidang keuangan Islam serta kebutuhan untuk mengatasi masalah likuiditas, khususnya terkait emas. Ia memandang penawaran ComTech Gold sebagai titik temu yang menarik antara keahliannya dan gelombang baru tokenisasi Aset Dunia Nyata (RWA).
Pembicaraan kemudian beralih ke alasan di balik tokenisasi emas. Meskipun memiliki sejarah 6.000 tahun sebagai penyimpan nilai yang tepercaya, emas fisik bersifat terbatas, mahal untuk diangkut, dan lambat dalam diperdagangkan, sehingga sulit diintegrasikan ke dalam keuangan digital modern. Tokenisasi memanfaatkan kecepatan, transparansi, dan kemampuan pemrograman teknologi blockchain untuk digabungkan dengan nilai intrinsik emas. Hal ini memungkinkan emas dipindahkan, diselesaikan, dan digunakan dalam transaksi keuangan secara real-time, mengatasi keterbatasan tradisionalnya dan menawarkan auditabilitas real-time.
Sebagian besar pembahasan berfokus pada daya tarik khusus emas yang ditokenisasi bagi lembaga-lembaga Islam. Lim menjelaskan bahwa emas dianggap sebagai aset ribawi dalam keuangan Islam, sehingga tunduk pada larangan riba (bunga/usury). Token ComTech Gold dirancang untuk mengatasi hal ini dengan mempertahankan jaminan aset penuh terhadap emas fisik, yang memulihkan kejelasan kepemilikan dan penguasaan serta menghindari mekanisme berbasis bunga. Token ini sepenuhnya sesuai syariah berdasarkan fatwa, memungkinkan ComTech Gold menargetkan ruang keuangan Islam, yang Lim lihat sebagai peluang "lautan biru" dibandingkan pasar konvensional yang padat.
Bagi pengguna ritel akhir, Lim menguraikan beberapa kasus penggunaan praktis yang melampaui sekadar tabungan. Ini termasuk menggunakan emas yang ditokenisasi sebagai jaminan pembiayaan, karena pemberi pinjaman merasa yakin dengan jaminan batangan emas fisik yang diaudit dan disimpan di brankas terkemuka. Hal ini juga memfasilitasi diversifikasi portofolio bagi manajer aset dengan memungkinkan pembelian nilai fraksional, yang tidak mungkin dilakukan dengan batangan emas fisik berukuran besar. Selain itu, perusahaan sedang mengembangkan skema yang sesuai syariah, mirip dengan staking, yang berpotensi memberikan tingkat keuntungan kepada investor dengan memanfaatkan dan menyewakan emas tersebut untuk mendapatkan imbal hasil.
Mengenai adopsi pasar, Lim menjelaskan bahwa likuiditas secara intrinsik terkait dengan adopsi, karena semakin banyak investor yang masuk ke pasar akan menciptakan kedalaman pasar yang lebih besar. Infrastruktur dasar telah tersedia untuk memastikan likuiditas, karena pemecahan batangan emas menjadi unit kecil memungkinkan investor ritel untuk dengan mudah membeli dan menjual di bursa kripto. Secara geografis, ComTech Gold beroperasi secara global namun memprioritaskan yurisdiksi dengan kerangka regulasi yang menguntungkan, seperti Dubai (UEA), Qatar, dan Singapura, serta sedang menargetkan pasar Asia Tengah seperti Kazakhstan. Lim memprediksi bahwa UEA dan pada akhirnya Arab Saudi dapat menjadi pemain dominan di ruang tokenisasi.
Terakhir, Lim mengklarifikasi kesalahpahaman umum mengenai "emas on-chain," menekankan bahwa proses ComTech Gold melibatkan tokenisasi batangan emas nyata yang telah diaudit, yang mewakili kepemilikan digital langsung atas aset fisik, bukan sekadar mendigitalkan harga emas atau menciptakan eksposur sintetis. Jaminan fisik ini menjadi kunci untuk meyakinkan baik institusi maupun pengguna ritel mengenai kredibilitas aset tersebut. Menatap ke depan, Lim memprediksi bahwa properti dan aset keuangan seperti surat utang Treasury AS dan dana pasar uang akan menjadi pasar besar berikutnya untuk tokenisasi RWA.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang proyek ini, kunjungi ComTechGold.com, dan hubungi Lim Say Cheong di LinkedIn.
Podcast Bitcoin.com News menampilkan wawancara dengan para pemimpin, pendiri, dan investor paling menarik di dunia Cryptocurrency, Keuangan Terdesentralisasi (DeFi), NFT, dan Metaverse. Ikuti kami di iTunes atau Spotify.
Ini adalah podcast yang disponsori. Pelajari cara menjangkau audiens kami di sini. Baca pernyataan penolakan di bawah ini.








