Didukung oleh
Bitcoin ETF

Investor Menyalurkan $79 Juta ke ETF Bitcoin Sementara Dana Ether Mengalami Penurunan $28 Juta

Permintaan terhadap ETF kripto mengalami perbedaan yang tajam pada Kamis, 16 Juli, di mana produk bitcoin menarik dana sebesar $79,15 juta sementara dana ether mengalami penurunan sebesar $28,04 juta. ETF XRP dan Solana juga menarik modal baru, sementara T. Rowe Price meluncurkan dana multi-token dengan alokasi HYPE yang sangat besar.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
Investor Menyalurkan $79 Juta ke ETF Bitcoin Sementara Dana Ether Mengalami Penurunan $28 Juta

Poin Utama

  • Blackrock memimpin arus masuk dana ke ETF bitcoin sebesar $79,15 juta pada 16 Juli, sementara dana ether mengalami penurunan sebesar $28,04 juta.
  • Kenaikan bitcoin selama 3 hari berturut-turut dan kenaikan XRP sebesar $6,78 juta menunjukkan pergeseran permintaan menjauh dari ether.
  • TKNZ dari T. Rowe Price diluncurkan dengan alokasi HYPE sebesar 6,45%, memperluas akses ke ETF multi-token.

ETF Bitcoin Memperpanjang Tren Arus Masuk Menjadi Tiga Hari

Pergerakan perdagangan kripto di Wall Street bergerak ke dua arah sekaligus. ETF Bitcoin memperpanjang tren arus masuknya hingga sesi ketiga sementara produk ether kembali mengalami penarikan dana, menunjukkan bahwa investor tetap selektif meskipun dana kembali mengalir ke sebagian pasar.

Bitcoin Menarik Dana Sementara Ether Kehilangan Posisi

Tiga dana bertanggung jawab atas seluruh arus masuk bersih bitcoin sebesar $79,15 juta. IBIT dari Blackrock memimpin dengan $33,44 juta, diikuti ketat oleh FBTC dari Fidelity sebesar $30,73 juta. BITB dari Bitwise menyumbang sisa $14,98 juta.

Aktivitas perdagangan tetap solid. Total nilai perdagangan mencapai $997,79 juta, sementara total aset bersih gabungan ditutup pada $77,72 miliar.

Investors Push $79M Into Bitcoin ETFs as Ether Funds Lose $28M
Tiga hari berturut-turut menunjukkan kenaikan bagi ETF Bitcoin. Sumber: Sosovalue

ETF Ether justru menceritakan kisah sebaliknya. Ether Mini Trust dari Grayscale mencatat penarikan terbesar sebesar $14,28 juta. FETH dari Fidelity kehilangan $11,20 juta, dan ETHE dari Grayscale mengalami penurunan sebesar $4,84 juta.

ETHW dari Bitwise adalah satu-satunya dana yang menarik modal, dengan penerimaan sebesar $2,28 juta. Namun, hal itu tidak cukup untuk mencegah arus keluar bersih sebesar $28,04 juta di seluruh kelompok tersebut. Volume perdagangan ETF Ether mencapai total $431,23 juta, dengan aset bersih ditutup pada $10,10 miliar.

XRP dan Solana Menguat saat TKNZ Memperluas Cakupan

ETF XRP kembali mencatat arus masuk setelah dua sesi tanpa pergerakan bersih. Produk-produk tersebut menambah $6,78 juta, dipimpin oleh $4,41 juta untuk dana XRP milik Bitwise dan $2,38 juta untuk XRPZ milik Franklin. Total nilai perdagangan mencapai $11,85 juta, sementara aset bersih naik menjadi $997,18 juta.

ETF Solana menarik $1,66 juta, terutama melalui GSOL milik Grayscale. Kategori ini mencatat volume perdagangan sebesar $54,74 juta dan berakhir dengan aset bersih sebesar $879,19 juta. Sebaliknya, ETF HYPE tidak mencatat arus masuk harian.

Meski demikian, HYPE berhasil menempati posisi menonjol dalam sebuah dana baru. TKNZ dari T. Rowe Price mulai diperdagangkan sebagai produk kripto spot multi-token pertama yang dikelola secara aktif, dengan biaya 0,75% dan aset awal sekitar $15 juta.

Portofolio awalnya mengalokasikan 40,75% ke bitcoin, 18,42% ke ether, 11,01% ke BNB, 9,44% ke solana, 9,37% ke XRP, dan 6,45% ke HYPE. Posisi yang lebih kecil mencakup XLM dan Dogecoin. Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, menggambarkan portofolio tersebut sebagai portofolio yang kurang memfokuskan pada bitcoin dan lebih memfokuskan pada sebagian besar token lainnya, terutama HYPE.

Peluncuran ini menambah dimensi baru pada pasar ETF. Investor kini dapat membeli keranjang aset yang dikelola secara aktif daripada memilih produk berbasis satu token, sementara arus dana pada hari Kamis menunjukkan bahwa modal masih lebih memilih bitcoin daripada ether.

Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan AI. Versi asli berbahasa Inggris adalah sumber yang berwenang; terjemahan otomatis dapat mengandung ketidakakuratan, terutama dalam terminologi hukum dan peraturan.

Tag dalam cerita ini