Hungaria mengancam akan memblokir sanksi Uni Eropa terhadap Rusia, dengan menyebut kerugian sebesar €19 miliar dan menuduh Brussels gagal memenuhi komitmen keamanan energi, Perdana Menteri Viktor Orban memperingatkan.
Hungaria Mengancam Untuk Memblokir Sanksi UE terhadap Rusia, Mengutip Kerugian Sebesar 19 Miliar Euro
Artikel ini diterbitkan lebih dari setahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah tidak terkini.

Sanksi Uni Eropa terhadap Rusia Berisiko—Hungaria Mengatakan Kerusakan Ekonomi Terlalu Tinggi
Hungaria siap memblokir perpanjangan sanksi Uni Eropa terhadap Rusia jika Komisi Eropa tidak memenuhi komitmennya terkait keamanan energi, demikian laporan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban di radio Kossuth. Orban menegaskan kembali bahwa sanksi tersebut telah berdampak parah pada Hungaria, merugikan negara tersebut miliaran euro. Ia menjelaskan:
Hungaria tertarik agar sanksi [yang diterapkan oleh UE terhadap Rusia] dicabut karena dalam tiga tahun kami kehilangan 19 miliar euro akibat sanksi tersebut.
Perdana Menteri mencatat bahwa ia secara rutin menyebut hal ini dalam pertemuannya dengan rekan-rekan UE di Brussels. Meskipun Budapest telah menahan diri dari memveto sanksi sebelumnya demi menjaga persatuan UE, Orban memperingatkan bahwa kelanjutan kerjasama bergantung pada Brussels yang memenuhi janjinya mengenai kebutuhan energi Hungaria. “Jika Komisi Eropa gagal melaksanakan seperti yang kami sepakati, sanksi akan dicabut. Dan sekarang kami harus berbicara tegas, jika tidak, tidak ada yang akan menganggap kami serius, sementara rakyat Hungaria akan membayar kerugian terkait sanksi,” ia menyatakan.
Sebelumnya, Brussels telah menjanjikan kepada Hungaria bahwa mereka akan menjamin keamanan energi dengan mencegah gangguan aliran minyak melalui pipa Druzhba dan memastikan keamanan pipa gas Turkstream. Sebagai imbalannya, Hungaria mendukung perpanjangan sanksi UE terhadap Moskow untuk enam bulan lagi setelah 31 Januari. Orban menyatakan kekhawatiran bahwa komitmen ini mungkin tidak sepenuhnya dihormati, dengan menekankan bahwa Hungaria tidak dapat menanggung kerugian ekonomi lebih lanjut akibat pembatasan energi Rusia.
Selain itu, ia mencatat bahwa penangguhan transit gas Rusia oleh Ukraina ke Eropa Tengah telah meningkatkan urgensi untuk mengamankan pasokan energi yang stabil. Hungaria secara konsisten mencari pengecualian di sektor energi, memastikan akses berkelanjutan ke minyak dan gas Rusia meskipun ada pembatasan UE yang lebih luas. Negara tersebut masih bergantung pada minyak yang dikirim melalui pipa Druzhba dan gas yang disuplai melalui Turkstream dan perpanjangannya di Bulgaria dan Serbia.
Setelah peringatan dari Hungaria, Brussels berkomitmen untuk menangani kekhawatiran Budapest mengenai keamanan energi. Orban menekankan bahwa sanksi UE terhadap Rusia diperbarui setiap enam bulan berdasarkan konsensus, dan posisi Hungaria tetap penting dalam proses pengambilan keputusan itu. Jika Komisi Eropa tidak memenuhi komitmennya, ia menyatakan, Hungaria akan mendorong sanksi untuk dicabut dalam enam bulan.









