Pasar mata uang global melihat pergeseran signifikan ketika dolar AS mengalami penurunan besar, dengan euro naik 13,5% dan mata uang utama lainnya mengalami kenaikan kuat di tengah ketidakpastian ekonomi.
Dolar AS Menghadapi Kinerja Tahunan Terburuk Sejak 2017, Turun 9,5% pada 2025

Dolar AS diperkirakan akan menutup tahun 2025 dengan penurunan tahunan terbesar sejak 2017, turun 9,5% terhadap sekeranjang mata uang utama. Faktor-faktor yang mendorong penurunan ini termasuk potensi penurunan suku bunga Federal Reserve, kekhawatiran fiskal, dan tekanan politik yang sedang berlangsung dari pemerintahan Trump. Euro dan pound Inggris berada di jalur untuk kenaikan tahunan terkuat dalam delapan tahun, dengan euro naik 13,5% dan pound melonjak 7,6%.
Strategi dari Goldman Sachs memperkirakan kelemahan dolar berlanjut pada 2026, didorong oleh pertumbuhan global yang solid dan penurunan suku bunga Fed yang diharapkan. Yuan Cina juga telah menembus batas psikologis tujuh-per-dolar, menandai peningkatan 4% untuk tahun ini. Yen Jepang tetap menjadi pengecualian, tetap datar meskipun ada dua kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan.
Baca Selengkapnya: Peter Schiff Memperingatkan Dolar Mendekati Titik Pecah Berbahaya saat Kepercayaan Safe-Haven Retak
FAQ ð§
- Berapa banyak dolar AS menurun pada 2025? â Indeks dolar turun 9,5% pada 2025.
- Mata uang mana yang berkinerja terbaik melawan dolar? â Euro naik 13,5% dan pound Inggris melonjak 7,6%.
- Apa faktor kunci di balik kelemahan dolar? â Pemotongan suku bunga, kekhawatiran fiskal, dan ketidakpastian politik di bawah pemerintahan Trump.
- Apa harapan pasar mata uang untuk 2026? â Kelemahan dolar berlanjut, dengan pedagang memperhitungkan potensi penurunan suku bunga Fed dan pergeseran ekonomi global.









